Halte Terbengkalai di Pasar Johar Disorot, Trans Semarang Diusulkan Kembali Masuk Kawasan Pasar
raka f pujangga July 12, 2026 11:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Fasilitas halte bus di kawasan Pasar Johar, Semarang, yang saat ini tidak berfungsi menjadi sorotan.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno menilai konektivitas transportasi umum ke kawasan pasar bersejarah tersebut perlu dihidupkan kembali untuk mendukung aktivitas ekonomi dan aksesibilitas masyarakat.

Baca juga: Halte BRT Semarang Diseruduk Pikap, Kini Tak Bisa Digunakan Sementara

Menurut Djoko, Pasar Johar pada era 1980-an pernah menjadi pusat pertemuan berbagai trayek transportasi massal, termasuk Bus DAMRI dan angkutan kota.

Namun, menurutnya fungsi tersebut kini bergeser setelah pusat integrasi transportasi lebih banyak berada di kawasan Simpang Lima dan Balaikota.

"Pasar Johar bukan sekadar episentrum perdagangan, melainkan saksi bisu denyut nadi transportasi massal di Kota Semarang. Jika pada era 1980-an kawasan ini menjadi hub utama tempat bermuaranya puluhan trayek Bus DAMRI dan angkutan kota, kini potret tersebut telah bergeser secara drastis," kata Djoko dalam keterangan, pekan ini.

Ia menyebut, di kawasan Pasar Johar terdapat halte bus yang saat ini terbengkalai. Menurutnya, pemerintah daerah dapat mempertimbangkan pengalihan atau perpanjangan rute Trans Semarang, baik koridor utama maupun feeder, agar melayani langsung kawasan pasar.

"Di Kawasan Pasar Johar, terdapat fasilitas halte bus yang saat ini terbengkalai. Padahal, untuk mendongkrak aktivitas dan meramaikan pasar, pemerintah daerah bisa mengalihkan atau memperpanjang rute Trans Semarang agar langsung masuk ke kawasan tersebut," ujarnya.

Djoko menjelaskan, sebelum terjadi pergeseran pusat layanan transportasi, Pasar Johar menjadi tujuan sejumlah trayek Bus DAMRI seperti Pasar Babadan–Pasar Johar, Jrakah-Pasar Johar, dan Pasar Jatingaleh–Pasar Johar. Selain itu, sejumlah trayek angkutan kota dari berbagai wilayah Semarang juga berpusat di kawasan tersebut.

Saat ini, menurut dia, Halte Simpang Lima dan Halte Balaikota menjadi halte dengan aktivitas tinggi karena melayani hampir seluruh koridor Trans Semarang.

Djoko menilai pengembalian akses transportasi umum ke Pasar Johar berpotensi memberikan dampak pada beberapa sektor. Dari sisi ekonomi, keberadaan layanan bus yang masuk langsung ke kawasan pasar dinilai dapat meningkatkan kemudahan akses bagi pembeli dan pedagang.

"Transportasi publik yang andal dan murah akan menekan pengeluaran transportasi bulanan bagi para pedagang, pegawai pasar, maupun pembeli. Penghematan biaya transportasi ini dapat dialihkan untuk konsumsi barang di dalam pasar," jelasnya.

Dari sisi sosial, ia menyebut akses transportasi yang lebih dekat dapat membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan kemudahan mobilitas, seperti lansia, perempuan, dan pekerja sektor informal.

"Armada Trans Semarang, terlebih jika menggunakan armada low deck (lantai rendah), memberikan aksesibilitas yang ramah, aman, dan berkeadilan bagi mereka untuk bermobilitas tanpa harus berjalan jauh ke jalan raya luar kawasan," katanya.

Selain itu, pemanfaatan halte yang sudah tersedia dinilai dapat mengoptimalkan infrastruktur yang sebelumnya telah dibangun pemerintah. Djoko juga menyebut keberadaan titik layanan baru di Pasar Johar dapat membantu mengurangi beban penumpang yang selama ini terkonsentrasi di Simpang Lima dan Balaikota.

Baca juga: Detik-detik 1 Kernet Tewas dalam Kecelakaan Truk Hantam Halte BRT Randugarut di Semarang

Dari aspek lingkungan, peningkatan penggunaan transportasi umum di kawasan pasar diharapkan dapat mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan massal sehingga berpotensi mengurangi kepadatan lalu lintas dan emisi kendaraan.

Djoko menambahkan, integrasi transportasi umum dengan Pasar Johar juga dapat mendukung pengembangan kawasan heritage karena lokasi tersebut berdekatan dengan Kota Lama Semarang dan Masjid Agung Kauman.

"Mengembalikan rute transportasi umum ke jantung Pasar Johar bukanlah sekadar perkara teknis memodifikasi trayek bus. Langkah ini adalah wujud komitmen nyata untuk menghidupkan kembali roh kawasan bersejarah, memberdayakan ekonomi kerakyatan, dan mewujudkan keadilan mobilitas bagi seluruh lapisan masyarakat," imbuhnya. (idy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.