TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Keterbatasan anggaran daerah memaksa Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malinau melakukan langkah efisiensi ketat.
Imbasnya, tidak semua cabang olahraga (cabor) dapat dipertandingkan dalam turnamen tahunan Bupati Malinau Cup tahun ini.
Penyesuaian sepihak ini terpaksa diambil panitia demi menyesuaikan pelaksanaan turnamen dengan kondisi finansial daerah yang sedang terbatas.
Awalnya, panitia memproyeksikan sekitar 20 cabor untuk bertanding. Namun, akibat defisit anggaran, panitia harus bersikap realistis dengan memilah dan membatasi cabor yang bisa diakomodasi dalam kompetisi.
Ketua KONI Malinau, Ernes Silvanus, mengungkapkan pihak pengelola olahraga sebenarnya berharap agar seluruh cabor yang nantinya dikirim ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) bisa mendapatkan panggung pemanasan di ajang Bupati Cup.
"Artinya kita berharap semua cabang yang ikut Porprov bisa bertanding. Tetapi dengan adanya efisiensi keterbatasan anggaran, jadi kita menyesuaikan," ujar Ernes Silvanus.
Terkait kebijakan pahit ini, pihak KONI menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh pengurus kabupaten (Pengkab) cabor serta para atlet yang kali ini terpaksa absen dan belum mendapatkan kesempatan untuk berlaga.
Meski diterpa pemotongan anggaran, KONI Malinau berharap kondisi ini tidak mematahkan semangat dan konsistensi pembinaan atlet daerah dalam mempersiapkan performa terbaik mereka.
"Kami mohon maaf bagi cabor-cabor yang mungkin tidak dipertandingkan ya. Tapi saya harap jangan kita berhenti berkecil hati untuk tidak mempersiapkan Porprov," ucapnya memberi semangat.
Pemerintah Kabupaten bersama KONI tetap menargetkan ajang Bupati Malinau Cup ini menjadi wadah seleksi dan evaluasi yang krusial.
Turnamen ini dijadwalkan akan dibuka pada 24 Juli 2026 di Kuala Lapang dan berlangsung hingga 8 Agustus 2026, sebagai persiapan matang menjelang Porprov Kalimantan Utara pada September 2026 mendatang.
(*)
Penulis : Mohammad Supri