Empat Tahun Tanpa Murid Baru di SDN 6 Bhuana Giri, Guru Kini Lebih Banyak daripada Siswa
Ida Ayu Suryantini Putri July 13, 2026 05:39 PM

 


TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM -  Suasana di SD Negeri 6 Bhuana Giri, di Kecamatan Bebandem, terasa jauh berbeda dibandingkan sekolah dasar pada umumnya. 

Tidak ada riuh puluhan siswa saat jam istirahat, tak ada deretan murid baru yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Yang tersisa hanyalah empat siswa yang masih bertahan belajar di sekolah tersebut.

Baca juga: MPLS Serentak Dimulai, Kadisdikpora Bangli Bali Tegaskan Tak Ada Perpeloncoan di Sekolah

Tahun ajaran 2026/2027 menjadi tahun keempat berturut-turut bagi SDN 6 Bhuana Giri tanpa satu pun peserta didik baru. 

"Ya, tahun ini kami kembali tidak mendapat siswa baru," ujarnya Kepala SDN 6 Bhuana Giri, I Made Suartika, Senin (13/7/2026).

Bahkan kondisi sekarang, jumlah guru lebih banyak dari jumlah siswa.

Saat ini sekolah hanya memiliki empat siswa aktif. Dua orang duduk di kelas III dan dua lainnya berada di kelas VI. Sementara kelas I, II, IV, dan V sama sekali tidak memiliki peserta didik.

Baca juga: Pembukaan MPLS Kabupaten Badung Tahun Ajaran 2025/2026, Wujudkan Sekolah yang Ramah dan Inspiratif

Sementara jumlah tenaga pendidik kini justru melampaui jumlah murid yang belajar di sekolah tersebut.

SDN 6 Bhuana Giri memiliki tujuh tenaga pendidik dan kependidikan, terdiri atas empat guru kelas, satu guru olahraga, satu guru agama, serta seorang kepala sekolah.

Dengan kondisi itu, sekolah harus mengatur pembagian jam mengajar agar seluruh guru tetap dapat menjalankan tugasnya secara proporsional.

Minimnya jumlah siswa juga berdampak langsung terhadap besaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). 

Sebab, alokasi dana BOS dihitung berdasarkan jumlah peserta didik yang terdaftar. Semakin sedikit siswa, semakin kecil pula anggaran yang diterima sekolah untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, pihak sekolah masih berharap roda pendidikan di SDN 6 Bhuana Giri tetap dapat berjalan.

"Kami berharap tahun depan ada siswa yang mendaftar sehingga sekolah ini tetap bisa bertahan dan terus memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat," pungkas Suartika.

Minimnya jumlah peserta didik bukan karena sekolah tidak berupaya mencari calon siswa. Sebelum tahun ajaran baru dimulai, pihak sekolah telah melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat sekitar.

Namun kondisi demografi menjadi tantangan terbesar.

Di wilayah sekitar sekolah hanya terdapat sekitar 50 kepala keluarga.

Sebagian besar warga usia produktif telah merantau ke Denpasar, sementara yang menetap didominasi masyarakat lanjut usia sehingga jumlah anak usia sekolah sangat sedikit.

Selain itu, ada beberapa sekolah lain posisinya tidak jauh dari  SDN 6 Bhuana Giri yang dinilai lebih diminati masyarakat.

"Kami akan lebih mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat tahun depan. Target kami sederhana, yang penting ada siswa baru. Kalau tidak, nanti sekolah ini hanya akan menyisakan dua siswa," ujar Suartika. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.