TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Pemilik kafe Dinnekiya Desa Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat bernama Firman mengaku senang kehadiran Piala Dunia 2026, ikut membawa berkah untuk usahanya.
Nonton bareng (Nobar) Piala Dunia membuat omzet hariannya melonjak hingga 50 persen ketimbang hari biasa.
Baca juga: 524 Orang Dapat Beasiswa Pemprov Sulbar Terbanyak Jenjang Sarjana S-1
Baca juga: Penyelesaian Sekolah Rakyat di Mamuju Abaikan Target Waktu PUPR Pilih Fokus Aspek Keselamatan
Maklum, nobar piala dunia menjadi daya Tarik orang, sehingga tak jarang mereka datang ke warkop atau kafe, untuk nobar piala dunia, tentu dengan memesan secangkir kopi atau minuman lainnya.
Firman mengaku jika hari biasa dia hanya mampu menjual sekitar 50 cup, kini angka itu melesat menjadi 100 cup per hari jika bertepatan momentum pertandingan piala dunia.
Di hari biasa, rata-rata omzetnya Rp500 ribu atau sekitar 50 cup laku kini di momen piala dunia meningkat dua kali lipat menjadi Rp1 juta atau sekitar 100 cup yang ia jual.
"Alhamdulillah, ini berkah luar biasa," ujar Firman ditemui di sela-sela kesibukannya melayani pembeli, Minggu (12/7/2026).
Cafe Dinnekiya yang terletak strategis di pusat keramaian Topoyo ini menyediakan beragam minuman segar dengan harga ramah di kantong, mulai dari Rp10.000 hingga Rp20.000 per cup.
Menu andalan seperti es kopi susu, teh dan coklat segar menjadi primadona pengunjung yang datang untuk nobar.
"Kebanyakan pesan yang manis-manis dan dingin, biar tambah semangat nonton bolanya. Saya sampai harus menambah stok es batu dan gula," tambah Firman sambil tersenyum.
Firman mengaku tidak menyangka gelaran sepak bola dunia bisa berdampak langsung pada usahanya.
Ia pun berharap momen ini bisa terus berlanjut hingga babak final nanti.
"Semoga tim favorit masyarakat terus main sampai akhir, biar dagangan saya tetap laris. Ini jadi pelajaran buat saya, kalau momen besar seperti ini harus disiapkan stok lebih banyak," pungkasnya.
Selain Cafe Dinnekiya, sejumlah kedai kopi dan makanan ringan di sekitar lokasi nobar juga turut menikmati peningkatan pengunjung.
Masyarakat tampak antusias menikmati pertandingan sambil mendukung perekonomian lokal.(*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah