Sasar 140 Titik, AS Gelar Operasi Militer Terbesar Gempur Jantung Iran
Darwin Sijabat July 12, 2026 03:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Eskalasi bersenjata di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran mencapai klimaksnya. 

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) resmi mengumumkan keberhasilan mereka dalam menyelesaikan gelombang ketiga operasi udara masif dengan membombardir sekitar 140 lokasi strategis yang tersebar di berbagai wilayah kedaulatan Iran. 

Washington mengklaim aksi ini sebagai salah satu operasi militer terbesar terhadap Teheran sejak konflik bersenjata kembali meletus beberapa pekan terakhir.

Gedung Putih menegaskan bahwa ofensif udara berskala besar ini merupakan balasan langsung atas aksi agresif Iran yang menyerang sebuah kapal kontainer komersial berbendera Siprus saat melintasi Selat Hormuz. 

Berdasarkan rilis resmi CENTCOM, gelombang serangan pamungkas tersebut diluncurkan pada Minggu (12/7/2026) pukul 23.15 GMT atau sekitar dini hari waktu Teheran, atas instruksi dan arahan langsung dari Presiden AS Donald Trump.

Meski Pentagon belum merinci koordinat pasti titik-titik yang dihantam bom, laporan mendalam Al Jazeera mengindikasikan bahwa jet-jet tempur AS menyasar elemen vital pertahanan Iran. 

Target operasi diduga meliputi fasilitas peluncuran rudal dan drone, pangkalan Angkatan Laut, gudang penyimpanan amunisi, jaringan komunikasi sandi militer, hingga sistem radar pengawasan pantai yang digunakan Teheran untuk memonitor lalu lintas Selat Hormuz.

Secara akumulatif, CENTCOM membeberkan bahwa sepanjang operasi militer tiga malam berturut-turut pada pekan ini, pasukan AS telah sukses melumpuhkan lebih dari 300 target strategis di dalam teritorial Iran.

Misi Melemahkan Militer Iran

Operasi pembersihan ini sengaja dirancang Washington untuk melumpuhkan secara total kemampuan militer Iran dalam mengganggu koridor pelayaran internasional, sekaligus memberikan efek jera agar tidak ada lagi serangan terhadap armada sipil maupun kapal dagang dunia.

Baca juga: Intelijen Israel Bocorkan Rencana Iran Bunuh Trump, Selat Hormuz Ditutup

Baca juga: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Tragis, Mahfud MD Sebut Bisa Hukuman Mati

"Amerika Serikat memberikan kerugian besar dengan terus melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi selat tersebut," bunyi pernyataan resmi komando CENTCOM.

Sikap pantang mundur Washington ini menegaskan komitmen AS untuk menggunakan kekuatan militer penuh demi menjaga stabilitas pasokan energi global di Selat Hormuz. 

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, memberikan peringatan keras bahwa gempuran rudal ini adalah risiko yang harus ditanggung Teheran akibat nekat mengacaukan keamanan Teluk.

"Iran membuat pilihan yang buruk. Sekarang mereka membayar akibatnya," tegas Hegseth.

Ledakan Guncang Tiga Provinsi Strategis Iran

Di tengah meningkatnya eskalasi konflik, ledakan dilaporkan mengguncang sedikitnya tiga provinsi strategis di Iran yang berada di sepanjang pesisir Teluk Persia hingga wilayah yang menghadap langsung ke Selat Hormuz.

Di Provinsi Bushehr, ledakan terdengar di Kota Bushehr, Kangan, Deyr, dan Asalouyeh.

Media Iran melaporkan sejumlah fasilitas militer dan ekonomi menjadi sasaran serangan, termasuk pangkalan militer di Deyr.

Wilayah Bushehr mendapat perhatian khusus karena menjadi lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir utama Iran. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan pada fasilitas tersebut maupun dampaknya terhadap operasional pembangkit.

Gelombang ledakan juga dilaporkan terjadi di Kota Jask dan Sirik yang berada di pesisir Laut Oman dan menghadap langsung ke Selat Hormuz.

Kedua wilayah tersebut memiliki posisi strategis karena menjadi titik pengawasan utama terhadap lalu lintas kapal internasional yang melintasi jalur perdagangan energi dunia.

Baca juga: Trump Ancam Tembakkan 1.000 Rudal Jika Iran Nekat Coba Membunuhnya

Baca juga: Awal Mula Oknum Polisi Dilaporkan Istri ke Propam: Kepergok Bareng Pegawai Kejaksaan

Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya 10 ledakan terdengar di Jask dalam waktu singkat.

Sementara itu, di Bandar Abbas, kota pelabuhan terbesar Iran di wilayah selatan, ledakan kembali terdengar selama tiga hingga empat malam berturut-turut.

Situasi serupa juga terjadi di Konarak dan Chabahar di tenggara Iran. Chabahar merupakan salah satu pelabuhan terpenting Iran yang menjadi pintu perdagangan menuju Samudra Hindia.

Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, juga melaporkan dua ledakan tambahan di sejumlah kota pelabuhan di Provinsi Hormozgan.

Selain itu, ledakan dilaporkan terjadi di Imamzadeh Shah Abdulla yang berada di perbatasan Provinsi Khuzestan dan Bushehr.

Iran Balas Serang Negara-Negara Teluk

Di tengah meningkatnya tekanan militer dari Amerika Serikat, Iran memilih untuk membalas dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer di kawasan Teluk yang dinilai mendukung operasi Washington terhadap Teheran.

Beberapa negara yang dilaporkan menjadi sasaran serangan tersebut antara lain Qatar, Bahrain, dan Kuwait yang selama ini diketahui memiliki hubungan pertahanan dan kerja sama militer dengan Amerika Serikat.

Pemerintah Iran menuding negara-negara tersebut telah memberikan dukungan logistik maupun fasilitas militer yang digunakan untuk mendukung operasi serangan Amerika Serikat ke wilayah Iran.

Meski demikian, Teheran menegaskan bahwa serangan yang dilakukan tidak ditujukan kepada warga sipil maupun kawasan permukiman penduduk.

Iran menyatakan seluruh operasi militer hanya diarahkan pada fasilitas dan infrastruktur militer yang dianggap memiliki keterkaitan langsung dengan serangan terhadap wilayahnya.

Menurut pemerintah Iran, langkah tersebut merupakan bentuk respons terhadap ancaman keamanan yang berasal dari luar wilayahnya sekaligus upaya untuk mencegah terjadinya serangan lanjutan terhadap kepentingan nasional Iran.

Baca juga: Nadzira Shafa Kenang Ameer Azzikra, Curhat Soal Jodoh dan Kerinduan yang Belum Usai

Baca juga: Eks Wakapolri Sentil Kasus Roy Suryo-Dokter Tifa: Cacat Sejak dalam Kandungan

Baca juga: Praktisi Hukum Jambi Soroti Penetapan Febrie Adriansyah sebagai Tersangka

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.