Wawali Tarakan Optimis Sekolah Rakyat Segera Pindah ke Gedung Baru, Listrik dan Air Sudah Siap
Amiruddin July 12, 2026 03:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, memastikan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 59 Kota Tarakan segera menempati gedung permanen di Tarakan Utara,  dalam waktu dua bulan target pemindahan.

Meski pembangunan sempat mengalami keterlambatan dari target awal, Ibnu Saud menegaskan berbagai fasilitas utama yang menjadi syarat operasional sudah siap digunakan, sehingga proses pemindahan diyakini dapat segera dilaksanakan.

"Kalau kita di Tarakan kan sudah lihat gedungnya.

Akan pindah tidak sampai 60 hari lagi.

Kita lihat nanti bagaimana keajaiban-keajaiban itu terjadi di tahun-tahun yang akan datang," kata Ibnu Saud Is, kepada TribunKaltara.com, Minggu (12/7/2026).

Ia mengatakan, progres pembangunan gedung baru telah diperiksa langsung oleh pemerintah.

Meskipun penyelesaian fisik sempat molor dari jadwal semula, kondisi tersebut tidak menjadi kendala karena fasilitas utama sudah tersedia.

"Mereka kan sudah cek.

Memang agak terlambat, seharusnya 14 Juli tadi.

Terlepas dari molornya waktu, yang paling penting beberapa fasilitas utama sudah bisa digunakan.

Sisanya seperti taman dan fasilitas pendukung lainnya bisa diselesaikan sambil berjalan," ujar Ibnu Saud.

Baca juga: Siswa dan Siswi Tampilkan Bakat di Open House Sekolah Rakyat Tarakan, Buktikan Bisa Berprestasi

Ibnu menjelaskan, kesiapan sebuah sekolah berasrama tidak hanya ditentukan oleh rampungnya bangunan utama, tetapi juga kesiapan sarana pendukung seperti jaringan listrik, air bersih dan akses menuju lokasi.

Menurut Ibnu Saud, seluruh aspek tersebut kini telah tersedia.

"Kalau sekarang fisiknya sudah selesai.

Memang saluran pendukung pasti masih ada yang disempurnakan.

Tapi listrik sudah masuk.

Itu sangat menentukan.

Percuma gedungnya sudah lengkap kalau listrik belum ada, karena anak-anak tinggal di asrama, menggunakan AC dan berbagai peralatan listrik," jelas Ibnu Saud.

Selain listrik, kata dia, penyediaan air bersih hingga akses menuju kawasan sekolah juga telah dipastikan siap mendukung operasional.

"Yang dimaksud siap itu bukan hanya proyek gedungnya selesai, tetapi bagaimana listriknya, jalannya, aksesibilitasnya, termasuk airnya.

Nah, itu sudah masuk semua," kata Ibnu Saud.

Ia optimistis seluruh penyelesaian akhir pembangunan dapat dituntaskan sesuai target.

"Kalau untuk persentase fisiknya saya memang tidak tahu persis.

Tetapi sampai September diyakini sudah 100 persen," ujar Ibnu Saud

Ibnu menilai, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan investasi besar pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ia menyebut pembangunan Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia menghabiskan anggaran sekitar Rp250 miliar, sehingga manfaatnya harus benar-benar dirasakan masyarakat.

Menurut Ibnu, Sekolah Rakyat dipastikan menjadi sekolah unggulan, meski diperuntukkan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin, sesuai kriteria yang ditetapkan pemerintah.

"Ini sudah pastinya sekolah unggul.

Bayangkan saja, di mana ada sekolah di Tarakan yang dibangun dengan nilai puluhan miliar seperti ini.

Tetapi memang diperuntukkan bagi masyarakat yang sangat miskin.

Kalau tidak masuk kategori itu memang tidak bisa diterima," jelas Ibnu Saud.

Ia membandingkan konsep tersebut dengan Sekolah Garuda yang berbasis prestasi, serta Sekolah Nasional Terintegrasi, yang rencananya juga akan dibangun di Tarakan.

Menurut Ibnu Saud, Sekolah Nasional Terintegrasi nantinya terbuka bagi seluruh masyarakat, namun hanya untuk penduduk daerah setempat.

Baca juga: Kerap Kali Bolos, Sejak di Sekolah Rakyat Tarakan Miska Paling Senang Belajar daripada Libur

"Nanti ada lagi Sekolah Nasional Terintegrasi di Mamburungan.

Itu boleh untuk semua masyarakat, tetapi syaratnya harus penduduk di daerah tersebut. 

Jadi berbeda dengan Sekolah Garuda yang berbasis prestasi, dan siswanya bisa berasal dari berbagai daerah di Indonesia," terang Ibnu Saud.

Ibnu berharap Tarakan kembali menjadi daerah pertama di Kalimantan Utara yang memperoleh berbagai program pendidikan unggulan dari pemerintah pusat.

"Harapannya setiap kabupaten dan kota nanti memiliki sekolah seperti ini.

Tetapi untuk saat ini Tarakan lebih dulu mendapatkan Sekolah Rakyat, dan juga direncanakan Sekolah Nasional Terintegrasi.

Mudah-mudahan ini semakin memperkuat kualitas pendidikan di Kota Tarakan," pungkas Ibnu Saud. 

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.