Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, mengadakan selamatan sederhana bersama warga dan penggiat budaya, di area bangunan Tugu Koperasi, Minggu (12/7/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati hari Koperasi Nasional yang jatuh pada 12 Juli 2026.
Kegiatan siang itu diisi dengan doa bersama dan makan nasi liwet beralasan daun pisang menjadi simbol penguatan ekonomi kerakyatan dari akar rumput.
Bahkan tidak nampak kemewahan untuk peringati Hari Koperasi Nasional 2026 ini, tapi lewat makan nasi liwet dan doa bersama menjadi simbol kebersamaan.
Selain itu, Tugu Koperasi Indonesia di Kota Tasikmalaya merupakan monumen bersejarah yang menandai pelaksanaan Kongres Koperasi Pertama pada tanggal 12-14 Juli 1947.
Baca juga: Luka Menalo Ungkap Rasa Bangga Bisa Bergabung Dengan Persib: Sebuah Kehormatan
Peristiwa bersejarah zaman dulu ini menjadi cikal bakal lahirnya gerakan koperasi modern di Indonesia.
"Alhamdulillah hari ini kita bisa makan nasi liwet dan doa bersama untuk peringati hari koperasi nasional. Karena tugu koperasi di tasikmalaya menjadi simbol cikal lahirnya gerakan koperasi," ucap Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra Negara kepada TribunPriangan.com,
Alasan menggelar acara dengan sederhana, karena ingin menyatu kebersamaan sekaligus pengingat bagi semua elemen di Kota Tasikmalaya ada tugu koperasi.
"Saya khawatir saja, masyarakat, anak muda, terlewatkan tentang keberadaan koperasi sebelumnya. Banyak perayaan yang dilakukan, tapi tidak engeh terutama ada tugu koperasi pertama di kota Tasik," kata Diky.
Bahkan ada kekhawatiran, pejabat yang tidak tahu koperasi ada di kota Tasikmalaya.
"Karena ada keterbatasan anggaran segala macam, pemerintah kota tidak bisa mengadakan acara apapun di tugu koperasi ini. Tapi Alhamdulillah warga dan pihak lain bisa mengadakan syukuran yang membuat saya ini luar biasa," jelasnya.
Menurutnya acara yang dikemas dengan sederhana ini merupakan pengingat dan kebersamaan antar pihak.
"Mungkin ini sederhana, tapi dari sederhana itulah ada niat untuk mengenang pahlawan dan pejuang tugu koperasi," ungkap Diky.
Ia juga menegaskan, peringatan hari koperasi juga tidak menggunakan anggaran negara sepeserpun. Karena ini murni dari gerakan masyarakat dan pihak terkait.
"Saya bisa saja minta anggaran ke masing-masing kepala dinas, tapi itu ga mungkin, dan ini murni dorongan semua pihak bisa terselenggaranya selamat dengan sederhana," katanya. (*)