Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Peristiwa kebakaran di Kota Cimahi disebut mengalami peningkatan. Pemicu utamanya adalah faktor kelalaian dari para korban.
"Betul mulai banyak laporan kebakaran. Pemicunya faktor kelalaian seperti adanya korsleting listrik," kata Kasi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan pada Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, Minggu (12/7/2026).
Aep mengungkapkan ada 23 objek terbakar sejak Januari 2026. Mayoritas objek yang terbakar adalah rumah dengan 8 peristiwa.
"Total dari Januari hingga 12 Juli ini ada 23 objek terbakar. Rumah ada 8, gudang ada 5, toko ada 4, lain-lain 6," ungkapnya.
Aep mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap segala potensi kebakaran.
"Biasanya memang meningkat di musim kemarau, masyarakat harus lebih aware, waspada," ujarnya.
Selain pemadam kebakaran, tambah Aep, ada 378 aksi rescue atau penyelamatan Damkar Cimahi sejak Januari 2026. Paling banyak adalah penanganan terhadap sarang tawon dengan 92 laporan. Angka itu disusul dengan penanganan ular dengan 92 laporan.
"Sebenarnya bermacam-macam, rescue paling banyak itu tawon dan ular. Bahkan ada juga pelepasan cincin, anting, kucing, kunci tertinggal dalam jok motor dan lain-lain. Totalnya ada 378 penanganan rescue," tandasnya.