TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Proses evakuasi dua remaja asal Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Gunung Bismo masih berlangsung hingga Minggu (12/7/2026) malam.
Kedua korban, Arifin Nurohmat (18) alias Apin dan Yufaidin (15) alias Idin, ditemukan di dasar jurang dengan kedalaman lebih dari 284 meter.
Sulitnya medan membuat tim gabungan membutuhkan waktu berjam-jam untuk membawa jenazah menuju Posko Sembrani.
Baca juga: BREAKING NEWS 2 Remaja yang Hilang di Gunung Bismo Wonosobo Diduga Ditemukan di Curug Telu
Camat Watumalang, Arief Hardiyanto, mengatakan pihaknya menerima informasi penemuan kedua korban sekitar pukul 14.00 WIB dari Polsek Watumalang.
"Sekitar jam 14.00 menerima kabar dari Polsek Watumalang bahwa ditemukan orang hilang kemarin itu," kata Arief kepada Tribunjateng.com, Minggu (12/7/2026).
Menurut Arief, sebelumnya operasi SAR gabungan telah dilaksanakan selama tujuh hari dan diperpanjang tiga hari.
Namun, hingga operasi resmi ditutup pada Sabtu (11/7/2026), kedua remaja tersebut belum berhasil ditemukan.
"Selama pencarian SAR tujuh hari diperpanjang tiga hari sudah kita tutup kemarin. Ternyata pada siang tadi ditemukan oleh tim dari Wanadri Bandung," ujarnya.
Arief memastikan kedua korban yang ditemukan adalah Arifin Nurohmat alias Apin dan Yufaidin alias Idin. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Anak tersebut bernama Arifin Nurohmat alias Apin dan Yufaidin alias Idin. Kondisi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ucapnya.
Ia menjelaskan, lokasi penemuan berada di dasar jurang dengan kedalaman lebih dari 284 meter sehingga proses evakuasi memerlukan tenaga ekstra dan peralatan khusus.
"Anak ini ditemukan di dasar jurang yang kedalamannya lebih dari 284 meter, sehingga memerlukan ekstra kerja keras untuk bisa menaikkan anak ini sampai di lokasi atas," jelasnya.
Hingga Minggu malam sekitar pukul 21.30 WIB, tim gabungan telah berhasil mengangkat kedua korban dari dasar jurang. Selanjutnya, proses dilanjutkan dengan menurunkan jenazah menuju Posko Sembrani.
"Sekarang tahapannya si korban sudah ada di atas dan sedang diturunkan ke Posko Sembrani.
Karena sulitnya medan dan kondisi malam hari, dimungkinkan korban bisa sampai di posko sekitar dua sampai tiga jam lagi dari sekarang," katanya.
Setelah tiba di Posko Sembrani, kedua jenazah akan langsung dibawa ke RSUD Setjonegoro Wonosobo untuk menjalani proses identifikasi oleh Tim Inafis Polres Wonosobo sebelum dilakukan pemulasaraan.
"Nanti sampai di Posko Sembrani akan kita bawa ke RSUD Setjonegoro. Di situ nanti sudah menunggu tim Inavis dari Polres Wonosobo.
Setelah proses diidentifikasi oleh Inavis selesai, nanti akan kita selesaikan juga untuk proses pemulasaraan jenazah oleh RSUD Setjonegoro.
Setelah itu nanti baru diserahkan ke kita, kita baru serahkan ke pihak desa," tuturnya.
Arief mengatakan, kabar duka tersebut telah disampaikan kepada keluarga oleh Kepala Desa Krinjing pada Minggu sore.
Menurutnya, keluarga telah menerima informasi tersebut dengan ikhlas.
"Komunikasi ke pihak keluarga sudah dilakukan oleh Pak Kepala Desa Krinjing, tadi sudah disampaikan sekitar habis Asar itu, dan keluarga sudah bisa menerima," ujarnya.
Terkait proses pemakaman, Arief mengatakan hal itu bergantung pada waktu kedatangan jenazah di rumah duka.
"Kalau tradisi orang sini, kalau masih memungkinkan sebelum jam 12 malam nanti kita makamkan sebelum jam 12. Tetapi kalau nanti kondisi tidak memungkinkan, kita makamkan besok," katanya.
Baca juga: Operasi SAR Dua Remaja Wonosobo di Gunung Bismo Resmi Ditutup, Pencarian Berakhir Nihil
Kabar ditemukannya kedua remaja tersebut juga langsung menyebar di tengah masyarakat. Warga berbondong-bondong menuju Balai Desa Krinjing hingga kawasan Bukit Sembrani untuk menunggu proses evakuasi.
"Ya, dari tadi kabar sudah ditemukan, warga sudah berbondong-bondong menuju Balai Desa maupun ke Bukit Sembrani.
Tetapi karena ini membutuhkan proses evakuasi yang tidak mudah, di Sembrani tadi sudah kita tutup portal, sehingga tidak semua orang bisa naik ke Gunung Bismo untuk ikut mencari," pungkas Arief. (ima)