Nyaris 2 Jam Tanpa Henti di JMP Ambon, Konvoi Pendukung La Albiceleste Rayakan Kemenangan
Mesya Marasabessy July 12, 2026 03:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon seketika menjadi panggung raksasa, tempat ribuan pendukung Timnas Argentina menumpahkan kegembiraannya, Minggu (12/7/2026).

Nyaris dua jam lamanya, sejak siang hingga menjelang sore, konvoi tak pernah benar-benar berhenti. JMP menghadirkan lautan biru-putih yang membentang sejauh mata memandang. 

Inilah keramaian euforia pendukung Argentina di Ambon setelah kemenangan tim yang berjuluk La Albiceleste atas Swiss dengan skor 3-1 di babak perempat final Piala Dunia 2026. 

Tepat pukul 12.50 WIT, suara klakson mulai memecah suasana di berbagai sudut di Kota Ambon. 

Dari berbagai penjuru, para pendukung Argentina bergerak menuju Jembatan Merah Putih, membawa bendera, syal, Jersey, hingga ornamen Piala Dunia.

Semakin siang, arus kendaraan kian sulit diputus. 

Ribuan sepeda motor mengular memenuhi dua sisi lajur jalan jembatan ikonik Kota Ambon itu.

Sementara kibaran ratusan bendera Argentina berbagai ukuran terus menari, mengikuti hembusan angin Teluk Ambon. 

Baca juga: Fans Kapten Timnas Lionel Messi, Anak Kecil di Kota Ambon Bawa Replika Trofi Piala Dunia saat Konvoi

Baca juga: 1 Jam Konvoi Kemenangan, Pendukung Argentina di Masohi Optimis Albiceleste Mengulang Sejarah

Dari kejauhan, warna biru langit yang mendominasi konvoi berpadu dengan megahnya pilar merah JMP, menciptakan panorama yang begitu memukau. 

Yang membuat perayaan kali ini terasa istimewa ialah durasinya. 

Konvoi berlangsung hampir dua jam tanpa jeda, di terik matahari hingga  pukul  14.25 WIT. 

Bahkan ketik sebagian rombongan mulai meninggalkan kawasan jembatan, gelombang pendukung masih ada yang berdatangan. 

Arus kendaraan tak pernah benar-benar putus. 

Di tengah lautan manusia, berbagai ekspresi kegembiraan muncul. 

Seorang pendukung mengenakan kostum kelinci lengkap dengan jubah bendera Argentina menjadi magnet perhatian. 

Tak jauh darinya, seorang suporter berdiri tegak di tengah kerumunan sambil mengangkat tinggi replika trofi Piala Dunia. Simbol harapan bahwa Argentina hanya tinggal dua langkah lagi untuk kembali menguasai turnamen bergengsi internasional. 

Ada juga kostum Spiderman dan power ranger warnai konvoi kemenangan Argentina. 

Sorak sorai pecah. Klakson bersahutan, diselingi lagu-lagu Piala Dunia, dan tak sedikit teriakan Argentina, Argentina, Argentina. 

Untuk kemenangan Argentina sendiri, tak diraih dengan mudah. 

Menghadapi Swiss di babak perempat final, juara bertahan itu harus bekerja keras hingga babak perpanjangan waktu sebelum memastikan kemenangan 3-1. 

Pertandingan berlangsung dramatis sejak menit awal hingga peluit panjang dibunyikan. 

Argentina membuka keunggulan pada menit ke-10 melalui sundulan Alexis Mac Allister yang memanfaatkan sepak pojok akurat dari Lionel Messi. 

Namun, Swiss tak menyerah begitu saja. Mereka menyamakan kedudukan pada menit ke-67 lewat penyelesaian Dan Ndoye, membuat pertandingan kembali terbuka. 

Situasi berubah lima menit berselang setelah Breel Embolo diganjar kartu merah pada menit ke 72 sehingga Swiss harus bermain dengan 10 orang. 

Keunggulan jumlah pemain baru benar-benar dimanfaatkan Argentina pada babak tambahan waktu. 

Julian Alvarez mencetak gol spektakuler pada menit ke 112 sebelum Lautaro Martinez memastikan kemenangan lewat gol pada menit 121 diakhir babak tambahan waktu. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.