TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Viral di media sosial, sungai di kawasan Ubung Kaja Denpasar dipenuhi busa.
Kejadian ini terjadi pada Jumat, 10 Juli 2026 lalu dan ramai dibicarakan pada Sabtu kemarin.
Dalam video yang beredar, alur sungai terlihat dipenuhi oleh busa yang berwarna salju.
Terkait hal itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar bersama Polsek Denpasar Utara, Camat Denpasar Utara, Desa Ubung Kaja, serta Kepala Dusun melakukan penelusuran sumber limbah.
Baca juga: Viral Video Diduga Limbah di Pantai Segara Ayu Sanur Bali, PUPR Denpasar Lakukan Penyisiran
"Hasil penelusuran tim, pencemaran diakibatkan oleh adanya oknum warga yang membuang limbah sabun ke selokan dan bermuara ke sungai," kata Kepala DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, Minggu, 12 Juli 2026.
Ia menyebut oknum warga berinisial Ni Made S tersebut membuang limbah sabun kegiatan rumah tangga langsung ke selokan.
Selokan tersebut bermuara ke aliran sungai sehingga membuat sungai dipenuhi busa.
Atas temuan ini, DLHK Kota Denpasar langsung melakukan pembinaan dan melayangkan surat panggilan kepada oknum warga berinisial yang tinggal di kawasan Jl. Nuansa Hijau Timur, Ubung Kaja itu.
Baca juga: Badung Luncurkan TPSSS-B3 di TPST Mengwitani Bali, Atasi Ancaman Limbah Rumah Tangga Berbahaya
"Yang bersangkutan melakukan pelanggaran terhadap Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Tertib Lingkungan, khususnya Pasal 21 Paragraf 7," katanya.
Yang bersangkutan dijadwalkan menghadap Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) DLHK Kota Denpasar pada Senin 13 Juli 2026 esok untuk dimintai keterangan dan pembinaan lebih lanjut.
Lebih lanjut, pria dengan panggilan akrab Gustra itu pun mengimbau agar seluruh masyarakat Kota Denpasar ikut menjaga kelestarian lingkungan di sekitarnya.
Ia menegaskan bahwa saluran drainase ataupun sungai bukanlah tempat pembuangan limbah personal maupun usaha.
"Kami minta masyarakat meningkatkan kepedulian. Sungai bukan tempat untuk membuang sampah ataupun limbah. Mari jaga bersama agar lingkungan kita tetap bersih," katanya. (*)