NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Musim panen durian lokal mulai menggeliat di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Hampir di setiap sudut Kota Ranai, terutama di sepanjang Jalan Datuk Kaya Wan Mohammad Benteng hingga dekat kawasan Alun-alun Pantai Piwang, deretan pedagang musiman tampak menjajakan buah berduri dengan aroma khas yang menggoda selera.
Pantauan Tribunbatam.id, Minggu (12/7/2026), lapak-lapak durian disinggahi warga yang berburu buah favorit tersebut.
Tumpukan durian dengan berbagai ukuran tersusun rapi di pinggir jalan, membuat banyak pengendara memilih berhenti sejenak untuk membeli.
Ramainya musim panen tahun ini turut membuat harga durian lebih bersahabat dibandingkan saat awal musim.
Salah seorang pedagang, Basir, mengatakan harga durian kini dijual mulai Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per ikat, tergantung ukuran dan jumlah buah.
"Kalau sekarang sudah mulai murah. Kita jual mulai Rp50 ribu per ikat," ujarnya saat ditemui di lapaknya.
Menurutnya, dalam satu ikat jumlah buah tidak selalu sama karena disesuaikan dengan ukuran durian.
"Kalau yang kecil bisa enam sampai tujuh buah Rp100 ribu. Yang ukuran sedang tiga atau empat buah Rp50 ribu. Kalau yang besar biasanya empat sampai lima buah Rp100 ribu," katanya.
Ia mengatakan durian yang dijual berasal dari sejumlah wilayah di Natuna, baik dari kawasan Ceruk dan sekitarnya maupun beberapa pulau lainnya.
Selain menawarkan harga yang terjangkau, pedagang juga memastikan kualitas buah yang dijual dalam kondisi baik.
"Ada durian yang dagingnya tebal, ada yang lunak. Kualitasnya lumayan bagus-bagus," katanya.
Ia mengaku membuka lapaknya sejak pagi hingga malam hari, menyesuaikan kondisi cuaca dan ketersediaan stok durian.
Ia juga menyebut harga saat ini jauh lebih murah dibandingkan awal musim panen.
"Pas awal musim dulu, karena buah belum banyak. Sekarang sudah banyak panen, jadi harganya ikut turun," ujarnya.
Sementara itu, pedagang lainnya, Zubir, mengaku musim durian menjadi berkah tersendiri karena mampu menambah penghasilan keluarga.
Menurutnya, pada akhir pekan jumlah pembeli meningkat cukup signifikan dibandingkan hari biasa.
"Yang beli lumayan ramai, apalagi kalau hari libur. Kalau beli banyak biasanya kita kasih harga khusus diskon," katanya.
Ia mengatakan dari hasil berjualan durian, dirinya bisa memperoleh keuntungan sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per hari, meski jumlah tersebut bergantung pada banyaknya pembeli.
Apalagi, buah yang dijual merupakan hasil kebun miliknya sendiri.
"Alhamdulillah lumayan untuk tambahan penghasilan. Kadang dapat untung Rp300 ribu sampai Rp500 ribu sehari, tapi tak tentu juga, tergantung ramai atau tidak," ujarnya.
Ramainya musim durian ini pun menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Natuna.
Selain menikmati buah lokal dengan harga yang lebih terjangkau, kehadiran pedagang musiman di sepanjang jalan utama juga menambah semarak suasana musim panen yang dinanti setiap tahunnya.
(Tribunbatam.id/birrifikrudin).