Ray Singkirkan Adik, Sahelma Menang Meski Cedera di Audisi Bulutangkis PB Djarum Pekanbaru
Hasiolan Eko P Gultom July 12, 2026 03:38 PM

Ray Singkirkan Adik, Sahelma Menang Meski Cedera di Audisi PB Djarum Pekanbaru
 

 

TRIBUNNEWS.COM - Persaingan menuju PB Djarum semakin ketat pada Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Angkasa, Pekanbaru, Sabtu (11/7).

Babak kompetisi kini menyisakan 12 atlet putra yang bertarung di semifinal serta enam atlet putri yang melaju ke partai final pada kategori U-11, KU-11, dan KU-12.

Mereka memperebutkan enam Super Tiket dari jalur kompetisi.

Selain itu, kesempatan bergabung dengan PB Djarum masih terbuka melalui jalur pilihan Tim Pencari Bakat.

Baca juga: Audisi Umum Bulutangkis PB Djarum 2026 Ekspansi ke Sumatera dan Sulawesi, Perburuan Talenta Kian Luas

Ekosistem Bulutangkis Sumatera Dinilai Tetap Berkembang

Tim Pencari Bakat PB Djarum, Yuni Kartika, menilai antusiasme peserta menjadi bukti bahwa pembinaan bulutangkis di luar Pulau Jawa, khususnya Sumatera, tetap berjalan dengan baik.

Menurut peraih medali perak Asian Games 1994 itu, munculnya talenta-talenta baru dari berbagai daerah menjadi sinyal positif bagi regenerasi bulutangkis Indonesia, meski pelaksanaan audisi di sejumlah wilayah sempat terhenti selama beberapa tahun.

"Kami cukup gembira melihat ekosistem bulutangkis masih tetap berjalan dengan baik di luar Jawa. Poin utamanya adalah bagaimana potensi-potensi yang ada di daerah tetap menjadi incaran bagi kami. Ini sangat positif bagi bulutangkis Indonesia karena menunjukkan bahwa semangat melahirkan atlet baru tidak pernah padam meski audisi di pulau-pulau lain seperti Sumatera dan Sulawesi sempat terhenti dalam beberapa tahun terakhir," ujar Yuni.

Tiga Aspek Penilaian Talenta Putri

Dalam memantau atlet putri, Yuni menilai masih banyak aspek dasar yang perlu dibenahi.

Meski demikian, ia mengapresiasi sejumlah klub di luar Jawa yang telah menerapkan pembinaan teknik dasar dengan baik sehingga memudahkan proses pembinaan lanjutan.

Menurutnya, terdapat tiga indikator utama dalam menilai atlet putri berbakat, yakni footwork yang efektif, kemampuan menentukan titik pukul, serta kemandirian saat bertanding.

"Untuk kategori putri, saya melihat ada tiga hal yang membuat seorang atlet terlihat istimewa, yaitu footwork yang efektif, bakat membidik titik pukul yang pas, serta kemandirian karakter di lapangan. Kami mencari bakat atlet muda yang tidak terus-menerus menengok ke pelatihnya, tapi tahu kapan dia salah dan tahu hal yang harus dilakukan saat menghadapi lawan yang lebih besar atau lebih kecil. Karakter atau kemandirian seperti ini sangat kami nilai," jelasnya.

Ray Singkirkan Adik Kandung Demi Tiket Semifinal

Salah satu cerita menarik datang dari Ray Ethan Jourell asal Jambi.

Atlet berusia sembilan tahun yang turun di kategori U-11 putra harus menghadapi adik kandungnya sendiri pada babak 16 besar dan menang 21-8, 26-24.

Ray kemudian melanjutkan performa apiknya dengan menundukkan Azka Putra Kesuma dari PB Semen Padang pada perempat final melalui skor 21-18, 21-9 sehingga memastikan tiket semifinal.

Atlet binaan PB Speed Jambi itu mengaku semakin percaya diri untuk mengejar target utama, yakni meraih Super Tiket.

"Saya senang bisa lolos ke semifinal, meskipun di pertandingan sebelumnya harus mengalahkan adik sendiri. Tadi permainan saya cukup bagus, tapi masih banyak kekurangan, terutama soal kaki yang kurang cepat. Biasanya kalau sudah masuk gim kedua, saya mulai lemas dan tidak tahan capek, tapi saya harus tetap semangat untuk lanjut. Target saya menjadi juara. Kalau nanti capek, saya akan coba tarik napas pelan-pelan dan berusaha semaksimal mungkin menuntaskan permainan," kata Ray.

PANTANG MENYERAH - Pertandingan semifinal Audisi Umum PB Djarum 2026, Sabtu (11/7).- Pekanbaru yang sengit bagi Sahelma Hafsa Nurfa. Ia menolak menyerah meski menahan sakit cedera pergelangan kaki. Kegigihannya berbuah kemenangan yang sepadan.

Sahelma Menang Meski Bermain dalam Kondisi Cedera

Semangat pantang menyerah juga ditunjukkan Sahelma Hafsa Nurfa dari Pratama Club Riau pada sektor KU-11 putri.

Sahelma mengalami cedera pergelangan kaki saat semifinal. Meski sempat kesulitan bergerak dan menahan rasa sakit hingga menangis di lapangan, ia tetap melanjutkan pertandingan dan akhirnya mengalahkan Naura Hasanah Anindya dengan skor 21-19, 21-18.

"Tadi rasanya saya ingin menyerah. Rasanya tidak ingin melanjutkan pertandingan karena cedera kaki membuat saya sulit melangkah dan melompat. Tapi pelatih terus menguatkan dan menyemangati. Saya berharap saya bisa meneruskan perjuangan masuk PB Djarum dengan melewati babak final besok," ujar Sahelma.

Gabriel Bidik Mimpi ke Level Internasional

Di kategori KU-11 putra, Gabriel Christalyno dari Medan juga memastikan tempat di semifinal setelah meraih tiga kemenangan beruntun.

Ia membuka turnamen dengan kemenangan 21-4, 21-13, kemudian mengalahkan Darren Ho dari PB Angkasa Prestasi Gemilang 21-10, 21-12 pada babak 16 besar, sebelum menyingkirkan wakil tuan rumah Pranaja Yasky Al Ghani dengan skor 21-12, 21-13 di perempat final.

Meski belum merasa menampilkan permainan terbaiknya, Gabriel tetap optimistis dapat melangkah lebih jauh.

"Saya bersyukur bisa lolos sampai semifinal melawan peserta-peserta yang kemampuannya hebat di Pekanbaru. Meskipun terus meraih kemenangan, saya merasa belum menunjukkan permainan terbaik. Saya masih sering salah memprediksi bola masuk dan keluar. Saya akan terus berjuang dan juga berdoa, agar mendapatkan hasil terbaik di audisi. Menjadi atlet hingga ke level internasional adalah cita-cita saya dan saya yakin itu membuat bangga orang tua saya," ujar Gabriel.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.