TRIBUN-MEDAN.com, DELI SERDANG- Sebanyak 14 anak terjebak di ketinggian karena bianglala Pasar Malam Deli Serdang mendadak macet.
Hal ini pun membuat pengunjung panik di Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan pada Sabtu (11/7/2026) malam.
Insiden terjadi di Jalan Beo, Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Baca juga: Peringatan Hari Anak di CFD, Wali Kota Medan: Pentingnya Ruang Bermain Mengurangi Kecanduan Gadget
Wahana yang menjadi primadona pengunjung itu mendadak berhenti total, menyebabkan para pengunjung yang berada di dalamnya terjebak dan mengalami kepanikan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Deli Serdang, Khairul Azman, menjelaskan bahwa saat kejadian terdapat 30 orang yang berada di atas bianglala.
Mendapatkan laporan dari masyarakat, petugas damkar langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Baca juga: Bupati Samosir Vandiko Berkomitmen Dukung Pembangunan Ekonomi Kreatif di Kawasan Danau Toba
"Ada 30 orang yang terjebak, terdiri dari 16 orang dewasa dan 14 anak-anak. Kami melakukan upaya penyelamatan hingga seluruh orang yang terjebak berhasil kami turunkan," ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Proses evakuasi berlangsung selama lebih dari satu jam. Petugas melakukan operasi penyelamatan dengan menurunkan korban satu per satu dari ketinggian menggunakan peralatan khusus.
"Kami melakukan operasi human rescue dengan mengevakuasi korban satu per satu dari ketinggian menggunakan peralatan penyelamatan. Seluruh proses berjalan lancar," tuturnya.
Baca juga: Pemilihan Kepling X di Medan Timur Diprotes Warga, Diduga Peraih Suara Terbanyak Tak Dilantik
Beruntung, dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun, sejumlah pengunjung yang terjebak dikabarkan mengalami trauma akibat peristiwa itu.
Beberapa di antaranya memilih pulang, sementara yang lain tetap bertahan dan menikmati wahana lain di lokasi.
"Ada yang masih trauma, jadi langsung pulang. Tapi beberapa ada yang masih bermain di lokasi. Dalam penyelamatan ini kami tidak menemukan kesulitan," pungkasnya.
Comot Arus Listrik
Mendapat informasi tersebut, pihaknya bersama Satreskrim Polrestabes Medan langsung melakukan tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan, di kawasan Jalan Simpang Beo, Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, pada pukul 03.00 WIB.
Setelah ditelusuri dan dilakukan penyelidikan di pasar malam, tepatnya di wahana bianglala, ternyata informasi yang disampaikan ada meninggal dunia itu tidak benar.
Baca juga: Bersiaplah, Tol Sinaksak-Simpang Panei Akan Diberlakukan Tarif dalam Waktu Dekat
Menurutnya, berdasarkan dari keterangan dari pengelola yang bekerja bahwa wahana bianglala saat itu sudah kelebihan muatan sehingga terjadi trouble dan mengakibatkan timbulnya kepanikan pengunjung.
Kemudian pihak pengelola menghubungi pemadam yang mana pemadam itu ada memiliki tangga yang bisa mencapai akses ke baling-baling untuk membantu menurunkan pengunjung.
Sementara itu, petugas wahana pun berusaha menyelamatkan para pengunjung dengan menahan wahana supaya tidak berputar.
Namun salah satu karyawan pasar malam tersebut yang menahan wahana bianglala tersebut mengalami luka di sekujur tubuhnya.
Lebih lanjut, Kompol Ras Maju Tarigan menjelaskan bahwa hingga kini, pihak pengelola yang berdasarkan atas dari keterangan daripada karyawan adalah seorang milik yang berinisial W.
Sementara itu, pihak kepolisian khususnya Polsek Medan Tembung mengatakan tidak ada memberikan izin terkait pembangunan pasar malam di kawasan Desa Laut Dendang.
"Kami pihak kepolisian khususnya Polsek Medan Tembung tidak ada memberikan izin dan mereka tidak ada pernah meminta untuk.
Meminta rekomendasi izin kegiatan pasar malam tersebut. Sampai sekarang memang bisa kita pastikan bahwa itu tidak ada izin dan sampai sekarang kita sudah menghubungi juga pengelola namun belum bisa memberikan keterangan," lanjutnya.
Kapolsek Medan Tembung akan memanggil pihak pengelola sekaligus mempertanggungjawabkan kegiatan pasar malam yang beroperasi tanpa adanya izin.
Sedangkan ditanya berapa jumlah pengunjung yang sempat terjebak di dalam wahana bianglala itu, Kapolsek Medan Tembung tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah pengunjung yang terjebak.
Hingga kini, pihaknya pun mengambil langkah keputusan untuk sementara kegiatan pasar malam ini dihentikan dahulu.
"Sebelum ini jelas perkaranya bagaimana, dan kita akan panggil dulu pengusaha, kenapa tidak ada izin di sini. Kita lihat juga mungkin banyak di sini temukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya masih ilegal, contohnya harus listrik dan sebagainya macam," pungkasnya.
(Cr9/Tribun-medan.com)