INSIDEN Bianglala Pasar Malam Laut Dendang Mendadak Mati, Pengunjung Panik, Pengelola: Semua Selamat
Tommy Simatupang July 13, 2026 12:54 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Video bianglala mendadak mati di Pasar Malam Nusantara, Lapangan Krido Mulyo Simpang Beo, Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan viral di media sosial. 

Ia kecewa dengan narasi yang menyebut ada yang luka-luka parah dan meninggal dunia. 

Zainal menyebut bahwa saat insiden itu terjadi, kru biaglala langsung meminta pertolongan Damkar dan menahan bianglala agar tidak bergerak. 

Sebanyak 30 pengunjung yang tertahan di bianglala berhasil dievakuasi dengan selamat pada Sabtu (11/7/2026). 

"Mengetahui ada kerusakan dan mesin mati mendadak, seluruh kru wahana bertindak sigap dan cepat untuk menurunkan pengunjung yang berada di atas kabin," ujar Zainal saat dikonfirmasi Tribun Medan, Minggu (12/7/2026).

Selanjutnya, pihak pengelola menghubungi Dinas Damkar Kota Medan dan Damkar Pemkab Deli Serdang untuk melakukan evakuasi. 

Proses penyelamatan berlangsung hampir satu jam dan seluruh pengunjung berhasil diturunkan dengan selamat.

"Alhamdulillah, kepanikan tersebut berhasil diatasi. Seluruh pengunjung dievakuasi dengan selamat tanpa ada luka-luka apalagi sampai ada yang meninggal dunia," tegasnya.

Baca juga: TINGGI PEMINAT, Dinkes Sumut Buka Layanan Deteksi Gangguan Jiwa di Puskesmas, Target 22 Ribu Orang

Baca juga: HEBOH LAGI Tuduhan Jadi Simpanan Pejabat Kejagung, Celine Evangeliste Pamer Pasangan: Difitnah Terus

Bahkan, Zainal menambahkan, yang mengalami luka-luka terkilir justru berasal dari pihak pengelola wahana saat hendak menyelamatkan para pengunjung.

Selain itu, pengelola menegaskan bahwa tidak ada penggunaan arus listrik ilegal. 

"Pengelola Pasar Malam tidak ada mencuri arus listrik," ujarnya.

Pihak pengelola juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Damkar Kota Medan, Damkar Pemkab Deli Serdang, Wali Kota Medan, Bupati Deli Serdang, serta Kapolsek Medan Tembung yang langsung turun ke lokasi.

Sementara itu, Kapolsek Medan Tembung, Kompol Ras Maju Tarigan, menyebutkan bahwa hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak ditemukan adanya korban meninggal dunia maupun luka-luka. 

Polisi juga telah memasang police line di lokasi pasar malam.

"Tidak ada korban pengunjung yang meninggal dunia atau luka-luka, hanya pekerja wahana Pasar Malam yang menderita luka-luka saat hendak menyelamatkan pengunjung," ujar Kapolsek.

Dibuka Tanpa Surat Izin

Mendapat informasi tersebut, pihaknya bersama Satreskrim Polrestabes Medan langsung melakukan tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan, di kawasan Jalan Simpang Beo, Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, pada pukul 03.00 WIB.

Setelah ditelusuri dan dilakukan penyelidikan di pasar malam, tepatnya di wahana bianglala, ternyata informasi yang disampaikan ada meninggal dunia itu tidak benar. 

Menurutnya, berdasarkan dari keterangan dari pengelola yang bekerja bahwa wahana bianglala saat itu sudah kelebihan muatan sehingga terjadi trouble dan mengakibatkan timbulnya kepanikan pengunjung.

Kemudian pihak pengelola menghubungi pemadam yang mana pemadam itu ada memiliki tangga yang bisa mencapai akses ke baling-baling untuk membantu menurunkan pengunjung. 

Sementara itu, petugas wahana pun berusaha menyelamatkan para pengunjung dengan menahan wahana supaya tidak berputar.

Namun salah satu karyawan pasar malam tersebut yang menahan wahana bianglala tersebut mengalami luka di sekujur tubuhnya.

Lebih lanjut, Kompol Ras Maju Tarigan menjelaskan bahwa hingga kini, pihak pengelola yang berdasarkan atas dari keterangan daripada karyawan adalah seorang milik yang berinisial W.

Sementara itu, pihak kepolisian khususnya Polsek Medan Tembung mengatakan tidak ada memberikan izin terkait pembangunan pasar malam di kawasan Desa Laut Dendang.

"Kami pihak kepolisian khususnya Polsek Medan Tembung tidak ada memberikan izin dan mereka tidak ada pernah meminta untuk.

Meminta rekomendasi izin kegiatan pasar malam tersebut. Sampai sekarang memang bisa kita pastikan bahwa itu tidak ada izin dan sampai sekarang kita sudah menghubungi juga pengelola namun belum bisa memberikan keterangan," lanjutnya.

Kapolsek Medan Tembung akan memanggil pihak pengelola sekaligus mempertanggungjawabkan kegiatan pasar malam yang beroperasi tanpa adanya izin.

Sedangkan ditanya berapa jumlah pengunjung yang sempat terjebak di dalam wahana bianglala itu, Kapolsek Medan Tembung tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah pengunjung yang terjebak.

Hingga kini, pihaknya pun mengambil langkah keputusan untuk sementara kegiatan pasar malam ini dihentikan dahulu. 

"Sebelum ini jelas perkaranya bagaimana, dan kita akan panggil dulu pengusaha, kenapa tidak ada izin di sini. Kita lihat juga mungkin banyak di sini temukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya masih ilegal, contohnya harus listrik dan sebagainya macam," pungkasnya.

(cr9/Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.