Doktor FTUI Ciptakan Aspal Ramah Lingkungan dari Aspal Buton dan Oli Bekas
Dwi Rizki July 12, 2026 01:19 PM

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Lulusan Doktor Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Andi Muhammad Ifrad, berhasil menciptakan formula aspal termodifikasi yang ramah lingkungan dan tahan lama. 

Inovasi ini memadukan material lokal aspal alam dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara dengan limbah oli bekas untuk menghasilkan infrastruktur jalan yang adaptif terhadap iklim tropis Indonesia.

​Riset ini menjadi jawaban konkret atas tantangan ketergantungan impor aspal, mengingat Indonesia sebenarnya memiliki cadangan aspal alam terbesar di dunia di Pulau Buton yang belum teroptimalkan. 

Melalui sentuhan tangan Andi, aspal alam tersebut dicampur dengan aditif elastomerik dan limbah oli bekas untuk meningkatkan stabilitas serta ketahanan jalan terhadap deformasi akibat beban lalu lintas yang berat.

"Lewat penelitian ini, saya ingin menunjukkan bahwa aspal alam Pulau Buton memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai material unggulan nasional,” kata Andi, Minggu (12/7/2026). 

Baca juga: LBH KAMI ADA Dukung Polri dan Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Jampidsus

“Inovasi ini tidak hanya mampu meningkatkan performa perkerasan jalan sehingga lebih tahan lama dan menekan biaya pemeliharaan, tetapi juga mendukung prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan penerapan ekonomi sirkular dengan mendaur ulang limbah oli bekas,” sambungnya. 

​Tidak hanya mengandalkan uji laboratorium, originalitas riset ini juga terletak pada penggunaan simulasi komputer berbasis Finite Element Method (FEM). 

Pendekatan digital ini mampu memprediksi kinerja jangka panjang aspal dengan akurasi tinggi, sehingga sangat membantu proses perencanaan dan pemeliharaan jalan yang lebih efisien di masa depan.

​Berkat terobosan tersebut, Andi sukses meraih gelar Doktor ke-92 di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan FTUI dengan IPK sempurna 4,00 dan predikat Summa Cum Laude. 

Dekan FTUI, Prof Kemas Ridwan Kurniawan, mengapresiasi tinggi hasil riset ini sebagai bukti nyata bagaimana riset keteknikan UI mampu mendorong kemandirian industri konstruksi nasional melalui penerapan ekonomi sirkular.

“Penelitian ini merupakan contoh nyata bagaimana sumber daya lokal Indonesia diolah menjadi solusi rekayasa yang inovatif dan berkelanjutan,” kata Kemas.

“FTUI terus mendorong riset-riset yang tidak hanya memberikan kontribusi ilmiah, tetapi juga berdampak langsung bagi kemandirian industri konstruksi, penguatan daya saing bangsa, serta pembangunan infrastruktur yang lebih efisien dan berkelanjutan,” pungkasnya. (m38)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.