BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kelompok 8 PKKMB Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang berkolaborasi dengan Komunitas Sayap Cinta Cerebral Palsy (CP) Kota Pangkalpinang melakukan social project bertajuk "Built For Care, Born To Lead, 'Cause You Are The Future of Healthcare" , pada Sabtu (4/7/2026).
Social project kolaborasi ini mengikut sertakan 20 mahasiswi Kelompok 8 PKKMB Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, 8 relawan Komunitas Sayap Cinta, dan 5 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Bangka Belitung (UBB).
Kegiatan dilakukan dengan menyalurkan bantuan langsung ke rumah-rumah anak penyandang Cerebral Palsy yang berada di Kecamatan Girimaya, Pangkalbalam, Rangkui, dan Gerunggang.
Agar kegiatan yang dilakukan berjalan lancar dan optimal, para relawan dibagi menjadi empat tim. Pembagian tim ini dilakukan agar seluruh rumah anak binaan dapat dikunjungi dalam waktu yang bersamaan, mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB.
Salah satu titik kunjungan berada di kediaman Risma, anak penyandang Cerebral Palsy yang tinggal di Kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Girimaya.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai bantuan yang merupakan hasil donasi Kelompok 8 PKKMB Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang disalurkan kepada keluarga penerima manfaat, mulai dari pakaian layak pakai, sembako, alat tulis, makanan ringan, minyak goreng, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.
Bantuan tersebut disalurkan kepada seluruh 12 anak binaan Komunitas Sayap Cinta yang memiliki latar belakang keluarga beragam, mulai dari anak yatim, piatu, yatim piatu hingga keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.
Ketua Komunitas Sayap Cinta Cerebral Palsy Kota Pangkalpinang, Ahfanza Nugraha El Pambajeng, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar berbagi bantuan, melainkan upaya membangun kepedulian masyarakat terhadap penyandang Cerebral Palsy yang hingga kini masih minim dikenal dibandingkan disabilitas lainnya.
"Masyarakat umumnya sudah mengenal autisme, Down Syndrome, tunanetra, tunarungu maupun disabilitas lainnya. Namun masih banyak yang belum memahami apa itu Cerebral Palsy. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin meningkatkan awareness bahwa anak-anak CP juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian, kasih sayang, kesempatan berkembang, dan kualitas hidup yang lebih baik," ujarnya.
Menurut Ahfanza, Komunitas Sayap Cinta yang berdiri sejak tahun 2024 saat ini membina 12 anak penyandang Cerebral Palsy di Kota Pangkalpinang.
Komunitas tersebut menjadi pionir sekaligus hingga saat ini menjadi satu-satunya komunitas yang secara khusus berfokus pada pendampingan anak-anak Cerebral Palsy di Kota Pangkalpinang, bahkan diyakini menjadi yang pertama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Ia menjelaskan bahwa Cerebral Palsy merupakan gangguan perkembangan gerak dan postur tubuh akibat kerusakan pada otak yang terjadi sejak masa kehamilan, saat proses persalinan, maupun sesaat setelah kelahiran.
Kondisi tersebut bukan penyakit menular maupun penyakit yang semakin memburuk.
Namun, penyandang CP umumnya membutuhkan terapi rutin, alat bantu mobilitas, serta dukungan keluarga dan lingkungan agar mampu menjalani kehidupan secara lebih mandiri sesuai kemampuan masing-masing.
Selain menyalurkan bantuan, Komunitas Sayap Cinta juga aktif memberikan pendampingan moral, dukungan materiil, serta membuka ruang pemberdayaan bagi anak-anak CP agar mampu menunjukkan potensi yang mereka miliki.
Salah satu bentuk pemberdayaan tersebut ditunjukkan melalui penampilan salah satu anak binaan bernama Qori yang tampil sebagai penyanyi pada Closing Ceremony PKP Cup 2026 (Wali Kota Pangkalpinang Cup).
Meski demikian, Ahfanza mengakui bahwa kebutuhan terapi bagi anak-anak Cerebral Palsy masih menjadi tantangan yang dihadapi komunitasnya. Keterbatasan sumber daya dan pendanaan membuat dukungan dari berbagai pihak masih sangat dibutuhkan.
Dalam waktu dekat, Komunitas Sayap Cinta juga akan menyalurkan dua unit kursi roda reclining khusus Cerebral Palsy ukuran dewasa.
Bantuan tersebut merupakan donasi dari Amelia Zhuang, istri Hartono, Owner Burger Bangor Pangkalpinang sekaligus Direktur CV Sumber Jadi selaku Main Dealer Yamaha Bangka Belitung.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Kelompok 8 PKKMB Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang yang telah mempercayai Komunitas Sayap Cinta sebagai mitra dalam kegiatan ini. Kami juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini telah mendukung perjuangan anak-anak Cerebral Palsy. Ke depan, kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk berkolaborasi dengan instansi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi, komunitas, dunia usaha, maupun masyarakat umum yang ingin bersama-sama membantu anak-anak CP,"jelasnya.
Ketua Kelompok 8 PKKMB Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, Zahra Evita Lifiana, bersama seluruh anggota kelompoknya turut berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal tumbuhnya kepedulian generasi muda terhadap penyandang disabilitas, khususnya Cerebral Palsy.
Ke depan, Komunitas Sayap Cinta berharap semakin banyak relawan, donatur, maupun mitra yang bergabung sehingga dukungan kepada anak-anak penyandang Cerebral Palsy dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Selain itu, komunitas juga mengajak masyarakat untuk lebih mengenal Cerebral Palsy dan menumbuhkan kepedulian terhadap para penyandangnya.
Dukungan pemerintah dalam bentuk akses terapi, alat bantu, pendidikan, hingga pemberdayaan yang lebih intensif juga diharapkan dapat terus ditingkatkan agar anak-anak penyandang Cerebral Palsy memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan berkarya di tengah masyarakat. (*/E0)