Kronologi Ledakan di Tasikmalaya, Berawal dari Cekcok Pedagang Tahu Gejrot dengan Es Teler
Ardhi Sanjaya July 13, 2026 10:03 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -Kawasan pedestrian Komplek Olahraga Dadaha, Cihideung, Kota Tasikmalaya mendadak mencekam pada Sabtu (11/7/2026) menjelang tengah malam.

Ketegangan dipicu oleh perselisihan sengit antar-pedagang kaki lima yang memanas hingga memicu insiden ledakan di lokasi kejadian.

Keributan bermula sekitar pukul 23.00 WIB ketika U, seorang penjual tahu gejrot, terlibat adu mulut dengan G, pedagang es teler.

Suasana memanas selama hampir setengah jam.

Situasi kian pelik saat pedagang jagung berinisial S ikut campur guna membela G, yang rupanya masih kerabat dekatnya.

Keadaan kian tak terkendali sewaktu keributan mereda.

Seorang penjual es teh berinisial A mendatangi area tersebut dan secara tak terduga memicu sebuah ledakan di jalur pedestrian.

Dentuman keras itu spontan membuat para pedagang lain panik ketakutan, berhamburan menyelamatkan diri, sembari berteriak histeris.

Pasca-kejadian, situasi berangsur sepi dan keempat pedagang yang terlibat memilih pulang ke rumah masing-masing sekitar pukul 01.10 WIB, sementara pedagang lain mencoba melanjutkan aktivitas mereka.

Pihak UPTD Dadaha yang mendapat laporan segera meneruskan informasi ini ke Polres Tasikmalaya Kota. Merespons cepat laporan tersebut, personel Polres Tasikmalaya Kota bersama Polsek Cihideung tiba di lokasi sekitar pukul 01.30 WIB guna melakukan penanganan awal.

"Awalnya cuma cekcok aja antara pedagang tahu gejrot sama es teler. Tapi selang beberapa menit, pedagang lain inisial S melerai kejadian. Usai dilerai, ada pedagang lagi si A dan langsung melakukan peledakan," ungkap Yuda, pedagang cireng yang lapaknya bersebelahan dengan U, saat ditemui Minggu (12/7/2026).

Yuda menceritakan bahwa situasi awalnya landai sejak para PKL menggelar lapak pada sore hari. Namun, ketegangan mendadak pecah saat larut malam.

"Kalau cekcok sih sebentar paling 30 menit, tapi pedagang lain si A malah bikin rame dengan melakukan peledakan, padahal sama saya sudah dilerai," tambahnya.

Ia mengonfirmasi keempat orang tersebut langsung membubarkan diri di tengah malam setelah ditenangkan warga sekitar.

"Pukul 01.30 mulai datang polisi banyak, dari Brimob, Polsek juga nanyain kejadian. Karena posisi dagangan saya samping tahu gejrot yang cekcok sama pedagang es teler," jelas Yuda.

Ia mengatakan sosok penjual es teler adalah seorang ustaz yang dikenal supel, sementara pihak lawan bicaranya diduga dalam kondisi mabuk.

"Kalau pedagang es teler itu ustaz, tapi yang mulai adu pedagang mulut tahu gejrot dan mulutnya bau minuman," tuturnya.

Menindaklanjuti kekacauan ini, aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan tiga orang yang diduga kuat terlibat langsung dalam insiden yang mengguncang kawasan olahraga tersebut pada Minggu (12/7/2026).

Ketiganya, yakni S, U, dan A atau AAS, kini tengah menjalani pemeriksaan intensif penyidik.

"Kami dari Polres Tasikmalaya Kota bahwa pada Sabtu malam ada lapdu UPTD Dadaha terjadi permasalahan mengakibatkan adanya ledakan," ucap Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto.

AKBP Andi menerangkan bahwa jajarannya langsung menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama personel Satuan Brimob sejak malam kejadian demi menyisir sisa-sisa material ledakan.

"Saat ini kami melakukan penyelidikan hasilnya akan kami sampaikan. Karena, untuk sementara kami mengamankan tiga orang terkait peristiwa tersebut," tegasnya.

Perkembangan terbaru menunjukkan tim gabungan dari Densus 88 Antiteror turut diturunkan untuk menyisir dua lokasi berbeda sekaligus menyita sejumlah barang bukti dari kediaman salah satu terduga pelaku.

"Tadi kami sudah melakukan olah TKP dan tidak ada korban jiwa, tapi ada beberapa barang bukti yang diamankan dari rumah salah satu terduga kejadian pada Sabtu malam," tutur AKBP Andi.

Kapolres mengimbau publik untuk tidak panik dan bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah demi kenyamanan bersama.

"Tetap menjaga ketertiban dan saling bisa mengerti dan memahami, sehingga lingkungan di masyarakat bisa kondusif," pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.