Gelandang dan pemain sayap asal Afrika Selatan, Jayden Adams, telah mengguncang dunia sepak bola setelah dikabarkan meninggal dunia beberapa jam yang lalu, hanya beberapa minggu setelah ia mewakili negaranya melawan Korea Selatan bulan lalu. Sementara penyelidikan atas kematiannya yang tragis masih berlangsung, kata-kata penuh duka Jayden Adams tentang neneknya kembali mencuri perhatian publik.
Beberapa waktu lalu, pemain berusia 25 tahun yang memperkuat Mamelodi Sundowns dan tim nasional Bafana Bafana itu berbagi kisah tentang kesedihannya saat harus bertanding melawan Republik Ceko beberapa jam setelah neneknya meninggal dunia. Ia berkata, “Kakiku yang bermain, tapi hatiku berada di surga bersamanya.”
Pemain bintang itu juga menambahkan, “Dialah alasan aku berada di sini… Mengenakan seragam hijau dan emas sangat berarti baginya.”
Bagi yang belum tahu, nenek Jayden Adams meninggal dunia sehari sebelum Afrika Selatan dijadwalkan menghadapi Republik Ceko. Meski diliputi kesedihan mendalam, Jayden tetap menyingkirkan emosinya dan turun ke lapangan keesokan harinya untuk membela negaranya sejak menit awal pertandingan.
Kata-kata menyentuh hatinya tentang kehilangan sang nenek kini kembali viral dan menyentuh perasaan banyak orang.
Kabar kematian Jayden Adams telah menghancurkan hati kekasihnya, yang menulis unggahan penuh duka untuk mengenangnya. Saat ini, meskipun beredar rumor bahwa Jayden Adams mungkin mengakhiri hidupnya sendiri, pihak berwenang belum memberikan konfirmasi resmi, sementara publik di seluruh dunia terus berduka atas kepergiannya yang mendadak.
Beberapa jam yang lalu, Serikat Pemain Sepak Bola Afrika Selatan (SAFPU) menyampaikan penghormatan mendalam melalui sebuah pernyataan resmi. Dalam pernyataan tersebut disebutkan, “SAFPU sangat berduka atas meninggalnya gelandang Mamelodi Sundowns dan Bafana Bafana, Jayden Adams. Jayden baru-baru ini mewakili Afrika Selatan di Piala Dunia FIFA 2026, membawa harapan bangsa dengan kebanggaan, keberanian, dan kehormatan.”
Pernyataan itu juga menambahkan, “Kepergiannya merupakan kehilangan besar bagi keluarga, rekan satu tim, klub, komunitas sepak bola, dan seluruh negeri. Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga Adams, Mamelodi Sundowns, Stellenbosch FC, Bafana Bafana, serta semua orang yang kehidupannya pernah disentuh oleh Jayden.”
Kematian Jayden yang mendadak dan tragis ini mengejutkan jutaan penggemar di seluruh dunia, karena banyak yang mengaguminya atas bakat dan dedikasinya di lapangan.
Kekasihnya, Aqueelah Adendorf, juga menuliskan penghormatan emosional kepada sang pemain dengan caption, “Aku rasa kamu bahkan tidak menyadari betapa menginspirasinya kamu. Kamu pantas mendapatkan setiap momen ini karena aku tahu betapa keras kamu berjuang untuk mencapainya. Lewat setiap tantangan, kamu tidak pernah menyerah pada mimpimu, dan itu membuatku sangat bangga berdiri di sisimu dan mendukungmu dalam segala hal.”
Meskipun banyak spekulasi beredar mengenai kondisi mentalnya, belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang terkait penyebab kematiannya, setelah tubuhnya ditemukan pada pukul 11 pagi.