Dari Senam hingga Geliat UMK, Nobar Bola Gembira Bawa Euforia Piala Dunia ke Lapangan Sumurboto
Cut Muhammad Habibi July 12, 2026 04:22 PM

SERAMBINEWS.COM - Euforia Piala Dunia 2026 semakin terasa di tengah masyarakat Kota Semarang.

TVRI Jawa Tengah bersama Pemerintah Kota Semarang menghadirkan kegiatan Senam Bersama dan Nobar Bola Gembira di Lapangan Sumurboto, Tembalang, Kota Semarang, Sabtu (4/7/2026) pagi.

Selain menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 secara bersama-sama, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai hiburan dan melibatkan pelaku usaha mikro kecil (UMK) di sekitar lokasi.

Baca juga: Video - Nobar Pildun di Tanjung Selor Bawa Berkah UMKM

Kepala Stasiun TVRI Jawa Tengah, Sanny Damanik mengatakan, kegiatan nobar menjadi salah satu upaya membawa kemeriahan Piala Dunia lebih dekat kepada masyarakat.

Menurutnya, khusus di Jawa Tengah terdapat ratusan titik penyelenggaraan nonton bareng yang ikut menghidupkan suasana pesta sepak bola dunia tersebut.

"Khusus untuk Provinsi Jawa Tengah ada di 588 titik. Tapi memang ada yang tidak setiap hari, namun kita juga ikut menggerakkan. Seperti hari ini kita bareng untuk Kelurahan Sumurboto karena memang untuk nobar itu sebenarnya kita harus lebih dekat kepada masyarakat," kata Sanny di sela kegiatan.

Ia menyebut antusiasme warga dalam mengikuti rangkaian acara Bola Gembira cukup tinggi.

Baca juga: VIDEO - Kuliner Nasional Ramaikan Nobar Pildun di Lampung

Dalam kesempatan tersebut, penyelenggara menyajikan dua laga babak 32 besar Piala Dunia, yakni laga Argentina kontra Cape Verde yang dimulai pukul 05.00 serta laga Kolombia versus Ghana yang dimulai pukul 08.00.

Pantauan TribunJateng, puluhan masyarakat memadati area nobar.

Terutama saat laga Argentina kontra Cape Verde, banyak di antaranya merupakan pendukung Argentina. Mereka sempat dibuat harap-harap cemas ketika Cape Verde memaksa pertandingan berlangsung hingga babak perpanjangan waktu. Pada akhirnya para penonton lega sebab Argentina mampu mencetak gol sehingga skor akhir berubah menjadi 3-2.

Tak hanya menonton pertandingan, masyarakat juga diajak mengikuti sejumlah permainan dan kegiatan yang membuat suasana semakin meriah.

Pasca laga Argentina kontra Cape Verde berakhir, sembari menanti laga Kolombia versus Ghana dimulai, berlangsung senam dan juga permainan memasukkan bola ke gawang kecil.

Ada pula klinik kepelatihan untuk anak-anak SSB.

"Memang euforianya luar biasa. Karena kita juga menggelar beberapa permainan untuk melibatkan masyarakat agar sama-sama bergembira," ujarnya.

Lebih lanjut, Sanny menyampaikan gelaran nobar Piala Dunia 2026 diharapkan tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi.

Terutama bagi pelaku UMK yang mendapat kesempatan berjualan di area kegiatan tanpa dipungut biaya.

"Kita berharap tentunya dengan gelaran sepak bola Piala Dunia ini berdampak positif terhadap geliat ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan kecil," jelasnya.

"Karena di setiap gelaran nobar, keterlibatan UMK itu memang kami fasilitasi dan gratis. Jadi tidak ada biaya kepada pelaku UMK yang ingin berdagang atau berjualan di lokasi nobar," lanjut Sanny.

Pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap penyelenggaraan nobar di berbagai daerah.

Mulai dari jumlah penonton, keterlibatan pekerja, hingga dampak transaksi ekonomi yang muncul selama kegiatan berlangsung.

"Setiap hari kami mengonfirmasi apakah hari ini menggelar nobar, berapa jumlah penonton yang terlibat, berapa jumlah pekerja yang terlibat, bahkan transaksi yang terjadi," ungkapnya.

Memasuki fase gugur Piala Dunia 2026, Sanny memprediksi antusiasme masyarakat akan semakin meningkat.

Sejumlah pemerintah daerah disebut juga mulai menggelar kegiatan nonton bareng di ruang publik seperti alun-alun.

"Apalagi pertandingan yang main pukul pagi dan bertepatan akhir pekan itu yang paling banyak. Jadi nanti ke depan pasti ada beberapa titik yang akan menggelar nobar besar-besaran," katanya.

Sementara untuk partai final Piala Dunia 2026, TVRI Jawa Tengah bersama pihak terkait juga menyiapkan kegiatan khusus.

Di sisi lain, Sanny mengatakan TVRI terus berupaya memperluas akses masyarakat untuk menikmati siaran Piala Dunia.

Meski demikian, masih ada beberapa wilayah di Jawa Tengah yang terkendala kondisi geografis.

"Untuk Provinsi Jawa Tengah memang kita tidak bisa menghindari daerah-daerah yang belum terjangkau siaran. Walaupun dari 15 transmisi TVRI Jawa Tengah kita ada penambahan transmitter untuk Eromoko dan Gunung Periksa, tujuannya memperluas akses layanan," jelasnya.

Sebagai alternatif, masyarakat juga bisa menikmati pertandingan melalui layanan siaran daring yang telah disiapkan.

"Kami juga menyiapkan siaran daring lewat Folaplay dan Maxstream dari kerja sama Telkomsel," ujarnya.

Sanny menambahkan, semangat Bola Gembira merupakan cara menghadirkan Piala Dunia sebagai hiburan yang bisa dinikmati seluruh kalangan.

"Bola Gembira itu mengajak masyarakat dengan adanya Piala Dunia ini masyarakat bisa bergembira. Bisa lewat nobar, nonton gratis, berkumpul dengan keluarga dan merasakan euforia," katanya.

"Yang pasti Bola Gembira itu adalah semua karena Piala Dunia, golnya di gawang, rezekinya di masyarakat," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.