Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Anggota Satgas Teritorial (Satgaster) Kodim 1605/Belu Pos Halibete 2, Serda Hironimus Kono, memberikan pelatihan pembuatan tempe kepada kader Posyandu di Dusun Raibulan, Desa Maneikun, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu, Minggu (12/7/2026).
Pelatihan tersebut digelar untuk mendukung upaya pencegahan stunting sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.
Pelatihan difokuskan pada pembuatan tempe sebagai bahan pangan bergizi yang dapat dimanfaatkan sebagai menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita.
Selain mudah dibuat, tempe juga memiliki harga yang terjangkau dan kaya akan kandungan protein.
Baca juga: Tiga Tiang Listrik di Lasiolat Belu Roboh, Arus Lalu Lintas di Ruas Jalan Sabuk Merah Terganggu
Serda Hironimus Kono mengatakan tempe merupakan sumber protein nabati yang memiliki nilai gizi tinggi sehingga sangat baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
"Tempe adalah sumber protein nabati yang jauh lebih murah dibandingkan daging atau ayam, sehingga cocok untuk dana Posyandu yang terbatas. Selain itu, tempe kaya akan protein dan asam amino yang sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan perkembangan otak balita sebagai upaya mencegah stunting," ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pembuatan tempe relatif sederhana dengan bahan baku yang mudah diperoleh. Karena itu, keterampilan tersebut diharapkan dapat diterapkan oleh kader Posyandu maupun masyarakat sebagai salah satu alternatif penyediaan makanan bergizi bagi keluarga.
Selain mendukung pemenuhan gizi balita, Serda Kono berharap pelatihan tersebut dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha rumahan berbasis produksi tempe.
"Harapan saya masyarakat memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk memperoleh penghasilan tambahan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga," katanya. (gus)