TRIBUNGORONTALO.COM - Dunia komedi tanah air kembali diselimuti duka. Simson Rarameha atau dikenal Temon Templar mengembuskan napas terakhirnya.
Kepergian sang pelawak ikonik yang begitu mendadak ini tidak hanya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, tetapi juga menyisakan ruang hampa bagi jutaan pencinta humor di Indonesia yang tumbuh bersama banyolan-banyolan segarnya.
Melansir dari Kompas.com, kabar meninggalnya Temon tersebar luas di media sosial pada Minggu pagi (12/7/2026).
Sang komedian legendaris dilaporkan wafat pada pukul 08.42 WIB akibat serangan jantung mendadak.
Temon memiliki riwayat hipertensi yang diidapnya selama ini berdasarkan konfirmasi resmi dari pihak manajemen.
Jenazah Temon disemayamkan di Kompleks Polri Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Bagi generasi yang tumbuh di era 2000-an, nama Temon adalah garansi tawa.
Karakter jenaka yang melekat erat pada dirinya tidak pernah bisa dipisahkan dari tandem sejatinya, Abdel Achrian.
Keduanya mulai terkenal lewat sitkom televisi nasional, Abdel dan Temon.
Baca juga: Pesan Haru Bupati Gorontalo Sofyan Puhi di Makam Rachmat Gobel: "Kami Akan Selalu Rindu Sosokmu"
Pria bernama asli Simson Rarameha Ngadang ini lahir di Jakarta pada 28 Desember 1966.
Ia tercatat pernah menuntut ilmu di SMA Negeri 3 Jakarta sebelum akhirnya melangkah ke jenjang pendidikan tinggi di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Kendati memiliki bekal keilmuan untuk menjadi seorang psikolog, panggilan jiwanya terhadap seni pertunjukan terbukti jauh lebih kuat.
Langkah awalnya di industri kreatif dimulai bukan dari depan layar kaca, melainkan dari balik mikrofon siaran radio pada tahun 1992.
Puncak popularitasnya kemudian meledak ketika ia dipertemukan dengan Abdel Achrian, menciptakan sebuah duet komedi yang memiliki dinamika luar biasa.
Karakter Temon yang digambarkan sedikit lugu, keras kepala, namun penuh kejutan, berpadu sempurna dengan Abdel yang bertindak sebagai pelurus alur cerita (straight man).
Kombinasi unik ini terbukti menjadi formula emas yang memikat jutaan pemirsa di seluruh pelosok negeri.
Gaya banyolan mereka yang organik, minim kepura-puraan, dan sangat membumi membuat program-program yang mereka bintangi selalu dinanti oleh keluarga Indonesia setiap harinya.
Kemitraan legendaris antara Abdel dan Temon menjelma menjadi berbagai program serial komedi yang sukses mendominasi rating televisi di era 2008.
Beberapa di antaranya yang sangat membekas di hati pemirsa adalah Abdel dan Temon Bukan Superstar, yang kemudian dilanjutkan dengan sekuel Abdel dan Temon Masih Bukan Superstar.
Tidak berhenti di situ, eksistensi mereka juga terus berlanjut lewat judul Bukan Abdel dan Temon Biasa hingga proyek nostalgia dalam Abdel dan Temon Reunian.
Keberhasilan di ranah layar kaca membuka peluang bagi Temon untuk mengeksplorasi kemampuan seni perannya di industri sinema layar lebar.
Sepanjang perjalanannya di dunia akting, ia telah terlibat dalam berbagai judul film nasional yang sukses secara komersial, seperti:
- Setannya Kok Masih Ada (2011)
- Operation Wedding (2013)
- Epen Cupen The Movie (2015)
- Comic 8: Casino Kings Part 1 (2015).
Wajahnya yang familier juga sempat menghiasi megaproyek Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016) serta film bertema keluarga KNK: Santa Claus dari Jakarta? (2021).
Selain berakting, loyalitasnya pada dunia hiburan juga dibuktikan dengan mencoba peruntungan di bidang tarik suara lewat perilisan sebuah lagu bertajuk "Raja Disko" pada tahun 2014 silam.
Di balik gemerlap panggung hiburan dan tawa yang kerap dihadirkannya, kehidupan domestik Temon menyimpan cerita tersendiri yang jarang terungkap ke permukaan.
Sang pelawak pernah membagikan kisah personalnya bahwa ia telah melalui proses pernikahan sebanyak enam kali dan dianugerahi sembilan orang anak dari perjalanan hidupnya tersebut.
Walaupun detail kehidupan pribadinya cenderung jauh dari sorotan kamera dan gosip media massa, Temon tetap mampu menjaga fokusnya untuk terus melahirkan karya-karya kreatif bagi publik.
Dedikasi tingginya terhadap dunia hiburan terus membara hingga akhir hayatnya, sebelum akhirnya sang seniman multitalenta ini mengembuskan napas terakhir pada hari Minggu, 12 Juli 2026 akibat serangan jantung. (*)