‘Semua Kecuali Inggris’ - Lionel Messi Ungkap Antusiasme Hadapi Lawan Langka dan Jelaskan Bagaimana Generasi Argentina 2026 Terinspirasi oleh Aksi Diego Maradona Melawan The Three Lions
Hendra Wijaya July 13, 2026 01:21 AM

Lionel Messi menggambarkan laga semifinal Piala Dunia mendatang antara Argentina dan Inggris sebagai pertandingan yang “spesial”, ketika sang maestro legendaris bersiap menjalani salah satu momen langka dalam kariernya di Atlanta. Setelah kedua tim raksasa tersebut meraih kemenangan dramatis di babak perempat final, peraih delapan trofi Ballon d’Or itu tidak sabar untuk akhirnya menghadapi The Three Lions di level internasional.

Pertemuan bersejarah di Atlanta

Messi tengah bersiap mencatatkan salah satu pencapaian unik dalam karier gemilangnya ketika Argentina bertemu Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Pertandingan ini dikonfirmasi setelah kedua negara melewati laga perempat final yang sangat ketat, di mana Argentina menyingkirkan Swiss dengan skor 3-1 melalui perpanjangan waktu, sementara tim asuhan Thomas Tuchel, Inggris, juga menang 2-1 atas Norwegia setelah melalui babak tambahan.

Laga semifinal yang dijadwalkan berlangsung di Atlanta pada hari Rabu tersebut akan menjadi kali pertama Messi menghadapi Inggris dengan mengenakan seragam tim nasional. Meski telah bertahun-tahun berkiprah di level tertinggi, pemain berusia 39 tahun itu belum pernah berhadapan dengan The Three Lions untuk negaranya, sebuah fakta yang menambah daya tarik tersendiri pada pertandingan besar di fase gugur ini.

Mengikuti jejak Maradona

Persaingan antara kedua negara ini memiliki sejarah panjang di Piala Dunia, terutama perempat final tahun 1986 ketika Diego Maradona mencetak dua gol paling ikonik dalam sejarah sepak bola. Messi mengakui bahwa meskipun ia belum lahir saat momen tersebut terjadi, gambaran tentang pertandingan itu telah menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Argentina. “Semua yang saya lihat dan saya ingat [tentang Argentina vs Inggris tahun 1986] berasal dari video dan gambar yang selalu kami tonton dan kenang,” ujar Messi kepada ESPN.

Menanggapi keistimewaan laga kali ini, bintang Inter Miami itu menambahkan: “Saya pikir tim ini sudah terbiasa bermain dalam pertandingan besar tanpa memandang siapa lawannya. Tentu saja, melawan Inggris itu spesial karena mereka adalah kekuatan besar, dan melawan tim besar selalu menjadi hal yang istimewa. Secara pribadi, ini adalah pertama kalinya saya akan bermain melawan mereka. Saya sudah bermain melawan semua tim kecuali Inggris, jadi ini juga akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Kami akan menjalaninya sebagaimana mestinya: semifinal Piala Dunia melawan tim kuat, tim hebat, dan kami akan berusaha tampil dalam kondisi terbaik untuk bisa bersaing lagi.”

Rekor gol beruntun Messi terhenti

Messi tampil luar biasa sepanjang turnamen Piala Dunia kali ini, saat ini menempati puncak daftar pencetak gol dengan delapan gol, sejajar dengan Kylian Mbappé dari Prancis. Catatan impresif tersebut juga menegaskan statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, dengan total luar biasa 21 gol.

Messi mencetak hat-trick melawan Aljazair, dua gol melawan Austria, serta masing-masing satu gol ke gawang Yordania, Tanjung Verde, dan Mesir. Namun, catatan gol beruntunnya akhirnya terhenti di babak perempat final melawan Swiss, ketika ia gagal mencetak gol untuk pertama kalinya di turnamen ini, tetapi tetap berkontribusi dengan satu assist penting. Hasil tersebut mengakhiri rangkaian mencetak gol beruntun di Piala Dunia yang dimulai sejak ia membobol gawang Australia pada babak 16 besar di Qatar 2022.

Álvarez waspadai ancaman Inggris

Argentina melangkah ke empat besar berkat gol spektakuler Julián Álvarez di masa perpanjangan waktu, sebelum Lautaro Martínez menambahkan gol ketiga untuk memastikan kemenangan atas Swiss. Kini mereka akan menghadapi Inggris yang sedang berada dalam performa impresif, terutama berkat penampilan gemilang Jude Bellingham. Meski sejarah pertemuan kedua tim — termasuk insiden “Tangan Tuhan” dan kartu merah David Beckham pada 1998 — masih membayangi, kubu Argentina sadar betul akan kekuatan nyata tim asuhan Tuchel saat ini, terutama setelah Bellingham menjadi pahlawan dalam kemenangan atas Norwegia. “Kami sangat bangga bisa berada di antara empat tim terbaik di dunia,” ujar Álvarez usai kemenangan atas Swiss.

Penyerang Atlético Madrid itu memperingatkan bahwa sang juara bertahan tidak boleh kehilangan fokus jika ingin melangkah ke final melawan Spanyol atau Prancis pada hari Minggu mendatang. “Kami tahu Inggris memiliki pemain-pemain luar biasa. Mereka adalah tim hebat yang tampil sangat baik [di Piala Dunia ini], namun kami harus segera pulih dan mempersiapkan permainan kami sendiri,” tambah Álvarez.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.