Dampak Pengerjaan Proyek PU, Pipa PDAM Tirta Moedal Bocor Terkena Alat Berat
raka f pujangga July 12, 2026 11:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah warga di Kota Semarang mengeluhkan aliran air PDAM yang terganggu dalam beberapa hari terakhir.

Gangguan tersebut membuat sebagian warga kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari karena aliran PDAM mati total maupun mengalir tidak stabil.

Satu di antara warga Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Yarkasi Sukadi (59) mengatakan, aliran PDAM di rumahnya tidak keluar sama sekali sejak beberapa hari terakhir.

Baca juga: Warga Perumnas Winong Geruduk Kantor PDAM Pati Akibat Air Macet

"Mati pet (total)," ujar Yarkasi saat menjelaskan kondisi aliran PDAM kepada Tribun Jateng, Minggu (12/7/2026).

 

Selama gangguan berlangsung, Yarkasi mengaku mengandalkan air ledeng sebagai sumber air alternatif.

Namun menurutnya, penggunaan air ledeng juga terbatas karena banyak warga yang memanfaatkannya.

“Iya. Sementara ledeng sik ki wae mocet-mocet ledenge. Soale kan pengguna sik pengguna kan akeh. Banyu ledeng nyalur-nyalur tangga ngono ki lho. 'Sementara menggunakan ledeng, namun ini saja sering macet ledengnya, karena kan penggunanya banyak, nyalur-nyalur di tetangga'," terangnya.

Ia mengatakan, keluarganya harus menghemat penggunaan air selama PDAM masih mengalami gangguan.

Bahkan, warga terkadang harus menunggu waktu tertentu ketika aliran air lebih deras untuk menampung kebutuhan rumah tangga.

"Iya. Dicukup-cukupke. Nek beli wong ra duwe galon. Kadang ya ngeleki nganti bengi ngono kuwi miline atar-atar. 'Ya dicukup-cukupkan. Kalau beli juga tidak punya galon. Kadang juga memantau hingga malam menunggu ketika aliran air lebih besar," jelasnya.

Menurutnya, aliran air biasanya lebih deras pada malam hari, sekitar pukul 21.00 hingga 22.00.

"Ben dinane kan biasane ngeleki. Biasane kan miline atar-atar. Kan jam-jam tertentu. Nek jam 21.00 jam 22.00 bengi kan miline bantere ngono kuwi.

'Setiap harinya kan biasanya mantau sampai malam. Kan (aliran derasnya di jam-jam tertentu. Kalau pukul 21.00, 22.00 kan alirannya deras begitu,'" jelasnya.

Yarkasi mengatakan, rumahnya selama ini menggunakan dua sumber air, yakni ledeng dan PDAM.

Air ledeng digunakan untuk kebutuhan memasak dan minum setelah dimasak, sementara PDAM lebih banyak digunakan untuk mandi.

"Sebenare sejak dulu pakai ledeng," katanya.

"Kalau PDAM dipakai untuk mandi," ujarnya.

Di rumah tersebut, sebut dia, terdapat dua keluarga dengan total sekitar delapan penghuni. Kondisi itu membuat kebutuhan air menjadi cukup besar sehingga gangguan pasokan cukup dirasakan.

"Ada 8 orang," kata Yarkasi.

Yarkasi berharap perbaikan pipa segera selesai sehingga aliran air kembali normal.

“Ya harapannya lancar airnya, 24 jam kalau kita menyalakan kran urip (mengalir)," harapnya.

Ia juga mengaku belum mendapatkan sosialisasi langsung terkait gangguan tersebut. Informasi mengenai perbaikan pipa diperoleh anaknya saat memantau melalui media sosial.

"Tidak ada sosialisasi. Cuma anak cari info-info di sosial media, PDAM kenapa ya kok airnya mati? Ternyata ada perbaikan," ujar Yarkasi.

Menurutnya, kebutuhan keluarganya akan air bersih sangat mendesak.

"Sore ini baru saja air ledengnya mati juga. Air di bak tinggal sedikit," keluhnya.

Warga lain, Iksan (26) dari Semarang Timur menyebut air PDAM di tempatnya menyala namun pelan.

"Airnya nyala tapi pelan," jelasnya.

Dia menambahkan, kebetulan saat ini tidak di rumah. Ia mengaku mendapat kabar dari keluarganya kalau air PDAM di rumahnya macet.

"Kalau saya, lihat waktu (di rumah) hari Kamis, airnya kecil," jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Humas Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang Charisma Mayang Sari mengatakan, petugas masih berupaya memulihkan layanan air bersih di wilayah terdampak.

Menurutnya, proses perbaikan masih berlangsung sehingga distribusi air belum dapat kembali normal.

"Saat ini sedang upaya maksimal petugas," kata Mayang dikonfirmasi Tribun Jateng.

Ia di sisi itu menjelaskan, kerusakan pipa terjadi sebagai dampak adanya pengerjaan galian proyek instalasi pengolahan air limbah.

"Pekerjaan galian pipa instalasi pengolahan air limbah oleh kementrian PU," jelasnya.

"Pipa kami terkena beghu dampak ini," lanjutnya.

Mayang menambahkan, proses perbaikan masih berjalan.

Menurut Mayang, proses perbaikan menghadapi kendala karena kondisi lokasi pekerjaan.

"Karena medannya, jadi rawan longsor galiannya," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan warga selama perbaikan berlangsung, kata dia, Perumda Air Minum Tirta Moedal melakukan distribusi air bersih menggunakan armada tangki.

"Upaya tangki terus di optimalkan," ujarnya.

"Armada kami 6 semua jalan," imbuhnya.

Mayang mengatakan enam armada tangki air melayani permintaan dari seluruh wilayah terdampak sesuai antrean yang masuk.

"Sesuai antrian yang masuk," katanya.

"Melalui permohonan air tangki di nomer yang tertera," lanjutnya.

Dia juga menambahkan, kebocoran pipa terjadi akibat terkena alat berat pada pekerjaan proyek di kawasan Kaligawe.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (10/7) sekitar pukul 17.00 WIB.

Wilayah yang terdampak meliputi Kaligawe, Padi, Kapas, Tenggang, Cilosari, Sendang Indah, Masjid Terboyo, Pengapon, Raden Patah, Industri Kaligawe, Purnasari, Pasar Kobong, Genuk, Trimulyo, Widuri, Dongbiru, Karangroto, Kudu, Syuhada, Wolter Monginsidi, Muktiharjo, Tlogosari, Tlogomulyo, Pedurungan Lor, Palebon, Jalan Soekarno-Hatta, dan sekitarnya.

Baca juga: PDAM Tirta Kajen Siaga Hadapi Ancaman El Nino, Perkuat Sumber Air dan Tekan Kebocoran

Perumda Air Minum Tirta Moedal juga menyebut Direktur PDAM telah turun meninjau lokasi perbaikan pada Jumat (10/7) pukul 23.00 WIB.

Hingga Minggu (12/7), petugas masih melakukan pengurasan area kerja sebagai persiapan proses perbaikan.

"Setelah itu akan dilakukan penggantian gibolt dengan pipa untuk memastikan perbaikan berjalan optimal," imbuhnya. (idy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.