Kemenangan dramatis Inggris 2-1 atas Norwegia melalui perpanjangan waktu di perempat final Piala Dunia FIFA 2026 menghadirkan banyak sorotan di lapangan, namun satu momen di tribun penonton juga memicu reaksi besar di dunia maya. Presiden FIFA, Gianni Infantino, terlihat duduk berdampingan dengan Putra Mahkota Norwegia, Haakon Magnus, sepanjang pertandingan di Miami, yang membuat sejumlah pendukung Inggris mempertanyakan apakah pemandangan tersebut pantas mengingat beberapa keputusan wasit yang menuai kontroversi.
Gambar-gambar tersebut dengan cepat menyebar di media sosial, dengan sebagian penggemar mempertanyakan pengaturan tempat duduk itu dalam konteks kepemimpinan wasit yang dianggap meragukan. Meskipun menimbulkan spekulasi di dunia maya, pengaturan tersebut sebenarnya merupakan bagian dari protokol resmi acara, di mana bangsawan Norwegia ditempatkan bersama presiden FIFA.
Gambar dari area VIP memicu reaksi daring. Saat kamera televisi beberapa kali menyorot area VIP FIFA selama pertandingan perempat final antara Inggris dan Norwegia, penonton menyadari bahwa Infantino duduk di samping Putra Mahkota Haakon Magnus.
Di belakang presiden FIFA tampak beberapa legenda sepak bola ternama, termasuk bintang Brasil Ronaldo Nazário dan Kaká, legenda Italia Alessandro Del Piero, serta mantan kapten Brasil, Cafu.
Namun, kehadiran Haakon di samping Infantino—bukan deretan ikon sepak bola di belakang mereka—yang justru menjadi pusat perhatian dan perbincangan di dunia maya.
Seorang pendukung menulis di platform X: “Infantino duduk di sebelah tamu istimewanya — hanya Pangeran Norwegia. Tidak ada keberpihakan sama sekali, tentu saja.”
Pendukung lain menambahkan: “Masalah terbesar saya dengan pertandingan ini adalah kepala FIFA duduk bersama keluarga kerajaan Norwegia menonton pertandingan.”
Komentar ketiga berbunyi: “Infantino seharusnya tidak duduk bersama Putra Mahkota Norwegia, tentu saja.”
Beberapa penonton juga mengaitkan pengaturan tempat duduk itu dengan sejumlah keputusan penting dalam pertandingan, terutama setelah penalti Inggris di babak perpanjangan waktu dibatalkan oleh VAR dan gol Norwegia di babak kedua dianulir akibat pelanggaran oleh Erling Haaland dalam proses serangan.
Mengapa Infantino duduk bersama Pangeran Haakon
Meski ramai spekulasi di dunia maya, tidak ada indikasi bahwa posisi duduk Infantino merupakan hal yang tidak biasa atau tidak pantas.
Sebagai presiden FIFA, Infantino secara rutin menjadi tuan rumah bagi kepala negara, anggota keluarga kerajaan, pejabat pemerintah, serta tamu kehormatan lainnya dalam pertandingan Piala Dunia.
Putra Mahkota Haakon hadir dalam kapasitas resminya sebagai perwakilan Norwegia pada salah satu pertandingan terbesar negaranya dalam beberapa dekade terakhir, ketika tim asuhan Ståle Solbakken tampil di perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998.
Menempatkan bangsawan Norwegia di samping presiden FIFA merupakan bagian dari protokol diplomatik standar bagi penyelenggara turnamen dan tidak menunjukkan adanya campur tangan dalam keputusan pertandingan atau kepemimpinan wasit.
Inggris tetap melaju ke semifinal
Terlepas dari reaksi daring terkait kemunculan Infantino bersama Pangeran Haakon, hasil pertandingan tetap berpihak kepada Inggris.
Norwegia sempat memimpin lebih dulu melalui Andreas Schjelderup sebelum Jude Bellingham menyamakan kedudukan di masa tambahan waktu babak pertama. Gelandang Real Madrid itu kemudian mencetak gol kemenangan di awal perpanjangan waktu, memastikan kemenangan 2-1 dan membawa tim asuhan Thomas Tuchel melaju ke semifinal Piala Dunia.
Infantino tetap menjadi sosok sentral sepanjang turnamen, sementara FIFA menghadapi sorotan tajam atas sejumlah kontroversi kepemimpinan wasit, termasuk keputusan untuk menangguhkan hukuman kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, setelah banding yang kabarnya melibatkan Presiden AS Donald Trump yang menghubungi presiden FIFA tersebut. Meskipun berbagai isu itu membuat badan sepak bola dunia berada dalam pengawasan ketat, tidak ada bukti bahwa keputusan Infantino untuk menjamu Putra Mahkota Norwegia di perempat final memiliki pengaruh terhadap kemenangan Inggris tersebut.