TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Lumajang Jawa Timur memastikan tidak ada kader yang terlibat proyek makan bergizi gratis (MBG).
DPC PDIP Lumajang memastikan, perintah Ketua Umum (Ketum) partai, Megawati Soekarno Putri, telah dilaksanakan oleh para kader di Kota Pisang ini.
"Sampai saat ini masih belum ada suara suara (keder) yang nakal," ujar Ketua DPC PDIP Lumajang Supratman, Minggu (12/7/2026).
Penelusuran kader Banteng nakal, kata dia, hanya bisa dideteksi oleh pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, sebab lebih dekat dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca juga: 124 KK di Desa Jenggrong Lumajang Kekeringan, BPBD Salurkan Air Bersih
"Yang bisa mendeteksi itu DPP karena dekat dengan BGN. Secara hukum disana yang jadi pegangan, kalau kami tidak bisa menelusuri itu," ulas Supratman.
Menurutnya, hal itu dilakukan melalui surat DPP PDIP kepada BGN dalam menelusuri nama kader nakal yang punya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Surat DPP ke BGN, lebih pasnya seperti itu. Kalau kami tidak memiliki kemampuan itu," ucap pria yang jadi Ketua Komisi D DPRD Lumajang ini.
Supratman memastikan, tidak ada kader PDIP yang punya dapur MBG di Lumajang, sebab mereka tidak punya kemampuan finansial cukup untuk ikut proyek ini.
"PDIP golongan marhen, bukan golongan kapitalis, tidak punya duit. Karena cukup berat untuk invetasi ke sana, apalagi ini sudah dilarang. Jadi tidak ada tempat bagi teman teman," imbuhnya.
Meski demikian, Supratman menegaskan agar semua kader PDIP di Lumajang untuk tidak ikut serta dalam proyek MBG, apapun alasannya. Sebab hal itu telah dilarang keras oleh Ketum.
"Harus tegak lurus, loyalitas tanpa batas kepada ketua umum dan DPP," pungkasnya.
(Imam Nawawi/TribunJatimTimur.com)