Mobil pikap yang membawa rombongan pengantin di Indramayu, Jawa Barat, mengalami kecelakaan pada Minggu (12/7/2026) siang.
Hingga tadi malam, jumlah korban tewas 13 orang dalam kecelakaan itu.
"Totalnya ada 13 korban yang meninggal dunia. Diantaranya, tiga korban di TKP, empat korban di RS Mitra Plumbon Widasari, dan enam korban di RS Bhayangkara Losarang," ujar.
Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat, Minggu (12/7/2026) malam.
Hingga saat ini tercatat masih ada lima korban lain yang menderita luka, baik kategori luka ringan maupun berat, yang masih ditangani secara intensif oleh tim medis di RS Mitra Plumbon Widasari serta RS Bhayangkara Losarang, Indramayu.
"Mobil pikap itu mengangkut 18 orang termasuk sopirnya, dan mereka ini hendak pulang setelah mengantar rombongan pengantin di Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu," kata Undang Syarif Hidayat.
Kecelakaan maut tepatnya terjadi di jalur tengkorak Pantai Utara (Pantura), di Desa Kiajaran, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Dinamai jalur tengkorak karena seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas di jalur ini.
Menurut Undang, kecelakaan bermula saat mobil pikap Gran Max bernomor polisi E 8559 RB melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon.
Sesampainya di lokasi kejadian, mobil pikap tersebut dilaporkan berhenti di lajur kanan.
Pada saat bersamaan, sebuah truk wing box melaju dari arah belakang dan menabrak pikap tersebut.
Benturan keras membuat mobil pikap terdorong ke depan hingga masuk ke jalur berlawanan.
Nahas, pikap itu kemudian kembali tertabrak truk los bak yang datang dari arah berlawanan.
“Setelah pikap terdorong ke depan, kembali tertabrak oleh truk los bak yang datang dari arah berlawanan,” jelasnya.