WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Transformasi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas transportasi publik di Indonesia.
Perubahan tersebut tidak lagi sebatas pembaruan fasilitas, tetapi juga dari upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin aman, nyaman, dan berorientasi pada pelanggan.
Akademisi sekaligus Pengamat Transportasi Darat Djoko Setijowarno menilai transformasi yang berkelanjutan harus dimulai dari pembenahan internal organisasi sebelum manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi.
Menurutnya, peningkatan kualitas transportasi publik diwujudkan melalui berbagai aspek, mulai dari penataan fasilitas, peningkatan kebersihan, keamanan, hingga perbaikan layanan yang lebih berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
"Transformasi dimulai dari dalam organisasi sebelum diberikan kepada pelanggan. Pendekatan ini lebih efektif dibanding melakukan perubahan eksternal tanpa didukung pembenahan internal. Hasilnya pun telah terlihat dan didukung oleh pelanggan," kata Djoko dalam keterangan resmi Marketeers, Minggu (12/7/2026).
Pandangan serupa disampaikan Travel Content Creator Taufik Effendi, yang menurutnya masyarakat kini semakin mempertimbangkan kualitas pengalaman saat memilih moda transportasi.
Faktor kenyamanan, kemudahan akses, serta pelayanan menjadi nilai tambah yang membuat transportasi publik semakin kompetitif.
Seperti yang ia rasakan pada transformasi KAI, bukan sekadar terlihat dari sisi fisik, tetapi juga tercermin dalam kualitas layanan yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
Taufik mengaku telah mengikuti perkembangan KAI sejak masih duduk di bangku sekolah.
Karena itu, ia merasakan sendiri perubahan besar yang terjadi, mulai dari kondisi stasiun, kenyamanan perjalanan, hingga pelayanan yang kini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu.
“Saya merasakan sendiri transformasi KAI dari dulu sampai sekarang. Perubahannya jauh sekali. Sekarang naik kereta bukan hanya soal berpindah tempat, tetapi sudah menjadi pengalaman yang menyenangkan,” ucapnya.
Menurut Taufik, perubahan tersebut juga membuat perjalanan dengan kereta semakin diminati.
"Banyak masyarakat kini memilih kereta bukan hanya karena faktor efisiensi, tetapi juga karena kenyamanan dan kualitas layanan yang terus meningkat. Pengalaman perjalanan pun menjadi bagian dari daya tarik yang ditawarkan KAI," ucapnya.
Transformasi kereta api juga terlihat dari pemanfaatan teknologi digital untuk mempermudah perjalanan. Berbagai layanan seperti pembelian tiket secara daring, boarding digital, QR Code, aplikasi terintegrasi, pembayaran non-tunai, hingga teknologi face recognition menjadi bagian dari inovasi yang menghadirkan perjalanan lebih praktis dan efisien.
Selain digitalisasi, pembaruan armada dan peningkatan fasilitas di stasiun turut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan yang memenuhi ekspektasi masyarakat modern.
Perubahan tersebut juga tercermin dari meningkatnya jumlah pengguna kereta api. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, KAI melayani lebih dari 128 juta pelanggan, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi publik yang terus bertransformasi," pungkas Taufik.