BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Krisis air bersih mulai membayangi warga Kota Banjarmasin, khususnya di wilayah Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Selatan.
Efek kemarau panjang, pasokan air baku dari irigasi Riam Kanan mendadak surut drastis, hingga menyentuh level nol dalam dua hari terakhir.
Berkurangnya debit air baku itu, berdampak pada penurunan distribusi air ke dua kawasan tersebut.
Kondisi ini membuat PAM Bandarmasih terpaksa memutar otak demi menjaga kelancaran distribusi ke pelanggan.
Imbas hal itu, Direktur Utama (Dirut) PAM Bandarmasih, Zulbadi pun melakukan peninjauan sistem produksi di IPA II Pramuka, Sabtu (11/7/2026) malam.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan kelancaran distribusi air bersih, kepada masyarakat Kota Banjarmasin, khususnya yang ada di kawasan Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Selatan.
Zulbadi mengungkapkan, kondisi kemarau tahun ini di luar prediksi. Biasanya, irigasi Riam Kanan tetap bisa diandalkan meski memasuki musim kemarau.
Sebagai langkah darurat, PAM Bandarmasih kini mengalihkan pengambilan air baku ke Intake Sungai Tabuk.
Baca juga: Imbas Bau Pesing, Pemko Banjarmasin Gotong Royong Bersihkan Siring Tendean dan Nol Kilometer
"Untuk sementara kami ambil dari sana (Intake Sungai Tabuk) untuk memenuhi kebutuhan air baku, meski jumlahnya belum memenuhi target yang kita harapkan," jelasnya.
Saat ini, target aman untuk produksi air bersih adalah 5.800 meter kubik per jam. Namun, pihak PAM Bandarmasih baru bisa mengumpulkan separuh dari target tersebut.
Kondisi kemarau yang sedang berlangsung saat ini, membuat kondisi sungai menjadi surut, dan air di pematang atau irigasi dari riam kanan menjadi kering. Sehingga berdampak terhadap kuantitas distribusi air bersih kepada pelanggan.
Kendati demikian, pihaknya berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kuantitas distribusi ke pelanggan, salah satunya dengan cara memaksimalkan air baku dari sungai tabuk.
“Mulai dari dua yang lalu sudah mulai ada mengalami kenaikan, meski belum mencapai target yang diharapkan,” tutur Zulbadi.
Meski kuantitas mengalami penurunan, pihaknya tetap memastikan kalau kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat tetap dalam kondisi yang layak untuk dikonsumsi.
Ia berharap semoga kondisi ini bisa segera membaik, sehingga PAM Bandarmasih bisa mendapatkan sumber air dari semua sumbernya, dengan kuantitas dan kualitas sesuai dengan standar yang ditetapkan. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)