TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN - Kontingen Gerakan Pramuka Kabupaten Sorong Selatan terus mematangkan persiapan menjelang keberangkatan ke Jambore Nasional (Jamnas)l XII di Cibubur, Jakarta.
Jamnas XII akan dibuka pada 14 Agustus bertepatan dengan Hari Pramuka dan berlangsung hingga 20 Agustus.
Sebanyak 32 peserta dari 15 Gugus Depan (Gudep) menjalani pemusatan latihan dan perkemahan selama empat hari di halaman rumah dinas Bupati Sorong Selatan sebagai tahapan akhir sebelum dilepas menuju titik kumpul di Kota Sorong.
Selama mengikuti perkemahan, peserta menjalani pengujian Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK).
Sekretaris Kwartir Cabang (Kwarcab) 3503 Sorong Selatan Syahril Ramadhan mengatakan metode perkemahan dipilih agar peserta terbiasa hidup mandiri sekaligus bekerja sama dalam tim.
Baca juga: Kwarda Papua Barat Daya Pastikan Kesiapan Jelang Jamnas XII, 500 Peserta Siap Berangkat
Baca juga: Senam Pagi hingga Lomba Masak, Jambore Kader Posyandu Kota Sorong Ajak Tingkatkan Keterampilan
“Saat ini progres persiapan peserta telah mencapai sekitar 80 persen,” katanya, Sabtu (11/7/2026).
Kwarcab telah menyiapkan seluruh dokumen fisik yang nantinya akan diverifikasi kembali saat registrasi ulang di Cibubur.
"Perlengkapan juga sudah kami pesan dan sedang dilengkapi agar saat berangkat semuanya sudah siap," katanya.
Berbagai materi diberikan kembali secara bertahap guna memperkuat kemampuan teknis maupun keterampilan kepramukaan.
"Untuk mental mereka sudah siap. Fisiknya juga memungkinkan untuk berangkat. Sekarang tinggal penyempurnaan materi dan latihan-latihan terakhir," ujar Syahril.
Pantauan TribunSorong.com di lokasi pelatihan, di bawah pepohonan, sejumlah peserta duduk berkelompok mengikuti pengujian Syarat Kecakapan Khusus (SKK). Sebagian peserta memasak secara bergiliran di tenda dapur.
Salah satu peserta, Mira dari SD Inpres 138 Wardik, mengaku tidak menyangka bisa terpilih jadi peserta kontingen Sorong Selatan ke Jambore Nasional.
Ia memang aktif kegiatan Pramuka di Gudepnya. Baginya, kesempatan tersebut akan menjadi pengalaman pertama yang sangat berharga.
“Waktu di karantina kita sudah dilatih baris-berbaris, tali-temali juga. Kalau di perkemahan ini kami ada ujian-ujian, yel-yel, latihan tarian adat Papua,” ujar Mira. (Tribunsorong.com/astri)