Pesona 3 Puncak Bukit Cendono Mojokerto, Panorama Anjasmoro hingga Sungai Jernih Pikat Wisatawan
Samsul Arifin July 12, 2026 11:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Bukit Cendono di Dusun Mrasih, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, semakin diminati wisatawan pencinta alam.

Selain memiliki jalur pendakian yang relatif ramah bagi pemula, kawasan yang berada di Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo ini menawarkan tiga puncak dengan panorama alam yang berbeda di setiap titiknya.

Keindahan bentang alam yang memadukan persawahan terasering, sungai berair jernih, hingga deretan Pegunungan Anjasmoro menjadi daya tarik utama bagi para pendaki.

Tak heran, saat musim libur sekolah, jalur pendakian Bukit Cendono dipadati wisatawan dari berbagai daerah.

Meski memiliki trek yang didominasi jalur landai, pengelola tetap mengingatkan pendaki agar mempersiapkan perlengkapan dan logistik dengan baik.

Sebab, menjelang puncak terdapat beberapa tanjakan yang cukup menantang, terutama bagi pendaki yang baru pertama kali melakukan hiking.

Selain mengedepankan keselamatan, pengelola juga menerapkan konsep wisata ramah lingkungan melalui program Zero Waste. Seluruh pendaki diwajibkan membawa turun kembali sampah yang dihasilkan selama berada di kawasan pendakian.

Baca juga: Pendakian Bukit Cendono Mojokerto Jadi Favorit Libur Sekolah, Ribuan Wisatawan Berburu Panorama Alam

Tiga Puncak dengan Panorama Berbeda

Perjalanan menuju Bukit Cendono dimulai dari pos registrasi, kemudian melewati gapura kayu dan jalur setapak berbatu yang berdampingan dengan aliran sungai jernih.

Di sepanjang perjalanan, pendaki akan melewati empat warung dengan latar persawahan terasering dan panorama pegunungan. Setelah menyeberangi jembatan, jalur berlanjut menuju Pos Kali Pikatan, Pos Mudhal, Pos Kolomoto, Camp 1 dan Camp 2 sebelum mencapai puncak pertama.

Kepala RKW 07 Mojokerto Timur Tahura Raden Soerjo, Ni Luh Novyanthi, mengatakan Bukit Cendono memiliki karakter yang berbeda dibanding jalur pendakian lain di kawasan konservasi tersebut.

"Wisatawan bisa bermain di sungai sebelum melihat Puncak Cendono, di mana pemandangannya di sana deretan pegunungan Anjasmoro," ujar Novyanthi, Minggu (12/7/2026).

Ia menjelaskan, terdapat tiga puncak yang menjadi tujuan utama pendaki dengan ketinggian yang berbeda-beda.

"Di sini ada tiga puncak, yaitu Puncak Bukit Cendono berada di ketinggian 900 mdpl (meter di atas permukaan laut), Puncak Cendono 1.131 mdpl dan yang paling atas adalah Puncak Surga Cendono sekitar 1.160 mdpl," bebernya.

Jalur Ramah Pemula, Tetap Utamakan Keselamatan

Menurut Novyanthi, Bukit Cendono merupakan pilihan yang tepat bagi pendaki pemula karena sebagian besar jalurnya relatif landai.

Namun, ia mengingatkan agar pendaki tetap berhati-hati saat memasuki jalur menuju puncak karena terdapat tanjakan yang cukup terjal.

"Jalurnya landai, tapi memang ketika menuju puncak itu treknya agak sedikit terjal sehingga pendaki khususnya pemula agar berhati-hati tetap utamakan keselamatan," ucap Novyanthi.

Ia juga mengimbau seluruh pengunjung menjaga kelestarian kawasan hutan dengan tidak meninggalkan sampah selama pendakian.

Petugas akan melakukan pemeriksaan sampah bawaan setiap pendaki saat kembali ke pos registrasi sebagai bagian dari penerapan konsep wisata tanpa sampah.

"Pada saat pendakian utamakan keselamatan, sampah yang dibawa bekas makanan wajib dibawa turun. Kita sudah menerapkan wisata Zero Waste atau tanpa sampah," tandasnya.

Pendaki Diajak Menjaga Kebersihan Kawasan

Salah seorang pendaki asal Candi, Sidoarjo, Lailatul Nikmah (24), menilai jalur pendakian Bukit Cendono cukup nyaman dilalui, meski terdapat tantangan saat mendekati puncak.

Menurutnya, destinasi ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman mendaki tanpa harus menghadapi jalur ekstrem.

"Persiapannya harus tetap dilengkapi, apalagi pendakian Bukit Cendono sekarang ramai pas libur sekolah," ungkapnya.

Ia berharap seluruh pengunjung ikut menjaga kebersihan kawasan agar keindahan alam Bukit Cendono tetap lestari dan nyaman dinikmati.

"Pesannya buat para pengunjung, tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga kebersihan. Jangan lupa bawa sampah kembali dan tetap hati-hati," pungkas Lailatul Nikmah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.