Piala Dunia 2026 mendongkrak jumlah penumpang di Bandara Internasional Guadalajara, Meksiko. Selama Juni 2026, bandara tersebut melayani tambahan sekitar 88.800 penumpang dan mencatatkan bulan tersibuk sepanjang sejarah operasionalnya.
Jumlah penumpang meningkat 6% dibandingkan Juni tahun lalu. Lonjakan paling tinggi terjadi pada penerbangan internasional yang naik 11,5%, sementara pergerakan pesawat mencapai rekor baru sebanyak 13.930 penerbangan atau meningkat 8%.
Dikutip dari , Minggu (12/7/2026) Kepala Dinas Pariwisata Negara Bagian Jalisco, Michelle Fridman Hirsch, mengatakan kenaikan tersebut terjadi bertepatan dengan penyelenggaraan Piala Dunia yang membawa lebih banyak wisatawan ke wilayah tersebut.
"Dalam periode tersebut, pada dasarnya mencakup bulan penyelenggaraan piala dunia. Jumlah penumpang meningkat enam persen dibandingkan Juni 2025," jelas Fridman Hirsch.
"Juni menjadi bulan tersibuk sepanjang sejarah Bandara Guadalajara. Dan itu merupakan pencapaian yang sangat penting," lanjutnya.
Pemerintah Jalisco memperkirakan ajang Piala Dunia menghasilkan belanja wisata langsung sebesar USD 615 juta (Rp 11 triliun). Dampak ekonomi itu tidak hanya dirasakan di Guadalajara, tetapi juga menyebar ke Puerto Vallarta, kawasan Metropolitan Guadalajara, destinasi Pueblos Magicos, hingga sejumlah daerah wisata lain di negara bagian tersebut.
Ramainya wisatawan juga mengerek kinerja sektor perhotelan. Tingkat okupansi hotel mencapai 62%, sekitar 10 poin persentase lebih tinggi dibandingkan rata-rata bulan Juni. Tarif rata-rata kamar pun melonjak dari 1.800 peso (Rp 1,8 juta) menjadi 4.800 peso (Rp 5 juta) per malam atau naik sekitar 180%.
Meski Guadalajara mencatat rekor, kondisi industri penerbangan Meksiko secara umum justru menunjukkan tren berbeda. Tiga operator bandara terbesar di negara itu, yakni Grupo Aeroportuario del Pacifico (GAP), Grupo Aeroportuario del Sureste (ASUR), dan Grupo Aeroportuario del Centro Norte (OMA), melayani 64,7 juta penumpang sepanjang semester pertama 2026.
Angka itu turun dibandingkan 66,7 juta penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari ketiga operator tersebut, hanya OMA yang mencatat pertumbuhan dengan kenaikan 2,4% menjadi 13,9 juta penumpang.
Sementara itu, GAP mengalami penurunan terbesar sebesar 5,6% menjadi 30,35 juta penumpang dan ASUR turun 2,4% menjadi 20,4 juta penumpang. Di tengah penurunan itu, Bandara Guadalajara menjadi pengecualian di jaringan GAP.
Berdasarkan analisis Monex, bandara itu menjadi satu-satunya hub utama GAP yang mencatat pertumbuhan penumpang domestik pada Juni, yakni naik 3,4%. Jumlah penumpang internasional juga meningkat 11,5%, membantu menekan penurunan yang terjadi di bandara lain seperti Tijuana, Los Cabos, dan Puerto Vallarta.
Meski demikian, ahli menilai dampak Piala Dunia terhadap sektor penerbangan tidak dirasakan secara merata. Data pemesanan tiket dari International Air Transport Association (IATA) menunjukkan Mexico City dan Guadalajara justru menjadi dua dari 16 kota tuan rumah yang mengalami penurunan pemesanan penerbangan pada Juni dan Juli dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi itu menunjukkan ajang olahraga besar tidak selalu menciptakan permintaan perjalanan baru, tetapi juga dapat mengubah pola perjalanan wisatawan.





