Tidak Ada Kemenangan Mudah di Piala Dunia FIFA: Lionel Scaloni Sebut 'Penderitaan Adalah Bagian dari DNA Kami' Saat Argentina Lolos Usai Laga Menegangkan lawan Swiss
Aurora Nightingale July 12, 2026 09:59 PM

Pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, mengatakan bahwa kemenangan 3-1 atas Swiss melalui perpanjangan waktu di perempat final Piala Dunia FIFA pada hari Minggu menunjukkan betapa timnya kini semakin terbiasa menghadapi situasi sulit.

Scaloni menegaskan bahwa kemampuan untuk tetap tenang di saat-saat genting telah menjadi salah satu kekuatan terbesar skuadnya.

“Kami tahu bahwa kami akan menderita, dan itu adalah bagian dari darah kami, bagian dari DNA kami, dan hal itu justru memberi ketenangan,” ujar sang pelatih.

Perjalanan Argentina menuju semifinal memang tidak mudah. Mereka dua kali kehilangan keunggulan saat menghadapi Tanjung Verde sebelum akhirnya menang 3-2 di babak 32 besar. Saat melawan Mesir, mereka tertinggal 0-2 hingga menit ke-79 sebelum melakukan comeback yang mengesankan.

Scaloni meyakini bahwa keberhasilan menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar membantu para pemainnya menghadapi tekanan dengan lebih baik.

“Di Qatar, kami belum banyak pengalaman, termasuk saya sendiri, dan situasi semacam itu terasa sangat sulit,” katanya.

“Namun sekarang kami lebih berpengalaman karena kami tahu bagaimana rasanya ketika didominasi lawan, ketika kebobolan gol penyeimbang, jadi hari ini kami tetap tenang. Tim tahu bagaimana menjaga ketenangan, dan tentu saja, kami tidak akan pernah menyerah.”

Swiss sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-67 dan tampak mampu memaksakan laga berjalan lebih jauh, tetapi gol dari Julian Alvarez dan Lautaro Martinez di perpanjangan waktu memastikan tempat Argentina di babak empat besar.

Scaloni memuji permainan Swiss yang membuat timnya harus bekerja keras.

“Mereka adalah lawan yang tangguh,” kata Scaloni. “Sangat sulit bagi kami untuk memenangkan duel, untuk bisa mengalirkan lima atau enam umpan beruntun.”

“Mereka sangat kuat dan membuat kami kesulitan dalam duel satu lawan satu di berbagai area lapangan. Kami benar-benar banyak menderita.”

Pelatih Argentina itu juga menyoroti kontribusi para pemain pengganti serta kekuatan kedalaman skuadnya.

“Kami juga memiliki pemain-pemain di bangku cadangan yang bisa mengubah jalannya pertandingan, dan itu sangat positif,” ujarnya. “Pada akhirnya, kami selalu menemukan solusi.”

Scaloni mengatakan bahwa kekompakan tim memainkan peran besar dalam perjalanan mereka di Piala Dunia kali ini.

“Semua ini berkat para pemain karena mereka percaya pada prosesnya,” katanya. “Kami adalah tim yang kolektif. Kami bersama-sama. Kami sangat kompak. Dan ini membuktikan bahwa sepak bola memang rumit.”

Ia juga memberikan pujian khusus kepada Alexis Mac Allister, yang mencetak gol pembuka Argentina lewat sundulan setelah menerima umpan sepak pojok dari Lionel Messi.

“Alexis Mac Allister adalah salah satu yang terbaik. Semua pujian untuknya karena dia telah bekerja sangat keras,” ucap Scaloni.

Kemenangan ini membawa Argentina melangkah ke semifinal untuk keenam kalinya dalam enam turnamen besar terakhir mereka.

“Saya tidak terpikirkan sebelumnya, tetapi ini adalah sesuatu yang patut dibanggakan,” ujar Scaloni.

Scaloni menutup dengan mengatakan bahwa momen-momen sulit memang selalu menjadi bagian dari perjalanan menuju kesuksesan di Piala Dunia.

“Ketika Anda mencapai semifinal, Anda harus menderita,” kata Scaloni. “Anda harus melewatinya.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.