TRIBUNNEWS.COM - Tim panjat tebing Indonesia sukses mencatatkan prestasi gemilang di ajang World Climbing Series 2026 yang berlangsung di Chamonix, Prancis, Minggu (12/7/2026) pagi WIB.
Dua atlet panjat tebing andalan Merah Putih, Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi, sama-sama berhasil meraih medali emas pada nomor speed putra dan putri.
Keberhasilan tersebut membuat Indonesia mengawinkan medali emas pada seri Chamonix sekaligus menegaskan konsistensi para atlet speed Indonesia di level dunia.
Untuk Desak Made, ia menjadi juara nomor individual speed putri setelah mencatatkan waktu tercepat 6,22 detik.
Atlet asal Bali itu mengalahkan wakil Italia, Guilia Randi, yang membukukan waktu 6,51 detik.
Sementara medali perunggu diraih atlet tuan rumah, Capucine Viglione, dengan catatan 6,41 detik.
Baca juga: Desak Made Luruskan Pernyataan Setelah Juara di Krakow, Soroti Semangat Resiliensi
Hasil tersebut sekaligus menjadi gelar kedua Desak secara beruntun setelah sebelumnya juga naik podium tertinggi pada seri Krakow, Polandia.
"Saya sangat senang. Malam ini saya menampilkan performa terbaik dan benar-benar menikmati momen ini."
"Saya senang bisa meraih medali emas ini untuk negara dan tim saya. Dalam hati, saya selalu berkata, 'Ayo lakukan dan tunjukkan performa terbaik," kata Desak Made, dikutip dari laman resmi World Climbing.
Desak juga mengungkapkan pandangannya mengenai Chamonix.
Ia mengaku sempat kesulitan beradaptasi dengan kondisi cuaca dan waktu istirahat selama berada di sana.
"Awalnya saya tidak terlalu menyukai tempat ini karena teriknya matahari di siang hari dan saya kurang tidur."
"Akan tetapi, malam ini semuanya berubah dan sekarang saya sangat menyukai Chamonix," ujar atlet kelahiran 24 Januari 2001 itu.
Baca juga: Daftar Atlet Pelatnas Panjat Tebing Indonesia 2026: Ada Veddriq Leonardo hingga Desak Made
Sedangkan untuk Veddriq, ia memastikan medali emas setelah memenangi all Indonesian final mengalahkan Robby Al Hilmi Antasyafi.
Veddriq tampil lebih cepat dengan catatan waktu 4,89 detik sehingga berhak membawa pulang medali emas.
Sementara Robby menyelesaikan perlombaan dalam waktu 5,11 detik dan meraih medali perak.
Gelar tersebut menjadi kemenangan pertama Veddriq di World Climbing Series 2026, sekaligus menjadi medali emas internasional pertamanya setelah sebelumnya menjuarai Olimpiade Paris 2024.
Pada Olimpiade Paris 2024 lalu, Veddriq mencatat sejarah sebagai atlet Indonesia pertama dari cabang olahraga selain bulu tangkis yang berhasil mempersembahkan medali emas.
"Saya merasa luar biasa. Saya merasa bersyukur. Ini medali emas pertama saya setelah Olimpiade dan butuh waktu lama untuk mendapatkannya."
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang, ini sangat berarti bagi saya," kata Veddriq.
Veddriq mengaku pencapaiannya terasa semakin spesial karena ia belum sepenuhnya pulih dari cedera dan belum menjalani persiapan ideal.
"Saya belum bisa memanjat dengan baik karena belum berlatih dengan cukup baik."
"Saya sudah berusaha sebaik mungkin dan menurut saya ini adalah pencapaian yang sesungguhnya."
"Saya belum benar-benar berlatih di dinding panjat, lalu langsung bertanding di Madrid dan Krakow, dan saya hanya merasa bersyukur atas pencapaian ini," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Isnaini)