Gandeng Dishut Jatim, Yayasan Teknologi Hijau Papua Target Tanam 30 Juta Pohon: Paniai Pilot Project
Paul Manahara Tambunan July 13, 2026 08:28 AM

 

Laporan Wartawan Tribun Papua, Yulianus Magai

TRIBUNPAPUA.COM, JAYAPURA – Komitmen untuk mewujudkan Provinsi Papua Tengah sebagai kawasan hijau berkelanjutan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas daerah.

Terbaru, Yayasan Teknologi Hijau Papua resmi menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pembenihan Tanaman Hutan.

Kerja sama ini difokuskan pada penyediaan bibit pohon berkualitas tinggi demi mendukung kesuksesan Program Go Green Papua Tengah 2045.

Ketua Yayasan Teknologi Hijau Papua, Otopianus P Tebai menyatakan, penggunaan bibit unggul dan bersertifikat menjadi kunci utama agar program penghijauan berskala besar ini tidak sia-sia.

Baca juga: Hutan Papua Selatan Dibabat 58 Km, Proyek Jalan Kemenhan di Merauke Disebut Ilegal dalam Sidang PTUN

"Kami ingin memastikan bahwa pohon yang ditanam benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan. Karena itu kami menggandeng UPT Pembenihan Tanaman Hutan Jawa Timur yang telah memiliki pengalaman dan rekam jejak dalam memproduksi bibit unggul," ujar Otopianus.

Kabupaten Paniai Jadi Pilot Project

Program Go Green Papua Tengah 2045 merupakan gerakan penghijauan jangka panjang yang menargetkan penanaman 30 juta pohon selama 20 tahun mendatang.

Sebagai langkah awal, Kabupaten Paniai dipilih sebagai daerah percontohan (pilot project).

Setelah berhasil dievaluasi, program ini nantinya akan diperluas ke tujuh kabupaten lainnya di Papua Tengah, yaitu:

  1. Kabupaten Nabire
  2. Kabupaten Dogiyai
  3. Kabupaten Deiyai
  4. Kabupaten Mimika
  5. Kabupaten Intan Jaya
  6. Kabupaten Puncak
  7. Kabupaten Puncak Jaya

Selain memasok bibit unggul, kerja sama ini juga mencakup konsultasi teknis mengenai jenis tanaman yang cocok dengan kondisi geografis dan iklim di Papua Tengah.

Untuk tahap awal, jenis pohon Pinus merkusii dipilih menjadi prioritas karena memiliki daya adaptasi yang sangat baik untuk merehabilitasi kawasan hutan di sana.

Dukungan Penuh dari Dinas Kehutanan Jatim

Sementara itu, Kepala UPT Pembenihan Tanaman Hutan Provinsi Jawa Timur, Didik Triswantara, menyambut baik dan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Yayasan Teknologi Hijau Papua.

Didik menegaskan, pihaknya siap memberikan dukungan penuh secara teknis, mulai dari penyediaan bibit berkualitas, pendampingan pembibitan, hingga konsultasi berkala.

"Kami menyambut baik kerja sama ini. Harapan kami, bibit yang disiapkan dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi keberhasilan Program Go Green Papua Tengah 2045," tutur Didik.

Baca juga: Hutan Papua Dijarah Penambang Ilegal: 4 WNA China Tersangka, 199 Hektare Lahan Nabire Dirusak

Sebagai informasi, program ini bukan sekadar penghijauan biasa, melainkan dirancang secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah daerah, akademisi, masyarakat adat, hingga berbagai komunitas lokal.

Gerakan ini juga beriringan dengan target nasional Indonesia's FOLU Net Sink 2030 (Perpres Nomor 98 Tahun 2021) serta visi menuju Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060.

Di akhir keterangannya, Otopianus berharap kolaborasi ini menjadi momentum besar untuk menjaga kelestarian bumi Papua.

"Ini adalah investasi untuk masa depan Papua dan generasi yang akan datang. Karena itu, mari kita bersama-sama melindungi Papua sebagai paru-paru dunia," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.