Ratusan Peserta Ikuti Baiatan Tarekat Syadziliyah di Pondok Jajar Trenggalek, Suasana Penuh Zikir 
Januar July 12, 2026 07:14 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Lantunan zikir terus terdengar di Kawasan Ponpes Darussalam, Trenggalek.

Hampir 3 ribu jemaah memadati Pondok Pesantren Darussalam atau Pondok Jajar, Desa Sumbergayam Kecamatan Durenan Trenggalek Jawa Timur. 

Mereka tengah mengikuti Baiatan Tarekat Syadziliyah.

Dari ribuan hadirin, 250 jemaah di antaranya merupakan jemaah baru yang hari ini langsung dibaiat oleh seorang Mursyid, sebutan guru bagi yang memberikan tarekat.

Beliau adalah Agus M. Rikza Amiq, salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Bambu Runcing, Parakan, Temanggung Jawa Tengah. 

Jemaah mulai memadati lokasi sejak pukul 10.00 WIB dengan registrasi di pintu masuk selatan untuk putri. 

Dan sebelah barat untuk jemaah putra.

Semua dipusatkan Serambi Masjid dan di halaman Pondok Induk. 

Seusai melakukan mujahadah, Salat Dhuhur berjamaah, dilanjutkan ceramah oleh Gus Rikza.

Prosesi baiat tidak lama. Pantauan di lokasi hanya sekitar 15 menitan dengan cara menirukan pelafalan zikir hingga bacaan selawat.

Peserta Baiat Tarekat Syadziliyah Murdiyanto asal Kecamatan Watulimo mengungkapkan rata-rata dari peserta saat ini kebanyakan sudah ikut majelis-majelis yang ada di lingkungannya masing-masing. 

Alasan mengikuti baiatan ini, pria asal Kecamatan Watulimo bersama jemaah baru lainnya sudah terbiasa mengikuti amalan yang dilaksanakan oleh masing-masing wilayah.

Baca juga: Mengenal Sosok Eyang Brotonegoro, Bupati Pertama Ponorogo, Makamnya Kini Diziarahi Banyak Orang

"Sehingga ketika sudah terbiasa akhirnya menjadi tertarik untuk ikut masuk ke dalam Thariqah yaitu ikut bai'at itu," ulas Murdiyanto ditemui di sekitar lokasi, Minggu (12/7/2026).

Murdiyanto mengaku pada dasarnya kebiasaan-kebiasaan yang sudah dilakukan di wilayah wilayah tersebut, amalan yang sudah serupa seperti yang ada di Syadziliyah.

"Jadi daripada di luar kalangan menurut mereka itu intinya ingin supaya apa itu ikatan sanad keilmuan itu sambung dengan mursyid gitu," akuinya.

Amalan Lebih Simple dan Tidak Memberatkan 

Murdiyanto mengaku tarekat ini memiliki mekanisme atau cara amalan wirid lebih longgar dibanding yang lain.

"Iya, betul betul. Ya terkait dengan amalan atau wiridan yang sudah di apa itu yang di amalkan oleh pengamal Syadziliyah itu kalau dibandingkan yang lain menurut saya itu lebih longgar sebenarnya," paparnya.

Dikatakannya, apabila bagi yang sudah terbiasa mengikut majelis taklim, maka membuat jemaah tidak menjadikan beban atau memberatkan.

"Jadi itu yang paling menjadikan tertarik oleh para jemaah. Para peserta yang saat ini ikut di bai'atan itu," paparnya.


Tarekat Sebagai Jalan Menyempurnakan Syariat

Sementara, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Jajar Trenggalek, KH Afifuddin Yunus menjelaskan rasa syukur atas terlaksananya baiatan tarekat.

Beliau mengaku, tarekat sendiri tetap bergandengan antara syariat dan juga tasawuf. Keduanya saling melengkapi untuk menyempurnakan agama.

"Baiatan ini alhamdulillah baiat ini baiat yang ke-18. Ya tujuan utamanya untuk menjalankan syariat Islam secara kafah. Lahir syariatnya, batin secara tasawufnya atau tarekat," terang KH Afifuddin Yunus.

Gus Afif, sapaan akrabnya mengatakan dalam Tarekat Syadziliyah ini tidak ada perbedaan yang mencolok dengan tarekat lainnya. Pasalnya semua bermuara kepada Sang Pencipta.

"Intinya tidak ada perbedaan. Cuma cara menuju Allah SWT itu yang dengan cara masing-masing," 

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri ini menaruh harapan dari keluarga besar pondok sebagai cara syiar kepada khalayak umum di baiatan ke-18 tersebut.

"Melalui baiatan ini supaya masyarakat tahu akan syariat, baik zahir ataupun batin," ulasnya.

Senada, Ketua Pelaksana Haul dan Baiatan Tarekat, Muhsam Baidhowi menjelaskan
Jemaah Tarekat Syadziliyah pada tahun 2026 yang dilaksanakan hari ini kurang lebih 2.700.

"Jemaah yang baru dibaiat belum ada data yang masuk secara resmi. Namun data sementara menanyakan sekitar 250 jemaah," ulas Muhsam Baidhowi.

Muhsam menuturkan jemaah yang hadir tersebar dari berbagai daerah. Baik dari dalam maupun luar Trenggalek yang datang secara rombongan.

"Ada yang dari Trenggalek, Tulungagung, Jawa Tengah, Malang, Sumatera Barat, hingga dari Bali yang datang sebelum acara," paparnya.

Ia bersyukur melihat antusiasme dari jemaah. Tak lupa Muhsam mengatakan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya bagi seluruh oaniti6dan para donatur.

"Karena telah mendukung kegiatan ini dan juga partisipasi daripada jemaah yang sangat mendukung sehingga acara bisa berjalan sukses," tutupnya.

Acara selesai pulu 14.00 WIB dengan ditutup doa. Lantas musofahah atau bersalaman dengan Mursyid Tarekat Syadziliyah.

Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.