Telan Anggaran Rp250 Miliar, Sekolah Rakyat Tarakan Segera Pindah ke Gedung Permanen di Juata Laut
Amiruddin July 12, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Rencana pemindahan Sekolah Rakyat Terintegrasi 59 Kota Tarakan, dari gedung sementara di Lembaga Latihan Kerja (LLK) Kampung Enam menuju gedung permanen di Juata Laut, mulai dimatangkan.

Pemerintah Kota Tarakan berharap proses perpindahan dapat segera direalisasikan setelah pembangunan gedung permanen rampung, sehingga para siswa dapat menikmati fasilitas belajar yang lebih lengkap dan modern.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Kota Tarakan, Arbain, mengatakan pembahasan mengenai pemindahan tersebut telah dilakukan bersama pemerintah daerah.

"Kemarin juga kita bersama rapat di ruang rapat membahas rencana pemindahan Sekolah Rakyat Terintegrasi 59 LLK ini untuk pindah ke Juata Laut, yang pembangunan permanennya sedang berlangsung.

Mudah-mudahan bulan ini bisa terlaksana," ujar Arbain, Minggu 12 Juli 2026.

Baca juga: Wawali Tarakan Optimis Sekolah Rakyat Segera Pindah ke Gedung Baru, Listrik dan Air Sudah Siap

Ia menjelaskan, penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kota Tarakan merupakan bagian dari Program Strategis Nasional yang dijalankan berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2025 beserta perubahan dalam Permensos Nomor 13 Tahun 2025 tentang organisasi dan tata kerja Sekolah Rakyat.

Melalui regulasi tersebut, pemerintah daerah mendapat mandat untuk memfasilitasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat di tingkat kabupaten dan kota.

"Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tarakan bertindak sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah yang berkolaborasi langsung dengan Kementerian Sosial," kata Arbain.

Arbain menuturkan, saat program Sekolah Rakyat pertama kali diluncurkan, Pemkot Tarakan memanfaatkan fasilitas LLK sebagai lokasi pembelajaran sementara, agar pelaksanaan program dapat segera berjalan.

"Karena saat itu telah diputuskan, untuk menerima kesempatan awal peluncuran Program Strategis Nasional ini dengan memanfaatkan sementara fasilitas yang ada di Lembaga Latihan Kerja atau LLK Kampung Enam," ujarnya.

Menurut Arbain, Kota Tarakan menjadi salah satu dari 104 kabupaten dan kota di 34 provinsi yang memperoleh pembangunan Sekolah Rakyat permanen dari pemerintah pusat.

Nilai pembangunan sekolah tersebut mencapai sekitar Rp250 miliar, dan berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 7,2 hektare di Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara.

"Sampai hari ini pembangunan terus berproses dan akan selesai keseluruhan pada September 2026.

Tahun ajaran baru diharapkan insyaallah sudah digunakan, walaupun sedikit ada keterlambatan dari jadwal," ucap Arbain

Selain mempersiapkan gedung baru, pemerintah juga terus melakukan penjangkauan dan penjaringan peserta didik untuk tahun ajaran 2026/2027.

Arbain mengungkapkan, sejak Mei 2026 proses penjangkauan calon siswa telah dilakukan melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), yang tersebar di 20 kelurahan di Kota Tarakan.

Targetnya sebanyak 270 peserta didik baru, masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA, yang masing-masing akan menempati tiga ruang belajar.

"Juga telah kami imbau melalui ketua RT se-Kota Tarakan, lurah dan camat untuk penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat tahun ini.

Terima kasih atas bantuannya kepada para camat, lurah maupun ketua RT se-Kota Tarakan," kata Arbain

Baca juga: Siswa dan Siswi Tampilkan Bakat di Open House Sekolah Rakyat Tarakan, Buktikan Bisa Berprestasi

Arbain optimistis keberadaan gedung permanen akan meningkatkan kualitas layanan pendidikan,  karena dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang lebih memadai.

"Proses pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen yang sedang berjalan saat ini sangat lengkap dengan fasilitas-fasilitas penunjangnya, dengan peralatan dan perlengkapan yang baru dan modern sehingga membuat nyaman anak-anak kita belajar di sekolah tersebut," ujarnya.

Ia berharap keberadaan sekolah baru itu mampu menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi, sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

"Diharapkan ke depan anak-anak kita bisa menggapai prestasi dan mengejar cita-citanya dengan baik sesuai tujuan utama Program Sekolah Rakyat, yaitu pemerataan akses pendidikan, penyediaan fasilitas lengkap, pembentukan karakter, keterampilan, pengentasan kemiskinan terpadu yang akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memutus rantai kemiskinan di negeri ini," pungkas Arbain.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.