Pertalite Langka di Ketapang, Harga Eceran Tembus Rp14 Ribu per Liter, Bupati Gelar Rapat Koordinasi
Madrosid July 13, 2026 04:30 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Kembali terjadi kelangkaan BBM subsidi jenis pertalite sehingga membuat harga eceran di Ketapang melonjak hingga 13-14 ribu.

Kondisi ini terjadi dalam beberapa hari terakhir ketika BBM jenis pertalite ini mulai langka, membuat perhatian  khusus bagi seluruh pihak termasuk Bupati Ketapang Alexander Wilyo.

Pantauan Tribun Pontianak di lapangan, kelangkaan Pertalite tidak hanya memicu antrean panjang di sejumlah SPBU, tetapi juga berdampak pada kenaikan harga BBM eceran.

Sejumlah pedagang di Kota Ketapang menjual Pertalite dengan harga berkisar Rp13 ribu hingga Rp14 ribu per liter.

Para pedagang mengaku kenaikan harga tersebut dipengaruhi lamanya waktu yang harus mereka habiskan untuk mengantre di SPBU.

Baca juga: BBM Langka Warga Kalbar Harus Antre 4 Jam, Anggota DPR-RI Cornelis: Pertamina Harus Bertanggungjawab

Meski telah mengantre hampir seharian, mereka mengaku hanya dapat memperoleh sekitar 40 liter Pertalite untuk kemudian dijual kembali secara eceran.

Sementara itu, berdasarkan informasi awal yang diterima pemerintah daerah, persoalan yang terjadi bukan disebabkan pasokan Pertalite yang tidak tersedia, melainkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang membeludak sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan BBM.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Ketapang akan menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Hiswana Migas, seluruh pengelola SPBU di Kabupaten Ketapang, serta pihak terkait untuk mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan Pertalite yang dikeluhkan masyarakat.

"Hari ini saya akan menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda. Kami juga memanggil pihak terkait, Hiswana Migas, serta seluruh pengelola SPBU yang ada di Kabupaten Ketapang," kata Alex saat dikonfirmasi, Senin 13 Juli 2026.

Melalui rapat tersebut, pemerintah daerah ingin mengetahui kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan sekaligus mengidentifikasi penyebab antrean panjang di sejumlah SPBU.

"Siang ini kita cari tahu apa yang sebenarnya terjadi di lapangan dan apa penyebabnya," ujarnya.

Alex menegaskan, pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum juga akan menelusuri apabila ditemukan indikasi adanya praktik penimbunan BBM oleh oknum tertentu.

"Kalau memang ada indikasi penimbunan, tentu akan kita telusuri. Ada konsekuensi hukum sesuai aturan yang berlaku. Karena itu Pak Kapolres juga akan kita undang dalam rapat ini," tegasnya.

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Ketapang tidak akan tinggal diam menghadapi persoalan tersebut.

Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan akan dilibatkan agar solusi yang diambil dapat segera mengatasi kelangkaan Pertalite yang dikeluhkan masyarakat.

"Saya memahami apa yang dirasakan masyarakat. Karena itu kami bersama Forkopimda dan seluruh stakeholder akan mengambil langkah-langkah untuk mencari solusi atas persoalan ini," pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap hasil rapat koordinasi tersebut dapat menghasilkan langkah konkret agar distribusi Pertalite kembali normal dan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh BBM bersubsidi.

Pasokan BBM

Kabupaten Ketapang memiliki estimasi jark sekitar 144-174 KM dari Pontianak, setara dengan perjalanan darat 6-7 jam.

Jauhnya jaraknya ini bisa menjadi pengambat dalam pendistribusian BBM yang memincunya menjadi kelangkaan dan di sejumlah SPBU masih kosong.

Untuk pasokan BBM di sejumlah SPBU Kabupaten Ketapang melalui Fuel Terminanl (FT) Ketapang, sedangkan FT Ketapang dipasok dari IT Pontianak.

Sementara itu kondisi pasokan BBM di sejumlah wilayah Kota Pontianak dan Kubu Raya sekitarnya masih aman.

Tidak ada kelangkaan yang terjadi serta harga-harga BBM eceran di masyarakat juga masih stabil.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.