Berita Populer di Kepahiang 6 - 12 Juli 2026: Ayah Setubuhi 2 Anak Kandung-Penemuan Mayat
Hendrik Budiman July 12, 2026 03:54 PM

Berikut rangkuman 5 berita populer selama sepekan terakhir: 

1. Ayah Diduga Setubuhi 2 Anak Kandung 

Polisi menangkap seorang pria berusia 52 tahun, warga Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu pada Kamis (2/7/2026), karena diduga menyetubuhi dua anak kandungnya yang masih di bawah umur. 

Kedua korban masing-masing berusia 17 tahun dan 12 tahun. 

Kasus Dilaporkan Orang Tua Korban
Kanit PPA Satreskrim Polres Kepahiang, Aiptu Dedi, mengatakan pengungkapan kasus bermula ketika ibu korban mendatangi Polres Kepahiang untuk melaporkan dugaan tindak pidana yang dialami kedua anaknya. 

Dedi mengungkapkan laporan tersebut berawal dari pengakuan pilu kedua korban kepada ibunya karena merasa takut dan tidak sanggup lagi menyimpan kejadian tersebut seorang diri. 

Aksi bejat ayah kandung terhadap kedua anak kandung tersebut telah berlangsung sejak 2018 hingga Januari 2026.  

Atas kejadian tersebut pelaku telah diamankan unit PPA Sat Reskrim Polres Kepahiang untuk dimintai keterangan lebih lanjut. 

2.Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas 

Masyarakat digegerkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki di aliran sungai Air Ketapang, Desa Kelilik, Kepahiang, pada Senin (6/7/2026).  

Berdasarkan pantauan TribunBengkulu.com di lokasi kejadian ramai warga yang melihat mayat yang sudah dalam kondisi membengkak dipenuhi belatung dan beraroma kurang sedap.  

Mayat laki-laki ini pertama kali ditemukan oleh warga setempat Zairin (55) saat akan menebang bambu di sekitaran aliran sungai Air Ketapang.  

Mendapati informasi tersebut pihaknya langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat tersebut.  

Selain itu sebelumnya juga belum ada warga yang melaporkan kehilangan keluarga di wilayah hukum polsek Kepahiang.  

Sementara melihat dari kondisi mayat yang belum diketahui identitas tersebut diperkirakan sudah lebih dari tiga hari.  

Atas penemuan tersebut jenazah langsung dibawa ke RSUD Kepahiang untuk di identifikasi lebih lanjut.  

3.  Kebakaran di Pasar Kepahiang, Seorang Lansia Tewas 

Peristiwa kebakaran menghanguskan sebuah rumah milik warga di Jalan Tunggal, Kelurahan Pasar Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, pada Selasa (7/7/2026). 

Dalam peristiwa tersebut, seorang lansia bernama Siti Khodijah (67) meninggal dunia setelah diduga terjebak di dalam rumah saat kobaran api melalap bangunan tempat tinggalnya. 

Korban Diduga Terjebak di Dalam Rumah
Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Kepahiang, Dedi Sukrizal, membenarkan adanya peristiwa kebakaran yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia tersebut. 

Menurut Dedi, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban tidak sempat menyelamatkan diri saat api membakar rumah. 

Harta Benda Ikut Hangus
Selain menelan korban jiwa, kebakaran juga menghanguskan harta benda dan barang berharga milik korban. 

Dedi menyebut keluarga korban hingga kini masih berusaha mencari emas milik korban dengan berat sekitar 20 gram yang belum ditemukan. 

Akibat peristiwa tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 300 juta. 

Penyebab Masih Diselidiki
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. 

Pihak kepolisian masih melakukan pendataan serta mengumpulkan berbagai informasi untuk mengetahui kronologi dan penyebab kebakaran tersebut.

4. Kuota Pupuk Subsidi Kepahiang Menyusut

Kuota alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Kepahiang pada 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Berdasarkan data yang dihimpun TribunBengkulu.com, jumlah usulan RDKK untuk pupuk bersubsidi di Kabupaten Kepahiang pada 2026 terdiri dari pupuk urea 1.140 ton, NPK 3.170 ton, dan pupuk organik 3.436 ton. 

Kuota Pupuk Bersubsidi 2026
Kepala Dinas Pertanian Kepahiang Taufik melalui Kabid Tanaman Pangan Exe Isvan Vandes mengungkapkan jumlah kuota alokasi pupuk bersubsidi di Kepahiang pada 2026. 

Dari sejumlah alokasi kuota pupuk subsidi tersebut, terjadi penurunan dibandingkan alokasi pada 2025. 

Exe mengungkapkan penyebab penurunan kuota alokasi pupuk subsidi dikarenakan serapan tahun sebelumnya yang kurang maksimal. 

5. Bupati Kepahiang Minta Ayah Antar Anak

Bupati Kepahiang, Zurdi Nata mengajak para ayah di Kabupaten Kepahiang untuk meluangkan waktu mengantar putra-putrinya pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2026/2027 yang dimulai pada Senin (13/7/2026). 

Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah sekaligus memperkuat peran ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak.  

Menurut Zurdi Nata, hari pertama sekolah merupakan momen penting bagi anak yang membutuhkan dukungan dan kehadiran orang tua, khususnya sosok ayah.  

Ia menilai, pada hari pertama sekolah anak-anak membutuhkan sosok yang paling mereka percaya untuk memberikan rasa aman dan semangat saat memasuki lingkungan belajar yang baru.  

Oleh sebab itu, Zurdi Nata mengajak seluruh ayah di Kabupaten Kepahiang untuk menyempatkan diri mengantar anak ke sekolah sebelum menjalankan aktivitas pekerjaan.  

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepahiang memberikan kebijakan khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki anak yang baru memasuki jenjang pendidikan.
 
Zurdi Nata menyebut ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepahiang diperbolehkan datang terlambat pada Senin (13/7/2026) agar dapat mengantar anaknya ke sekolah.  

Ia menegaskan bahwa pekerjaan memang penting dan merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan. Namun, ada momen-momen berharga dalam kehidupan anak yang tidak dapat diulang kembali.  

Nata juga memberikan motivasi kepada seluruh siswa yang akan memulai tahun ajaran baru agar belajar dengan sungguh-sungguh dan terus mengejar cita-cita.  

Ia mengingatkan bahwa peran orang tua tidak hanya sebatas mengantar anak ke sekolah, tetapi juga mengantarkan mereka menuju masa depan yang lebih baik. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.