BPJS Kesehatan Kirim RS Apung RSKKA ke Kepulauan Sumenep, Target Seribu Warga Dapat Layanan Gratis
Dyan Rekohadi July 12, 2026 10:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SUMENEP - BPJS Kesehatan bersama RS Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) resmi memberangkatkan misi bhakti kesehatan selama dua pekan penuh guna menjangkau sekaligus melayani kebutuhan medis darurat masyarakat di wilayah kepulauan terpencil Kabupaten Sumenep, Jatim.

Misi kemanusiaan yang dijadwalkan berlangsung pada 12-25 Juli 2026 ini akan berfokus di empat titik wilayah strategis kepulauan Madura.

Empat lokasi sasaran utama itu meliputi kawasan Bluto, Pulau Raas, Pulau Karamian, hingga Pulau Masalembu.

Baca juga: Pemkab Sumenep Resmi Wajibkan Bahasa Madura di Seluruh Sekolah

 

Fasilitas Lengkap di Atas Ombak

Meski ukuran kapal legendaris itu tidak terlalu besar, fasilitas medis di dalamnya tergolong sangat memadai untuk menangani tindakan kegawatdaruratan medis.

Kapal yang beroperasi sejak 2017 itu memiliki dua ruang tindakan utama layaknya ruang UGD rumah sakit darurat di daratan.

RSKKA yang kini di bawah Kemenkes ini terdiri dari dua kabin.

Kabin bawah untuk pasien dan kabin atas untuk ruang tenaga medis. Ada juga ruang kru kapal.

Pantauan surya.co.id, RS apung yang beroperasi sejak 2017 itu memiliki dua ruang tindakan medis. 

Satu ruang semacam UGD dan satu ruang untuk tindakan medis. Semua terhuhung tangga.

Jika ada pasien yang tak bisa berjalan perlu ditandu atau diangkat petugas dengan alat.

Tercatat sudah ribuan tindakan operasi dilakukan termasuk operasi kandungan dan amputasi.

"Kami berdiri di atas RSKKA yang siap diberangkatkan untuk pelayanan kesehatan di sejumlah kepulauan di Kabupaten Sumenep," ucap Direktur Utama BPJS Kesehatan , Mayjen TNI (Purn) Dr dr Prihati Pujowaskito SpJP (K), Minggu (12/7/2026).

Langkah taktis ini diambil karena jaminan kesehatan dasar merupakan hak mutlak seluruh warga negara, termasuk mereka yang tinggal di area minim Puskesmas.

Melalui skema khusus, seluruh biaya pengobatan hingga tindakan operasi warga di empat pulau itu nantinya akan ditanggung penuh oleh BPJS.

Baca juga: BPJS Kesehatan Gresik Siapkan Prolanis Muda saat Penyakit Kronis Jangkiti Generasi Muda

 

Pasien Tak Perlu Membayar

BPJS hadir bersama RSKKA menjawab pemerataan dan keterjangkauan layanan kesehatan kepada siapa pun itu dengan Bhakti kesehatan terjadwal.

BPJS akan menerbitkan SK dengan mengirimkan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan ke daerah tersebut.

Tahun 2025 ada 500 titik sasaran. Tahun 2026 ini ada 600 titik termasuk di empat kepulauan Sumenep itu.

Semua layanan kesehatan itu nantinya bisa dicover BPJS.

Artinya pasien di sana tidak perlu membayar dan bisa diklaimkan BPJS.

Namun dr Prihati Pujowaskito meminta ada surat dari kepala darah setempat melalui mekanisme surat perjanjian kerja sama (PKS) dengan BPJS.

Dengan belum tersedianya fasilitas kesehatan yang memenuhi syarat itu sudah menjadi syarat adanya PKS. BPJS akan mempercepat layanan dan menjangkau daerah terpencil sekali pun.

Baca juga: Petugas SPPG dan Relawan di Gresik Dapat Jaminan BPJS Kesehatan Sekaligus Keluarganya

 

Targetkan Seribu Pasien Terlayani

Direktur RSKKA, dr Agus Harianto SpB menegaskan kesiapan seluruh kru kapal beserta tim medis untuk menyukseskan misi besar di tengah lautan itu.

Pihak rumah sakit terapung optimistis kehadiran dokter ahli dapat menyelesaikan banyak keluhan penyakit kronis warga setempat.

"Kami menargetkan setidaknya 1.000 warga bisa terlayani dalam misi kali ini. Selain spesialis bedah, kami juga membawa dokter spesialis kandungan dan lainnya," kata Harianto.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.