Doa Bulan Safar, Amalan agar Terhindar dari Keburukan dan Mendapat Berkah
Yurika NendriNovianingsih July 12, 2026 09:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan sama seperti bulan-bulan lainnya dalam Islam.

Islam mengajarkan bahwa tidak ada waktu atau bulan tertentu yang membawa kesialan.

Rasulullah SAW: “Tidak ada penyakit menular (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada hamah (keyakinan jahiliah tentang burung), dan tidak ada Safar (kesialan bulan Safar).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Karena itu, Bulan Safar sebaiknya diisi dengan berbagai amalan yang dianjurkan, seperti memperbanyak doa, zikir, istigfar, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Salah satu bentuk ikhtiar seorang Muslim dalam menyambut Bulan Safar adalah memperbanyak doa memohon perlindungan dan keberkahan kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186).

Meskipun tidak terdapat dalil khusus dalam Al-Qur’an maupun hadis sahih yang menetapkan keutamaan tertentu bagi Bulan Safar, umat Islam tetap dapat menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan memperbanyak amal saleh.

Untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT pada bulan Safar, berikut doa yang dapat dibaca untuk menyambut bulan Safar.

Doa Bulan Safar

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillāhilladzī lā yaḍurru ma‘asmihi syai’un fil-arḍi wa lā fis-samā’i wa huwas-samī‘ul-‘alīm.

Artinya: "Dengan nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat memberikan bahaya, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (HR. Abu Dawud).

Baca juga: Doa Mohon Syafaat Rasulullah SAW di Hari Kiamat dan 7 Golongan Istimewa

Amalan yang Dianjurkan di Bulan Safar

Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah. Dalam ajaran Islam, tidak ada ibadah khusus yang ditetapkan hanya untuk Bulan Safar.

Namun, bulan ini tetap dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal saleh.

Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada waktu atau bulan tertentu, seperti pada kepercayaan masyarakat Arab jahiliyah bahwa Safar adalah bulan sial.

Sama seperti bulan lainnya, seorang Muslim dianjurkan mengisi Bulan Safar dengan berbagai amalan yang memang dianjurkan dalam Islam sepanjang waktu.

1. Memperbanyak Doa kepada Allah SWT

Salah satu amalan yang dianjurkan di Bulan Safar adalah memperbanyak doa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Doa menjadi bentuk penghambaan seorang Muslim sekaligus pengakuan bahwa hanya Allah yang memiliki kuasa atas segala sesuatu. Umat Islam dapat memohon ampunan, kesehatan, keberkahan rezeki, perlindungan dari keburukan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan.

2. Memperbanyak Istigfar dan Zikir

Bulan Safar dapat menjadi waktu untuk memperbanyak istigfar dan mengingat Allah SWT melalui zikir.

Istigfar membantu seorang Muslim menyadari kesalahan dan kekurangan dirinya, kemudian memohon ampunan kepada Allah. Sementara itu, zikir dapat menenangkan hati serta memperkuat hubungan spiritual seorang hamba dengan Sang Pencipta.

Allah SWT berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

3. Membaca dan Mentadabburi Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an merupakan amalan yang dianjurkan kapan saja, termasuk di Bulan Safar.

Tidak hanya membaca ayat-ayatnya, seorang Muslim juga dianjurkan untuk memahami makna dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, Al-Qur’an menjadi petunjuk yang membimbing manusia menuju kebaikan dan ketakwaan.

4. Memperbanyak Sedekah dan Kepedulian Sosial

Bulan Safar juga dapat dijadikan kesempatan untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama melalui sedekah.

Berbagi kepada orang yang membutuhkan merupakan amalan yang memiliki banyak keutamaan. Sedekah tidak hanya membantu meringankan beban orang lain, tetapi juga menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Sedekah dapat dilakukan melalui berbagai bentuk, seperti zakat, infak, membantu keluarga, maupun memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

5. Memperbanyak Amal Saleh

Setiap Muslim dianjurkan mengisi Bulan Safar dengan berbagai amal kebaikan.

Amal saleh dapat berupa menjalankan ibadah wajib dengan lebih baik, memperbanyak ibadah sunah, membantu sesama, menjaga lisan, memperbaiki akhlak, serta melakukan perbuatan yang memberikan manfaat bagi orang lain.

