Gelombang Perairan Bengkulu Diprediksi Naik hingga 1,9 Meter pada 14 Juli 2026
Ricky Jenihansen July 12, 2026 03:54 PM

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Tinggi gelombang signifikan di Perairan Bengkulu diprediksi meningkat hingga mencapai 1,9 meter pada Selasa (14/7/2026).

Berdasarkan prakiraan cuaca maritim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang di Perairan Bengkulu pada Minggu (12/7/2026) berada pada kisaran 1,4 hingga 1,5 meter.

Tinggi gelombang kemudian diprediksi meningkat pada Senin (13/7/2026), dari 1,5 meter pada pukul 07.00 WIB menjadi 1,8 meter pada Selasa (14/7/2026) dini hari.

Gelombang diprediksi mencapai 1,9 meter pada Selasa mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB.

Setelah itu, tinggi gelombang diprediksi menurun menjadi 1,8 meter pada pukul 22.00 WIB dan bertahan hingga Rabu (15/7/2026) pukul 04.00 WIB.

Pada Rabu pukul 07.00 WIB, tinggi gelombang diprediksi kembali menurun menjadi 1,7 meter.

Berdasarkan klasifikasi BMKG, tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter termasuk dalam kategori sedang.

Jarak Pandang Kurang dari 1 Kilometer

Selain peningkatan tinggi gelombang, BMKG juga memprakirakan jarak pandang atau visibilitas di Perairan Bengkulu turun hingga kurang dari 1 kilometer.

Kondisi tersebut diprediksi terjadi pada Selasa (14/7/2026) pukul 07.00 WIB dan 10.00 WIB.

Pada pukul 13.00 WIB dan 16.00 WIB, visibilitas diprediksi meningkat menjadi 8 kilometer, kemudian menjadi 7 kilometer pada pukul 19.00 WIB dan 22.00 WIB.

Visibilitas pada Rabu (15/7/2026) diprediksi berada di angka 4 kilometer pada pukul 01.00 WIB dan 04.00 WIB, kemudian kembali turun menjadi kurang dari 1 kilometer pada pukul 07.00 WIB.

Sementara itu, kecepatan angin di Perairan Bengkulu pada periode 13-15 Juli 2026 diprediksi berada pada kisaran 4 hingga 12 knot.

Kecepatan angin tertinggi, yakni 12 knot, diprediksi terjadi pada Senin (13/7/2026) pukul 13.00 WIB dan 16.00 WIB.

Adapun hembusan angin atau wind gust diprediksi mencapai maksimal 18 knot pada sejumlah periode.

Arah angin didominasi dari timur dan tenggara.

Dinas Kelautan dan Perikanan Imbau Nelayan Utamakan Keselamatan

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bengkulu, Will Hopi, mengatakan keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi para nelayan sebelum memutuskan untuk melaut.

Menurutnya, nelayan perlu memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang di laut agar dapat meminimalkan risiko kecelakaan saat beraktivitas.

"Melalui peringatan dari BMKG ini, kami mengimbau kawan-kawan nelayan agar selalu berhati-hati. Sebelum melaut, lihat dulu kondisi cuaca. Kalau memang membahayakan, sebaiknya keberangkatan ditunda," kata Will Hopi kepada TribunBengkulu.com.

Ia menjelaskan, imbauan tersebut bukan untuk membatasi aktivitas nelayan, melainkan sebagai langkah antisipasi demi menjaga keselamatan para pencari ikan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Will mengakui aktivitas melaut menjadi sumber utama penghasilan masyarakat pesisir.

Namun, menurutnya, keselamatan jiwa harus tetap menjadi pertimbangan utama dibanding memaksakan diri melaut saat kondisi berbahaya.

"Kami memahami melaut merupakan mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, keselamatan tetap harus diutamakan," ujarnya.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.