Sambil Patroli, Polsek Meranti Ingatkan Masyarakat Waspada Aksi Pencurian
Maudy Asri Gita Utami July 12, 2026 08:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Suasana berbeda tampak mewarnai wilayah hukum Polsek Meranti, Kabupaten Landak, pada Minggu 12 Juli 2026. 

Jika biasanya patroli identik dengan kendaraan dinas yang berkeliling memantau situasi, kali ini personel kepolisian memilih pendekatan yang lebih humanis dengan duduk bersama warga dan berdialog secara langsung.

Kegiatan patroli dialogis tersebut menjadi bagian dari upaya Polri memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). 

Momen hari libur dimanfaatkan petugas untuk lebih dekat dengan warga, mendengarkan berbagai aspirasi, serta memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga keamanan lingkungan.

Dalam suasana santai dan penuh keakraban, anggota kepolisian tidak hanya berbincang mengenai kondisi lingkungan, tetapi juga menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas yang relevan dengan aktivitas masyarakat pada akhir pekan.

• Seragam dan Atribut Pramuka Paling Dicari Jelang Sekolah, Pedagang Pontianak Ungkap Tren Belanja

Petugas mengingatkan warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi tindak kriminal, seperti pencurian rumah kosong saat ditinggalkan bepergian, penipuan, maupun gangguan keamanan lainnya yang kerap memanfaatkan kelengahan masyarakat.

Kapolres Landak Devi Ariantari melalui Pelaksana Harian (Plh) Kapolsek Meranti P. Eko Kusyunianto menjelaskan bahwa patroli dialogis merupakan bagian dari arahan pimpinan untuk terus membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat.

Menurutnya, pendekatan secara langsung melalui komunikasi dua arah diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada institusi kepolisian.

"Kegiatan ini bertujuan membangun trust building, sehingga warga tidak segan melapor atau berkoordinasi jika menemukan hal-hal yang mencurigakan di lingkungannya," ujar Iptu P. Eko Kusyunianto.

Hari Libur Dinilai Tepat untuk Berdialog dengan Warga

Ia menjelaskan, pelaksanaan patroli pada hari Minggu dipilih karena sebagian besar masyarakat memiliki waktu yang lebih longgar untuk berinteraksi.

Dalam suasana yang lebih santai, polisi dapat menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara persuasif sekaligus mendengar berbagai masukan maupun keluhan dari masyarakat terkait kondisi keamanan di lingkungan sekitar.

"Kami ingin kehadiran polisi di hari libur bukan dirasakan sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai mitra yang peduli," katanya.

Menurutnya, komunikasi langsung seperti ini juga menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah berbagai bentuk tindak kejahatan sejak dini.

"Melalui dialog langsung ini, kami bisa memberikan edukasi pencegahan kejahatan secara persuasif, sekaligus memastikan rasa aman tetap terjaga meski di hari istirahat," tambahnya.

• Kemarau Datang Lebih Cepat, BPBD Kayong Utara Petakan 3 Kecamatan Paling Rawan Karhutla!

Sinergi Polisi dan Warga Jadi Kunci Keamanan

Plh Kapolsek Meranti menegaskan bahwa terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat kepolisian, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, patroli dialogis diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara polisi dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

Melalui komunikasi yang terjalin secara terbuka, masyarakat diharapkan lebih cepat menyampaikan informasi apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan sehingga potensi gangguan keamanan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi tindak kriminal.

"Dengan adanya interaksi dua arah seperti ini, diharapkan masyarakat semakin proaktif dalam menjaga lingkungan masing-masing, sehingga ancaman kejahatan di hari libur dapat diminimalisir sejak dini," pungkas Iptu P. Eko Kusyunianto. 

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.