TRIBUNNEWS.COM - Petenis peringkat satu dunia asal Italia, Jannik Sinner, berhasil mempertahankan gelar juara Wimbledon 2026 tunggal putra.
Sinner juara Wimbledon 2026 usai mengalahkan petenis Jerman, Alexander Zverev, dalam laga final yang berlangsung di All England Club, London, Inggris, Senin (13/7/2026) dini hari WIB.
Setelah kehilangan set pertama melalui tie-break, Sinner mampu bangkit hingga akhirnya menutup pertandingan dengan skor 6-7(7), 7-6(2), 6-3, 6-4 dalam duel yang berlangsung selama 3 jam 46 menit.
Keberhasilan itu sekaligus mengantarkan Sinner meraih gelar Grand Slam kelima sepanjang kariernya, serta trofi mayor pertamanya pada musim 2026.
Secara keseluruhan, lima gelar Grand Slam diraih Sinner di Australia Open 2024 dan 2025, AS Open 2024, serta Wimbledon 2025 dan 2026.
Usai memastikan gelar juara Wimbledon 2026, Sinner mengungkapkan rasa puasnya atas pertandingan final yang berlangsung ketat melawan Zverev.
Dikutip dari BBC, Sinner menilai laga tersebut menjadi final yang luar biasa karena kedua pemain mampu menampilkan kualitas terbaiknya.
"Ini adalah final yang luar biasa sekali lagi. Selalu dibutuhkan dua pemain."
"Saya sangat senang dengan kemenangan ini, tetapi juga dengan level permainan yang kami tunjukkan," kata Sinner.
Baca juga: Wimbledon Djokovic Berakhir di Tangan Sinner, Djoker Masih Jauh dari Pensiun, Coba Lagi Tahun Depan
Gelar Wimbledon menjadi pencapaian penting bagi Sinner setelah melalui awal musim yang tidak berjalan mulus.
Petenis berusia 24 tahun itu sebelumnya gagal melangkah ke final Australia Open 2026 setelah terhenti di semifinal.
Setelahnya, Sinner secara mengejutkan tersingkir pada babak kedua Prancis Open 2026.
Usai kegagalan di Prancis Open 2026, Sinner memilih mengambil waktu untuk beristirahat demi memulihkan kondisi fisik dan mental.
Keputusan tersebut terbukti efektif karena performanya terus meningkat sepanjang Wimbledon 2026.
Meski sempat dipaksa bermain lima set pada babak awal melawan Miomir Kecmanovic (Serbia), permainan Sinner semakin solid di setiap putaran.
Sinner kemudian tampil impresif saat mengalahkan Novak Djokovic (Serbia) di semifinal sebelum memastikan gelar usai menundukkan Zverev di partai puncak.
Di sisi lain, Zverev harus menunda ambisinya menambah koleksi gelar Grand Slam.
Zverev datang ke Wimbledon dengan modal apik setelah sebelumnya menjuarai Prancis Open 2026.
Namun, Zverev gagal mempertahankan performanya di laga final Wimbledon 2026 melawan Sinner.
Masih dikutip dari sumber yang sama, Zverev terlihat melontarkan candaan kepada Sinner saat seremoni penyerahan trofi.
Meski begitu, Zverev tetap memberikan pujian kepada Sinner selaku sang juara.
"Jannik, aku benar-benar tidak menyukaimu lagi."
"Dia sekali lagi menunjukkan mengapa dia adalah pemain terbaik di dunia," pungkas Zverev.
(Tribunnews.com/Isnaini)