Nilai sebuah bulan bukan ditentukan oleh anggapan baik atau buruknya, tetapi oleh bagaimana seseorang memanfaatkannya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

6. Menjaga dan Mempererat Silaturahmi

Memperkuat hubungan dengan keluarga, kerabat, dan sesama Muslim juga termasuk amalan yang dianjurkan dalam Islam.

Bulan Safar dapat menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan yang renggang, saling memaafkan, serta menebarkan kebaikan. Silaturahmi tidak hanya mendatangkan keberkahan, tetapi juga memperkuat persaudaraan antarumat manusia.

7. Meningkatkan Ketakwaan dan Memperbaiki Diri

Bulan Safar dapat menjadi waktu untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kualitas diri.

Seorang Muslim dapat menjadikannya sebagai kesempatan untuk meninggalkan kebiasaan buruk, meningkatkan kedisiplinan dalam beribadah, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.

Keutamaan Bulan Safar dalam Islam

Para ulama menjelaskan bahwa setiap bulan dalam kalender Hijriah memiliki kedudukan yang sama sebagai waktu untuk beribadah, termasuk bulan Safar.

Berikut beberapa keutamaan Bulan Safar dalam perspektif Islam:

1. Menjadi Momentum Memperbanyak Istighfar dan Introspeksi Diri

Bulan Safar dapat dijadikan kesempatan bagi seorang Muslim untuk memperbaiki diri, memohon ampun kepada Allah SWT, serta mengevaluasi amal perbuatan yang telah dilakukan.

Setelah melewati Bulan Muharram sebagai salah satu bulan mulia dalam Islam, Bulan Safar dapat menjadi waktu untuk melanjutkan semangat hijrah dengan meninggalkan kebiasaan buruk dan meningkatkan kualitas ibadah.

2. Kesempatan untuk Meningkatkan Amal Saleh

Keutamaan Bulan Safar tidak terletak pada keistimewaan khususnya, melainkan pada amal yang dilakukan oleh seorang Muslim di dalamnya.

Memperbanyak salat sunah, membaca Al-Qur’an, bersedekah, berzikir, membantu sesama, serta melakukan berbagai kebaikan dapat menjadikan Bulan Safar bernilai di sisi Allah SWT.

3. Menguatkan Keimanan dan Menjauhkan Diri dari Tahayul

Salah satu nilai penting Bulan Safar adalah menjadi waktu untuk meluruskan keyakinan dan menjauhkan diri dari kepercayaan yang tidak berdasar dalam Islam.

Sebagian masyarakat dahulu menganggap Bulan Safar sebagai bulan yang membawa kesialan. Namun, Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT, bukan karena waktu atau bulan tertentu.

Dengan tetap melakukan aktivitas seperti menikah, berdagang, bepergian, atau memulai pekerjaan baik di Bulan Safar, seorang Muslim menunjukkan keyakinan bahwa tidak ada bulan yang membawa kesialan.

4. Mengingat Peristiwa Hijrah Rasulullah SAW

Bulan Safar memiliki kaitan dengan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu persiapan hijrah Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah.

Dalam beberapa riwayat sejarah, Rasulullah SAW mulai melakukan persiapan hijrah pada akhir Bulan Safar sebelum perjalanan menuju Madinah dimulai pada Bulan Rabiul Awal. Peristiwa ini menjadi pelajaran tentang perjuangan, kesabaran, dan keberanian dalam menegakkan ajaran Islam.

5. Menjadi Waktu untuk Memperkuat Hubungan dengan Allah SWT

Bulan Safar dapat dijadikan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa, zikir, dan berbagai bentuk ibadah.

Seorang Muslim dapat menjadikan bulan ini sebagai pengingat bahwa setiap waktu yang diberikan Allah merupakan kesempatan untuk memperbaiki hubungan spiritual dan meningkatkan ketakwaan.

6. Mempererat Silaturahmi dan Menebar Kebaikan

Keutamaan Bulan Safar juga dapat diraih dengan memperbanyak hubungan baik dengan sesama manusia.

Mengunjungi keluarga, membantu orang yang membutuhkan, menjaga persaudaraan, serta menyebarkan kebaikan merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam dan dapat dilakukan kapan saja, termasuk di Bulan Safar.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.