Renungan GMIM Minggu 12 Juli 2026, Memberi dengan Hati yang Tulus dan Bersukacita
Alpen Martinus July 12, 2026 10:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO-  Warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) merenungkan Firman Tuhan mengacu I Tawarikh 29:10-19.

Perikop dengan judul Nyanyian Daud (Alkitab Terjemahan Baru 2) ini merupakan pembacaan firman Tuhan sebagaimana Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat (MTPJ) GMIM minggu ini. 

Perenungan GMIM minggu ini dituntun oleh tema Kekayaan dan Kemuliaan Berasal dari Tuhan Allah. 

Baca juga: Gubernur YSK Beribadah di GMIM Talita Kum Minahasa Selatan, Lanjut Pasiar Hari Pengucapan Syukur

Pembacaan ini mengisahkan Raja Daud yang memerintah 40 tahun lamanya sebagai Raja Israel. 

Di masa tuanya, Daud merenungkan apa yang dimilikinya semua merupakan pemberian Allah. 

Selama pemerintahannya, Daud tidak hanya mengokohkan kerajaannya.

Ia juga membangun Iman bangsa Israel. 

"Bangsa Israel diajar mengucap syukur. Menyadari kekayaan, kemasyhuran adalah dari Allah," kata Pdt Narwasti Karundeng MTh dalam khotbah ibadah Jemaat GMIM Imanuel Bahu, Minggu 12 Juli sesi kedua mulai pukul 09.00 Wita. 

Ketua BPMJ Lembah Yordan Batu Kota ini menyampaikan, Firman Tuhan minggu ini mengajak jemaat sepenuhnya paham bahwa hakikat hidup adalah bekerja, berusaha dan mengucap syukur. 

"Tidak salah bekerja keras. Orang boleh jadi kaya. Asalkan cara mendapatkan kekayaan itu benar. Bukan hasil dari perbuatan yang tidak benar," katanya. 

Katanya, Allah tidak melarang orang memiliki kekayaan. 

Memiliki kekayaan bukan hal berdosa dan buruk.

Tapi berdosa adalah memilik kekayaan yang tidak benar.

Orang mencari kekayaan dari perbuatan dosa. 

Terlebih sampai ada yang mendewakan, mengutamakan kekayaan dari pada Tuhan sang pemberi kehidupan. 

Kemudian, ada yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekayaan. Ada yang menjadi serakah karena tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. 

Ada yang menjadi sombong karena meyakini kekayaan yang dimiliki adalah hasil kerja keras dan kekuatan sendiri. 

Lebih lebih lagi ada yang menggunakan kekayaan untuk berbuat jahat. 

Pendeta mengingatkan jemaat, ukuran berkat bukan hanya pada seberapa banyak materi tapi pada hati yang selalu bersyukur. 

Selain itu hati yang mau memberi.

Terutama kepada mereka yang membutuhkan pertolongan 

"Marilah kita memberikan kepada Tuhan dan sesama dengan kerelaan hati yang tulus dan penuh sukacita. Memberi bukan untuk memegahkan diri," katanya berpesan. 

Selanjutnya, jemaat diajak untuk mempersiapkan pembangunan Baik Allah yang kekal. Seperti Daud yang mempersiapkan pembangunan Bait Allah dan memberi amanat kepada anaknya Salomo. 

"Kita siapkan Bait Allah yang ketiga. Kita pastikan berada dalam arak-arakan orang percaya yang memperoleh keselamatan kekal," kata Pendeta Narwasty. 

Bertugas dalam ibadah ini, Pelsus dan Jemaat Kolom 5. Pembacaan Alkitab oleh Pnt Lucky Dandel dan doa persembahan oleh Dkn Hariyanto Sabijono. 

Adapun Koordinator Penyelenggara Ibadah, Wakil Ketua Badan Pekerja Majelis (BPMJ) Pnt Herman Nayoan.(NDO) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.