TRIBUNSUMSEL.COM - Kepergian komedian senior Simson Rarameha alias Temon Templar meninggalkan luka mendalam bagi sang putri, Rika Irliani atau yang akrab disapa Rambu.
Temon dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) pukul 08.42 WIB, tak lama setelah dilarikan ke RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Di tengah suasana duka, Rambu tak kuasa menahan kesedihan saat mengenang momen berharga terakhirnya bersama sang ayah yang belum lama ini terjadi, yakni saat momen kelulusan kuliahnya.
Momen wisuda tersebut menjadi kenangan manis sekaligus mengharukan yang kini paling membekas di hati Rambu.
Baca juga: Anak Temon Kenang Pesan Terakhir Sang Ayah Sebelum Meninggal Dunia Jadilah Orang yang Bermanfaat
Pasalnya, acara sakral itu menjadi ajang berkumpulnya seluruh keluarga untuk merayakan keberhasilannya menyelesaikan studi, dengan didampingi langsung oleh sang ayah tercinta.
"Senang sih karena keluarga pada ngumpul semua kan. Akhirnya wisuda terus ya udah foto bareng gitu. Enggak nyangka aja sih," ungkap Rambu dengan nada bergetar tidak kuasa menahan tangis di rumah duka Kompleks Polri Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dikutip Tribunsumsel.com dari tayangan Intens Investigasi, Mingg (12/7/2026).
Bagi Rambu, keberhasilan lulus kuliah adalah bukti baktinya kepada sang ayah yang sejak kecil selalu menjadi sosok guru terbaik di rumah.
Rambu mengenang bagaimana Temon selalu meluangkan waktu di sela kesibukannya sebagai komedian untuk membantunya belajar .
"Iya dulu juga yang sering ngajarin sekolah belajar tuh Papa sih yang ngajarin. Kayak kalau ada PR bingung nih enggak tahu cara nyelesainnya gimana, Papa yang ngasih tahu, Papa yang ngajarin," kenang Rambu.
Kebahagiaan bisa didampingi Temon di atas podium wisuda diakui Rambu sebagai salah satu momen terbaik dalam hidupnya yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
"Saya bahagia banget lah enggak enggak bisa pakai kata-kata dideskripsiin ya gitu," tuturnya.
Ia merasa sangat bersyukur ayahnya masih bisa menyaksikan detik-detik dirinya meraih gelar sarjana sebelum akhirnya dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.
Baca juga: Postingan Terakhir Komedian Temon Sebelum Meninggal, Sempat Dampingi Anak Wisuda Lulusan Terbaik
Rambu pun menceritakan bahwa di matanya, Temon bukan hanya sosok yang lucu saat menghibur masyarakat di layar kaca, melainkan juga sosok ayah yang selalu ceria dan kerap melucu di lingkungan keluarga.
"Mungkin momen ngelucunya kali ya, kayak kadang sering ngelucu juga kayak banyak deh enggak tahu. Aslinya juga lucu," kata Rambu.
Di balik kelucuannya, almarhum juga dikenal sebagai figur ayah yang kuat dan jarang mengeluh sakit di hadapan anak-anaknya.
"Eh kadang sih dengarnya ditahan sih, jadi yang kan yang sering ngurus Papa kan ada Kakak sama Abang kan. Jadi saya kurang tahu detailnya kayak gimana cuman sering dikabarin update-annya aja gimana terus sering nanya kabar.
Kalau ngeluh ke saya sih enggak, kayak di depan saya kayak ya udah kuat gitu," jelas Rambu.
Rambu sendiri mengaku menerima kabar sang ayah dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 08.00 WIB, namun takdir berkata lain saat ia masih dalam perjalanan.
"Ada yang ngabarin Bapak masuk rumah sakit. Ya sudah, langsung ke rumah sakit. Terus telepon... telepon lagi mau ngabarin lagi di jalan, kabarnya sudah enggak ada," tutur Rambu dengan nada sedih.
Rambu menegaskan tidak ada tanda-tanda atau firasat mengenai menurunnya kesehatan sang ayah.
"Enggak ada kabar sakit apa-apa, semua mendadak. Cuma memang setahu saya kalau Papa itu punya riwayat penyakit darah tinggi (hipertensi)."
Komunikasi terakhir mereka terjadi beberapa hari sebelum kejadian.
"Saya cuma komunikasi di hari Rabu kemarin, dikasih tahu kalau Papa ada seminar gitu," tutup Rambu.
Riwayat penyakit hipertensi (darah tinggi) diduga menjadi pemicu serangan jantung mendadak yang merenggut nyawa komedian Temon Templar (59).
Pihak manajemen Temon, Novi, membenarkan kabar duka tersebut dan mengungkapkan bahwa penyebab meninggalnya sang komedian adalah akibat serangan jantung mendadak.
"Iya benar. Meninggal jam 08.42 WIB. Serangan jantung, ada riwayat hipertensi," kata Novi saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Minggu (12/7/2026).
Kodil, road manager Temon, menambahkan bahwa almarhum sempat dilarikan ke rumah sakit pada pagi hari sebelum dinyatakan meninggal dunia.
"Jadi jam 8 pagi tadi dibawa ke rumah sakit, cuma katanya dapat tindakan sebentar dari dokter RSUD Mampang Prapatan, terus sudah meninggal dunia. Jadi katanya penanganannya telat," ujar Kodil.
Kepergian Temon yang begitu mendadak menyisakan keterkejutan mendalam bagi orang-orang terdekatnya.
Manajer Temon lainnya, Jio, mengaku selama ini tidak pernah mengetahui jika sang komedian memiliki masalah pada jantungnya.
"Jujur kaget ya pas tahu kabar meninggal karena serangan jantung. Karena selama ini kami tidak pernah tahu dan baru tahu tadi pagi beliau jantung," ungkap Jio saat ditemui di rumah duka.
Jio juga mengenang momen terakhirnya bersama almarhum saat tampil dalam perayaan Hari Ulang Tahun Jakarta di Ancol, Jakarta Utara, bersama tim PASKI Jakarta.
Menurutnya, saat itu Temon terlihat sangat bugar.
"Pas tampil kemarin dia sehat kok, melawak lancar aja enggak ada keluhan. Makanya kaget pas tahu dia meninggal," imbuhnya.
Kepergian Temon mengejutkan banyak pihak, terutama rekan sesama figur publik dan komedian yang selama ini mengenal dedikasinya di dunia komedi Indonesia.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com