TRIBUNLOMBOK.COM – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pembangunan jaringan irigasi di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, terus berlanjut.
Bendungan Meninting diresmikan Presiden Prabowo Subianto, Jumat (10/7/2026).
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan keberadaan jaringan irigasi dari Bendungan Meninting mengubah pola tanam petani setempat.
Sebelum bendungan ini dibangun, lahan pertanian di kawasan tersebut hanya mengandalkan sistem tadah hujan dan hanya bisa panen satu kali dalam setahun.
"Dulu sebelum ada Bendungan Meninting hanya bisa satu kali tanam. Saat ini sudah bisa menjadi tiga kali musim tanam," tandas Dody.
Jaringan irigasi yang telah beroperasi di Bendungan Meninting saat ini baru melayani 494 hektare lahan pertanian.
Baca juga: Jaringan Irigasi Bendungan Meninting akan Ditambah untuk Aliri 1.065 Hektare Lahan Pertanian
Untuk memaksimalkan potensi bendungan, Kementerian PU akan membangun jaringan irigasi tambahan yang menyasar 1.065 hektare lahan pertanian lainnya di kawasan tersebut.
"Pekerjaan bendungan telah selesai dan mulai memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun tugas Kementerian PU belum berhenti di sini. Kami terus membangun jaringan irigasi agar air benar-benar sampai ke lahan pertanian sesuai arahan Bapak Presiden," jelas Menteri Dody.
Dody memaparkan, Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampung hingga 10 juta meter kubik air yang dapat dimanfaatkan sepanjang tahun.
Dengan dukungan jaringan irigasi sepanjang kurang lebih 26 kilometer, bendungan ini berpotensi mengaliri sawah seluas 1.600 hektare dengan cakupan yang merupakan gabungan dari jaringan irigasi yang sudah beroperasi maupun yang masih dalam tahap pembangunan tambahan.
"Dapat dimanfaatkan sepanjang tahun. Sawah yang tadinya bergantung pada tadah hujan menjadi sawah yang kita bisa airi dari bendungan seluas 1.600 hektare dengan jaringan irigasi kurang lebih 26 kilometer," kata Menteri Dody.
Perluasan jaringan irigasi dari Bendungan Meninting juga disebut berdampak pada aspek sosial, yakni meredakan konflik horizontal antarpetani yang kerap terjadi akibat perebutan sumber air saat musim tanam tiba.
"Khusus untuk Bendungan Meninting ini sendiri, bendungan ini telah bisa mengurangi konflik horizontal yang selama ini sebelum bendungan ini ada selalu terjadi antara para petani dari Lombok Barat khususnya karena mereka selalu berebut air manakala musim tanam tiba," kata Menteri Dody.
Bendungan Meninting merupakan satu dari lima bendungan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara serentak, bersama Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.
Kelima bendungan yang dibangun pada periode 2015–2025 ini menelan investasi negara sekitar Rp9,79 triliun dan diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar satu juta ton beras dengan dukungan teknologi dan benih terbaik.
Secara nasional, kelima bendungan tersebut ditargetkan memberikan manfaat layanan irigasi seluas kurang lebih 39.540 hektare, ditunjang total jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer.
(*)