TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso – Liburan sekolah telah usai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali didistribusikan.
Mulai 13 Juli 2026 besok, distribusi MBG di Bondowoso akan dilakukan oleh Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).
Menurut Koordinator SPPG Kabupaten Bondowoso, Milla Afriana Agustina, tidak semua dapur akan mulai mendistribusikan MBG besok.
Masih ada beberapa dapur yang terkena skorsing (suspend) karena perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) belum selesai.
Baca juga: Bondowoso Usulkan Tol Probolinggo-Besuki Dibuka Sementara Saat Perbaikan Jalur Pantura
Namun, ia hanya mengatakan bahwa dapur yang terkena suspend masih sama dengan yang dulu.
"Besok sudah mulai distribusi, ada beberapa yang masih suspend," jelasnya.
Menurut Achmad, seorang relawan SPPG di Kecamatan Grujugan, relawan di dapurnya sudah mulai beraktivitas sejak Jumat kemarin (10/7/2026), yakni melakukan general cleaning (pembersihan massal).
"Iya, kita general cleaning," ungkapnya.
Ia menyambut antusias kembalinya penyaluran MBG.
Sebab, salah satu sumber pendapatannya adalah dengan bekerja di SPPG tersebut.
"Kemarin saya kerja serabutan untuk mengisi tiga minggu libur," jelasnya.
Abu Rizal Yunan, Mitra SPPG Cindogo 2 Kecamatan Tapen, mengatakan general cleaning ini dilakukan di semua sudut dapur SPPG mengingat libur yang cukup lama, sementara karyawan yang masuk hanya empat orang.
Di sisi lain, pihaknya juga melakukan uji coba (trial) memasak 55 porsi makanan. Tujuannya untuk memeriksa kondisi peralatan memasak di dapur SPPG.
"Kita upgrade semua peralatan kalau di dapur kami. Upgrade-nya itu alat dapur. Jika ada yang patah, ya kita ganti yang baru," ujarnya.
Diakui Rizal, untuk jumlah penerima manfaat memang diperbarui melalui komunikasi dengan Person in Charge (PIC) sekolah-sekolah.
Hal ini mengingat di tahun ajaran baru, ada siswa yang sudah lulus maupun siswa baru yang masuk.
"Jumlah 2.100 itu tidak hanya anak sekolah, tapi juga ditambah dengan 3B," terangnya.
Menurut Rizal, antusiasme relawannya memang luar biasa.
Bahkan beberapa hari lalu relawan sudah riuh menanyakan jadwal pelaksanaan MBG.
"Mulai sore per hari ini tim persiapan sudah masuk," pungkasnya.
Pada April 2026 lalu, tercatat ada 69 dapur yang berjalan di Bondowoso.
Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 3.100 orang bekerja di dapur-dapur tersebut, dengan rata-rata pekerja sekitar 50 orang per dapur.
Jumlah pekerja ini diperkirakan masih terus bertambah, mengingat jumlah SPPG juga terus bertambah.
(Sinca Ari Pangistu/TribunJatimTimur.com)