Update Kecelakaan Maut Indramayu: Korban Tewas Bertambah Jadi 10 Orang
Muhamad Syarif Abdussalam July 12, 2026 11:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Korban meninggal dalam kecelakaan maut di Jalan Pantura tepatnya kawasan Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Indramayu, Jawa Barat, Minggu (12/7/2026), bertambah.

Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif, menyebut awalnya jumlah korban tewas adalah tiga orang. Mereka meninggal di lokasi kejadian. Kemudian, tujuh orang korban luka dibawa ke rumah sakit dan meninggal setelah mendapatkan peratawan. 

“Tujuh (orang) meninggal di rumah sakit. Total korban meninggal ada 10 orang,” katanya, Minggu (12/7/2026).

Dalam insiden tersebut pun terdapat dua orang yang mengalami luka berat, salah satunya merupakan sopir kendaraan mobil bak terbuka dan enam lainnya orang luka ringan.

EVAKUASI - Jajaran Satlantas Polres Indramayu saat melakukan rekayasa lalu lintas di lokasi kecelakaan maut di Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat, tepatnya di wilayah Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Minggu (12/7/2026).(KOMPAS.com/HANDHIKA RAHMAN)
EVAKUASI - Jajaran Satlantas Polres Indramayu saat melakukan rekayasa lalu lintas di lokasi kecelakaan maut di Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat, tepatnya di wilayah Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Minggu (12/7/2026).(KOMPAS.com/HANDHIKA RAHMAN) (Kompas.com)

Kecelakaan ini melibatkan tiga kendaraan. Sebuah mobil pikap Gran Max tertabrak dua unit truk secara beruntun. Berdasarkan laporan Satlantas Polres Indramayu, tiga orang dinyatakan tewas di tempat.

Dari video yang beredar, sesaat setelah kejadian, tampak sejumlah korban tergeletak di jalan raya pascabenturan keras terjadi. Beberapa korban yang telah meninggal dunia kemudian ditutup oleh warga menggunakan daun pisang.

Warga setempat yang ada di sekitar lokasi tampak langsung bahu-membahu menolong para korban, khususnya yang masih selamat. Tidak berselang lama, petugas kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi.

Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia menjelaskan kecelakaan bermula ketika mobil pikap Gran Max bernomor polisi E 8559 RB melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon.

Ia menjelaskan kecelakaan maut ini terjadi pukul 12.30 WIB. Kendaraan pikap Grand Max mengangkut sebanyak 17 orang. Mereka selesai dari acara pernikahan.

Saat kejadian, mobil pikap itu awalnya dilaporkan berhenti di lajur kanan. Namun, di saat bersamaan, sebuah Truk Hino Wing Box melaju dari arah belakang sehingga menimbulkan tabrakan keras yang tidak dapat terhindarkan.

Benturan itu mengakibatkan mobil pikap terdorong ke depan hingga masuk ke jalur yang berlawanan arah.

Mobil pikap itu lantas kembali tertabrak oleh kendaraan Truk Hino losbak yang tengah melaju di jalur tersebut.

Undang memastikan para korban merupakan penumpang dari mobil pikap. Dari total korban yang dievakuasi, tiga orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Salah satu korban yang telah berhasil diidentifikasi diketahui adalah anak berusia 12 tahun berinisial MI, warga Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.