SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Wisata pendakian Bukit Cendono di Dusun Mrasih, Desa Kemiri, Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim) dipenuhi wisatawan saat libur sekolah.
Pengunjung wisata minat khusus ini membeludak mencapai ribuan orang dalam kurun waktu 3 pekan liburan sekolah.
Pengunjung atau pendaki Wisata pendakian Bukit Cendono didominasi pendaki remaja, mahasiswa hingga keluarga bersama anaknya yang mengisi liburan sekolah dengan aktivitas Hiking dan Camping di Bukit Cendono.
Daya tarik utama Bukit Cendono 1131 Mdpl (Meter di atas permukaan laut), adalah panorama alam asri yang terjaga kelestariannya, di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.
Baca juga: Selamat Mendaki, Jalur Pendakian Gunung Arjuno - Gunung Welirang Resmi Dibuka Kembali
Kepala RKW 07 Mojokerto Timur Tahura R Soerjo, Ni Luh Novyanthi mengungkapkan, wisata pendakian ramai dipenuhi pengunjung saat libur sekolah terutama di Bukit Cendono.
"Wisata pendakian meningkat pada momen liburan sekolah ini, dan selama kurang lebih 3 Minggu ini kita mendapatkan kunjungan sekitar 9.300 orang," ucap Novyanthi saat ditemui di Bukit Cendono.
Novyanthi menyebut, kunjungan wisatawan di Pendakian Cendono mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu.
Faktor cuaca turut mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke wisata pendakian kawasan Tahura R Soerjo.
"Lebih meningkat tahun ini, karena pas liburan sekolah lalu bertepatan musim hujan sehingga ada pembatasan dan penutupan pendakian. Nah, sekarang cuaca mendukung sehingga peningkatan cukup signifikan," pungkas Novyanthi.
Biaya masuk di pendakian ini juga sangat terjangkau retribusi Rp 11.000 per/orang belum parkir mobil Rp 10-30 ribu dan sepeda motor Rp 5.000.
Baca juga: Pendakian Gunung Semeru Dibuka Sampai Ranu Kumbolo Mulai 24 April 2026
Membeludaknya wisatawan ke Bukit Cendono, Pacet, Kabupaten Mojokerto tak lepas dari banyaknya konten terkait lokasi wisata ini yang muncul di media sosial.
Narasi trek landai di sepanjang jalur pendakian cocok untuk pendaki pemula, dengan waktu tempuh normal sekitar 2,5-3 jam menuju puncak, tak bisa dipungkiri membuat banyak orang penasaran dan tertarik.
Tapi sebenarnya, jalur pendakian menuju Puncak Cendono bukanlah jalur pendakian yang bisa dianggap enteng meski titik puncaknya memiliki ketinggian 1131 meter di atas permukaan laut (Mdpl).
Salah satu wisatawan, Rindu Cintara Niru (20) mengaku, dirinya baru pertama kali ini berkunjung ke Bukit Cendono lantaran penasaran pesona alamnya yang sering berseliweran di akun media sosial TikTok.
Ia pun meluangkan waktu mendaki berdua bersama sahabatnya.
"Ini mau Hiking ke Bukit Cendono, mumpung libur. Kita baru pertama kalinya ke sini, tahunya dari TikTok, karena penasaran kok bagus ya pemandangannya," ujar Rindu, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, sensasi mendaki Bukit Cendono melewati trek di samping aliran sungai.
Di sepanjang perjalanan disuguhkan Landscape persawahan dan bukit hijau.
"Jalurnya landai panjang rekomendasi untuk pendaki pemula di Bukit Cendono, daripada ke Gunung Penanggungan dan lainnya. Tiket masuknya murah cuma sebelas ribu per orang," ucap Rindu perempuan asal Prambon, Sidoarjo tersebut.
Seorang wisatawan Lailatul Nikmah (24) asal Candi, Sidoarjo menambahkan, pendakian Bukit Cendono ramai oleh pengunjung anak muda dan keluarga yang menikmati waktu liburan di alam.
Dirinya sudah beberapa kali mendaki gunung dan ingin mencoba jalur pendakian ini.
"Beberapa kali mendaki di Penanggungan dan Gunung Pundak, di dekat sini tidak jauh-jauh. Ini mau Tektokan saja di Bukit Cendono," ungkap wanita berhijab tersebut.
Wisata pendakian seperti Pendakian Bukit Cendono kini menjadi incaran mengingat pendakian saat ini telah menjadi tren.
Pendakian bahkan jadi lebih tren bagi kaum hawa.
Apalagi saat ini dengan metode Tektok Gunung atau mendaki sehari tanpa Ngecamp (Menginap) jadi banyak diikuti.
Kondisi tren pendakian ala pelari trail, dengan mengenakan vest atau hydrobag ini juga terlihat di pendakian Bukit Cendono.
Banyak remaja dan orang dewasa berpenampilan ala pelari trail, berpakaian santai untuk berwisata, meski tak sedikit pendaki yang memang datang untuk membuka tenda atau camping di beberapa spot Camping Ground yang tersedia di sepanjang jalur pendakian.
Perlu diketahui, untuk jalur pendakian Bukit Cendono, khususnya untuk menggapai puncak, bukanlah jalur pendakian yang bisa disebut enteng.
Ajeng, salah satu pendaki asal Surabaya menyebut jalur pendakian menuju Puncak Cendono cukup memeras kemampuan fisik dan mental.
"Kalau di Medsos disebut sebagai jalur landai dan cocok untuk pemula, faktanya sih jalurnya justru tak bisa dianggap enteng, beberapa tanjakan butuh effort lebih untuk naik maupun turunnya," ungkap Ajeng yang merasakan suasana Puncak bersama keluarganya, Minggu (12/7/2026).
Ibu yang memiliki pengalaman mendakai sejumlah gunung itu mengingatkan untuk wisatawan atau pendaki yang ingin ke puncak-puncak di Bukit Cendono untuk tetap mempersiapkan kondisi fisik dan perlengkapan serta logistik yang memadai.
Untuk diketahui, Tektok Gunung dibutuhkan pengalaman, stamina ekstra, keterampilan teknis, serta perhitungan jarak tempuh dan peralatan pendukung yang biasanya dilakukan pendaki menengah (Intermediate) hingga di atasnya atau sudah hafal jalur.
Klasifikasi pendaki di antaranya, pendaki pemula (Mild), menengah (Intermediate), Advance hingga tingkat profesional dengan keterampilan khusus Mountaineering.